Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Tanimbar Maluku pada Kamis Pagi

Sunartono
Sunartono Kamis, 29 Oktober 2026 08:55 WIB
Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Tanimbar Maluku pada Kamis Pagi

Foto ilustrasi getaran gempa tercatat pada seismograf. - istock

Harianjogja.com, JAKARTA—Gempa bumi bermagnitudo 6,4 mengguncang wilayah Kepulauan Tanimbar, Maluku, Kamis (29/10/2026) pagi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Berdasarkan informasi resmi BMKG, gempa terjadi pukul 05.06.47 WIB. Episenter berada di laut, sekitar 60 kilometer barat laut Larat, Kepulauan Tanimbar, pada koordinat 6,34 derajat Lintang Selatan dan 130,52 derajat Bujur Timur.

"Pusat gempa berada di laut 60 km Baratlaut Larat-Kep.Tanimbar. Magnitudo: 6,4. Kedalaman: 160 km. Lokasi: 6,34 LS-130,52 BT," demikian dikutip dari laman BMKG.

Gempa tersebut memiliki kedalaman 160 kilometer. Guncangannya dilaporkan dirasakan di sejumlah wilayah dengan intensitas II–III dalam skala Modified Mercalli Intensity (MMI).

Gempa Dirasakan di Empat Wilayah

Berdasarkan informasi gempa dirasakan BMKG, getaran tercatat di Banda Naira, Tanimbar, Kaimana, dan Sorong dengan intensitas II–III MMI.

Pada skala tersebut, getaran dapat dirasakan oleh sebagian orang di dalam rumah. Guncangan juga dapat terasa seperti ada kendaraan berat yang melintas.

BMKG mengimbau masyarakat agar mewaspadai kemungkinan terjadinya gempa susulan. Warga juga diminta mengikuti informasi dari kanal resmi BMKG dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

Imbauan Keselamatan Setelah Gempa

Masyarakat di wilayah yang merasakan guncangan perlu tetap tenang dan mengutamakan keselamatan. Jika gempa kembali terjadi saat berada di dalam ruangan, berlindunglah di bawah meja yang kokoh dan lindungi kepala. Jauhi kaca, jendela, serta benda berat yang berpotensi jatuh.

Setelah guncangan berhenti, periksa kondisi sekitar sebelum kembali beraktivitas. Jika bangunan mengalami kerusakan atau terlihat retakan yang mengkhawatirkan, hindari memasuki bangunan sampai kondisinya dinyatakan aman.

Warga juga perlu mewaspadai potensi bahaya lain, seperti kabel listrik yang rusak dan kebocoran gas. Apabila berada di luar ruangan, jauhi bangunan, tiang listrik, dan benda lain yang berisiko roboh.

Untuk memperoleh informasi terbaru mengenai aktivitas gempa, masyarakat dapat memantau kanal resmi BMKG dan BPBD. Informasi yang belum jelas sumbernya sebaiknya tidak langsung disebarkan agar tidak menimbulkan keresahan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online