Kehancuran Ekologi RI di Balik Transisi Energi Disuarakan di COP30
Nasib banyak Masyarakat Adat justru kian terancam oleh ambisi transisi energi global.
Sukmawati Soekarnoputri. (Okezone)
Harianjogja.com, JAKARTA-- Puisi berjudul Ibu Indonesia yang dibacakan Sukmawati Soekarnoputri mengundnag kontroversi karena dianggap menista agama. Majelis Ulama Indonesia (MUI) turut angkat bicara mengenai persoalan ini.
MUI menilai puisi berjudul Ibu Indonesia yang dibacakan Sukmawati Soekarnoputri mengandung unsur suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). Karena itu, MUI akan mengundang Sukmawati untuk memberikan klarifikasi atas puisi tersebut.
"MUI sangat menyesalkan terhadap puisi yang dikarang dan dibacakan oleh Ibu Sukmawati yang kami nilai mengandung unsur SARA," ujar Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Sa\'adi dalam keterangan tertulisnya Rabu (4/4/2018).
Menurut Zainut, seharusnya Sukmawati lebih bijak memilih diksi dalam mengungkapkan narasi puisinya, sehingga tidak membuka ruang interpretasi yang dapat menimbulkan kesalahpahaman dan ketersinggungan pihak lain, khususnya muslim.
"Karena masalahnya menyangkut hal yang sangat sensitif yaitu tentang ajaran agama," tegasnya.
Karena itu, MUI akan mengundang putri keempat Presiden pertama RI Soekarno tersebut untuk memberikan klarifikasi dan penjelasan atas puisi yang dibacakannya. Tujuannya agar umat mengetahui maksud yang terkandung di dalamnya, sehingga persoalan ini tidak semakin gaduh dan melebar ke mana-mana, serta segera dapat dicarikan solusinya.
"MUI meminta kepada masyarakat luas khususnya umat Islam agar tetap tenang dan tidak terpengaruh untuk melakukan tindakan-tindakan yang melanggar hukum. Karena hal itu justru akan menodai ajaran Islam yang sangat luhur," imbau Zainut.
Dia menambahkan, Islam mengajarkan kepada muslim untuk melakukan proses tabayun (klarifikasi) dalam setiap menerima berita. Selain itu, Islam juga mengajarkan kepada muslim untuk menolong saudaranya yang berbuat zalim dan juga yang dizalimi.
"Dan ajaran Islam juga mengajarkan kepada kita semuanya untuk saling berwasiyat dan menasihati dalam masalah kebaikan dan kesabaran. Mari kita amalkan ajaran Islam yang mulia itu semoga Allah SWT menolong kita," ujar dia.
Sekadar informasi, puisi Ibu Indonesia yang dibacakan Sukmawati Soekarnoputri mengusik sebagian warga negara Indonesia, khususnya umat Islam. Pasalnya, diksi dalam puisi tersebut dianggap menyudutkan syariat Islam.
Beberapa kalimat puisi Sukmawati yang dianggap menyudutkan Islam, di antaranya soal pengakuan ketidaktahuan akan syariat Islam, membandingkan sari konde Indonesia dengan cadar, dan membandingkan suara kidung ibu Indonesia dengan alunan azan. Beberapa pihak telah melaporkan Sukmawati ke polisi atas puisi tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone
Nasib banyak Masyarakat Adat justru kian terancam oleh ambisi transisi energi global.
Sebanyak 86.118 peserta KIP Kuliah lolos SNBT 2026, namun hanya 39.662 dinyatakan eligible menerima bantuan biaya pendidikan dan hidup.
China mewajibkan talenta AI mendapat izin pemerintah sebelum bepergian ke luar negeri demi mencegah kebocoran teknologi strategis.
Timnas Qatar akan melawan Republik Irlandia dalam uji coba Piala Dunia 2026. Julen Lopetegui rampingkan skuad jelang turnamen di Amerika Utara.
Xpeng GX 2026 mencatat hampir 25.000 pesanan dalam 12 jam di Tiongkok berkat harga agresif dan fitur SUV listrik canggih.
Lewis Hamilton menyebut sang ibu sebagai jimat keberuntungan usai meraih podium kedua bersama Ferrari di GP Kanada 2026.