Prabowo Minta Hilirisasi IWIP Tak Abaikan Lingkungan, Air dan Udara Jadi Perhatian

Newswire
Newswire Kamis, 08 Oktober 2026 16:47 WIB
Prabowo Minta Hilirisasi IWIP Tak Abaikan Lingkungan, Air dan Udara Jadi Perhatian

Presiden Prabowo Subianto./YouTube Sekretariat Presiden

Harianjogja.com, JAKARTA—Presiden Prabowo Subianto meminta pengembangan industri hilirisasi di Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Halmahera Tengah, Maluku Utara, tidak mengorbankan kelestarian lingkungan.

Prabowo secara khusus mengingatkan pengelola kawasan industri untuk memperhatikan kualitas air dan udara serta memastikan limbah dikelola dengan baik.

Pesan tersebut disampaikan Prabowo saat meluncurkan program hilirisasi di kawasan IWIP, Halmahera Tengah, Kamis (8/10/2026). Acara tersebut dipantau secara daring dari Jakarta.

"Saya juga percaya saudara akan menjaga lingkungan, akan menjaga keselamatan, dan juga kita akan mempertahankan kualitas daripada air dan udara kita. Perhatikan pengelolaan limbah dengan baik," kata Prabowo.

Menurut Prabowo, pemanfaatan sumber daya alam harus diarahkan untuk kepentingan jangka panjang. Karena itu, pengembangan industri tidak cukup hanya mengejar nilai ekonomi, tetapi juga harus dibarengi tanggung jawab terhadap lingkungan.

Presiden juga mengapresiasi manajemen perusahaan yang beroperasi di kawasan IWIP. Ia menilai pembinaan masyarakat di sekitar kawasan industri merupakan hal yang perlu dipertahankan.

"Saya juga menyambut baik kepemimpinan manajemen dan rasa tanggung jawab dari perusahaan-perusahaan di kawasan ini. Saya melihat pembinaan saudara-saudara terhadap rakyat di sekitar sini sangat baik, dan ini patut kita dukung dan patut kita teruskan," ujarnya.

Hilirisasi IWIP Rp180 Triliun

Pesan mengenai lingkungan tersebut disampaikan bersamaan dengan peluncuran sejumlah proyek hilirisasi di IWIP.

Program itu mencakup ekspor perdana baterai kendaraan listrik, pengoperasian komersial empat proyek industri, serta pembangunan tujuh proyek industri baru.

Total nilai investasi dari proyek-proyek tersebut mencapai US$10,2 miliar atau sekitar Rp180 triliun. Pemerintah menyebut rangkaian proyek itu sebagai bagian dari strategi hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri.

Prabowo mengatakan kekayaan alam Indonesia harus dikelola dan diolah di dalam negeri sehingga manfaat ekonominya dapat dirasakan lebih besar oleh masyarakat.

"Kita menyadari bahwa Tuhan Yang Maha Kuasa telah memberi kepada kita anugerah kekayaan alam yang sangat bernilai dan sangat besar. Tapi kekayaan alam tersebut harus mampu kita kelola dengan baik sehingga dapat memberi manfaat kesejahteraan dan kemakmuran bagi rakyat dan bangsa kita," katanya.

Empat proyek yang memasuki tahap komersial yakni Blue Sparking Energy, REPT Battero Indonesia, Pioneer Aluminium Industries, dan XCMG Indonesia Manufacturing.

Sementara itu, tujuh proyek yang memasuki tahap pembangunan melalui peletakan batu pertama terdiri atas Guangqing Nickel Cobalt, Eno Prima Material, Tinci Materials Indonesia, Weda Bay Aluminium, Bintang Karya Aluminium, Flat Solar Energy Indonesia, dan Guangqing Motor Indonesia.

Dalam laporan Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, empat proyek yang telah memasuki tahap komersial memiliki nilai investasi sekitar US$3,4 miliar atau Rp60 triliun. Adapun tujuh proyek baru yang mulai dibangun bernilai sekitar US$6,8 miliar.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online