Kepala BGN Jawab Desakan Hentikan MBG, Fokus Benahi Tata Kelola
Kepala BGN Sudaryono menegaskan Program Makan Bergizi Gratis tidak dapat dihentikan oleh BGN karena merupakan program Presiden Prabowo Subianto.
Harianjogja.com, BANTUL – Panwaslu Bantul meminta semua kubu pendukung capres menghentikan aktivitas politik mulai hari tenang hingga pemungutan suara 9 Juli besok. Hari tenang dimulai Minggu (6/7/2014) atau hari ini.
"Ya harus diam. Harus bersedia menjaga ketenangan," kata anggota Panwaslu Bantul Herlina kepada Harianjogja.com, Sabtu (5/7/2014).
Menurut Herlina, mulai hari ini dilarang keras kubu mana pun melakukan kegiatan perkumpulan yang di dalamnya ada aktivitas politik.
Herlina menambahkan aktivitas hari tenang selama tiga hari ke depan hendaknya menjadi kegiatan tim pemenangan untuk menurunkan alat peraga kampanye (APK). Penurunan APK menjadi tanggung jawab penuh tim pemenangan capres. Herlina mengharapkan kedua tim pemenangan tidak berpangku tangan untuk membersihkan APK dari ruang publik.
Tim pemenangan capres Prabowo-Hatta, Purwanto yang juga Ketua DPC Partai Gerindra Bantul menyampaikan sudah mengingatkan jajaran kader dan pendukung untuk tunduk pada aturan. Mewakili Tim Pemanangan Jokowi JK di Bantul, Aryunandi juga mengaku telah menyiapkan relawan lintas koalisi dibantu relawan dan masyarakat untuk membersihkan APK pada hari tenang. Ia juga menginstruksikan kader PDIP, PKB, Nasdem, Hanura dan PKPI serta kantong relawan Jokowi-JK meningkatkan kesiapsiagaan selama tiga hari masa tenang.
Tim gabungan penertib Alat Peraga Kampanye (APK) Pemilihan Umum Presiden (Pilpres 2014) wilayah Kota Jogja, telah mencopot APK yang dipasang melanggar ketentuan, pada Jumat malam (4/7/2014). Empat elemen gabungan tersebut terdiri dari Komisi Pemilihan Umum (KPU), Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu), Dinas Ketertiban, Kepolisian Resort Kota. Mereka menertibkan APK di Jalan Urip Sumoharjo, Jalan Cik Di Tiro, Jalan Solo, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Mangukubumi, Jalan Malioboro hingga Titik Nol, Pojok Beteng Wetan, dan Gading. Meski begitu, kata Agus, belum semua APK ditertibkan.
“Dari 2.250 item pelanggaran APK yang direkomendasikan, penertiban itu bahkan belum sampai 10 persen. Masih akan ada penertiban lagi," tuturnya.
Pada 7 Juli 2014, tim gabungan akan kembali melakukan penertiban pada sore hari, menggandeng Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam), untuk bisa melakukan penertiban APK hingga masuk ke kampung-kampung. Sementara pada 8 Juli 2014, kembali dilakukan penyisiran kembali ke jalan-jalan protokol.
"Yang jelas, untuk wilayah terdekat dengan Tempat Pemungutan Suara, harus sudah bersih dari APK sejak satu hari sebelum pelaksanaan pemungutan suara," ucap Wawan Budiyanto, Ketua KPU Kota Jogja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kepala BGN Sudaryono menegaskan Program Makan Bergizi Gratis tidak dapat dihentikan oleh BGN karena merupakan program Presiden Prabowo Subianto.
DPUPRKP Gunungkidul mencopot bando Selamat Datang Wonosari di Logandeng, Playen karena dinilai membahayakan setelah berusia lebih dari 10 tahun.
Pemprov DIY menetapkan empat kalurahan sebagai percontohan revitalisasi Lumbung Mataraman untuk memperkuat ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 31 Juli 2026 tersedia 15 perjalanan. Tarif tetap Rp8.000 dengan layanan dari Yogyakarta hingga Palur.
Pemkab Kulon Progo dan BBWS Serayu Opak mengeruk Sungai Serang untuk mitigasi banjir sekaligus memanfaatkan sedimen bagi infrastruktur Porda DIY 2027.
DPC PDIP Sleman menggelar sarasehan dan nobar film Kudatuli di Minggir sebagai pendidikan politik serta penguatan soliditas kader menuju Pemilu 2029.