PLN Siapkan PPA 30 Tahun untuk Serap Listrik Proyek PSEL
PLN menyiapkan kontrak jual beli listrik hingga 30 tahun untuk proyek PSEL guna menarik investasi dan mempercepat transisi energi.
JIBI/Harian Jogja/Antara
Harianjogja.com, JOGJA - Bagi pengunjung sebuah kafe atau restoran hendaknya meningkatkan kewaspadaan pada saat asik menyantap menu yang disajikan. Lebih-lebih ketika membawa barang-barang berharga. Pencopet kelas kafe dan restoran kini mengintai setiap pengunjung. Terlena sedetik saja, barang bawaan bisa disikat oleh pencopet kelas kafe dan restoran.
Fakta adanya pencopet di kafe dan restoran elite terjadi Minggu (14/9/2014) lalu. Korban pencurian adalah Ny. Yoan, 37, warga Perum Griya Purwosari, Desa Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Sleman. Saat itu Ny. Yoan tengah menyantap hidangan bersama keluarganya di D'Cost Restaurant yang berada di dalam Jogja Mall City (JCM). Tanpa dia sadari tas berisi dompet beserta barang- barang berharga lainnya tiba-tiba raib, padahal tas itu dia taruh di dekat kursi yang dia duduki saat itu.
"Saya enggak tahu sama sekali orang itu (pencuri) saat beraksi. Tiba-tiba barang itu hilang begitu saja," ujarnya, Senin (15/9/2014) malam.
Ny. Yoan mengaku total kerugian yang dia derita mencapai Rp8 juta karena didalam tas juga terdapat handphone seharga Rp5 juta. Begitu mengalami tindak pencurian, Yoan lantas menemui pihak manajemen restoran. Dia berpikir, di restoran elite s eperti itu pasti ada rekaman CCTV-nya. Pihak restaurant pun kooperatif, selanjutnya Yoan ditunjukkan rekaman CCTV pada saat dia berada di dalam rumah makan itu.
Tayangan CCTV pertama menunjukkan pukul 17.05 WIB, ketika Yoan mulai masuk restaurant itu. Selang lima menit kemudian, si pencuri masuk.Rupanya pencuri tersebut sempat mengamati pengunjung restoran itu. Hingga akhirnya perhatiannya tertuju pada Yoan. Pasalnya Yoan menaruh tas yang dapat memudahkan si pencuri itu segera merampasnya. Si pencuri ternyata tidak sendirian dalam beraksi. Tayangan CCTV memperlihatkan, rekannya datang 15 menit kemudian.
Selanjutnya dalam rekaman menunjukkan pukul 17.45 WIB, si pencuri berusaha menggeser meja dan tempat duduk. Tujuannya agar tangannya leluasa mengambil tas Yoan tanpa ada yang curiga. Cukup lama dia menggeser meja itu. Aksinya baru berhasil tepat pukul 18.00 WIB. Dengan leluasa dia mengambil tas Yoan kemudia mengoper ke temannya lewat bawah meja. Temannya yang menerima barang tas curian itu langsung memasukkan ke dalam tas miliknya yang berukuran lebih besar dari tas Yoan.
Selama berada di restoran, si pencuri tersebut tidak memesan menu apa pun. Penampilannya sangat rapi. Memakai kemeja dan bersepatu. Jauh dari gambaran dia adalah pencopet.
"Orangnya laki-laki semua dan masih muda," tutur Yoan.
Setelah melihat tayangan CCTV itu, Yoan lantas melaporkan kejadian tersebut ke polisi. Dia tidak ingin mengajukan tuntutan pada restoran atas situasi tidak aman selama menikmati menu di situ.
"Ini saya anggap kesialan, dan pihak restaurant juga mau kooperatif dengan menunjukkan rekaman CCTV, itu sudah cukup bagus," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PLN menyiapkan kontrak jual beli listrik hingga 30 tahun untuk proyek PSEL guna menarik investasi dan mempercepat transisi energi.
Donald Trump menyebut perundingan AS dan Iran dimulai Senin. Pembahasan mencakup Selat Hormuz dan program nuklir Teheran.
AS dan Jepang berkolaborasi mengintervensi pasar valuta asing untuk menghentikan pelemahan yen yang sempat menyentuh level terendah dalam 40 tahun.
Sebanyak 23 calon hakim agung dan ad hoc MA mengikuti wawancara tahap akhir seleksi KY pada 3-7 Agustus 2026.
Transformasi BUMN di Bawah Danantara Perkuat Layanan Publik, Telkomsel Tumbuh Sehat di Semester I 2026
Sensus Ekonomi 2026 menjadi dasar penyusunan kebijakan penguatan pariwisata Kota Jogja melalui data usaha, UMKM, investasi, dan tenaga kerja.