Bandara Riyadh Kembali Beroperasi, Houthi Keluarkan Ancaman

Newswire
Newswire Senin, 26 Oktober 2026 09:57 WIB
Bandara Riyadh Kembali Beroperasi, Houthi Keluarkan Ancaman

Bendera Arab Saudi/ist

Harianjogja.com, RIYADH—Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, kembali melayani sebagian penerbangan pada Minggu (25/10) setelah ditutup selama sekitar dua pekan akibat serangan kelompok Houthi dari Yaman. Namun, pembukaan kembali bandara tersebut dibayangi peringatan baru dari kelompok itu yang menyebut fasilitas penerbangan tersebut tidak aman.

Stasiun televisi nasional Al Arabiya melaporkan dimulainya kembali aktivitas penerbangan dengan menayangkan rekaman dari dalam dua terminal yang kembali dibuka. Sementara itu, saluran televisi pemerintah AlEkhbariya menyebut Terminal 1 digunakan untuk penerbangan domestik, sedangkan Terminal 2 melayani penerbangan internasional yang dioperasikan oleh maskapai Saudi.

Pengoperasian kembali dua terminal itu dilakukan setelah koordinasi intensif antara Otoritas Umum Penerbangan Sipil (GACA) dan sejumlah badan keamanan serta teknis. Koordinasi tersebut bertujuan memastikan kesiapan bandara sekaligus memenuhi standar keselamatan dan keamanan.

Meski aktivitas penerbangan mulai berjalan, belum ada pengumuman resmi mengenai pemulihan kapasitas operasional bandara secara penuh. Manajemen bandara juga belum menyampaikan pernyataan baru setelah pengumuman pada Sabtu (24/10) mengenai alokasi kedua terminal untuk layanan domestik dan internasional.

Dalam pengumuman tersebut, manajemen mengimbau penumpang yang telah memiliki tiket terkonfirmasi untuk menghubungi maskapai masing-masing. Langkah itu diperlukan guna memeriksa status reservasi dan jadwal penerbangan sebelum penumpang berangkat ke bandara.

Sebelumnya, operasional penerbangan di Bandara Internasional King Khalid dihentikan setelah serangan Houthi pada 10 Oktober. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan 13 orang dan melukai lebih dari 300 orang lainnya.

Houthi Kembali Peringatkan Maskapai dan Penumpang

Di tengah dimulainya kembali layanan penerbangan, juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, kembali mengeluarkan peringatan kepada maskapai penerbangan, karyawan, dan penumpang agar tidak menggunakan Bandara Internasional King Khalid.

Saree menyebut bandara tersebut tidak aman karena dianggap sebagai sasaran militer kelompoknya.

"tidak aman karena menjadi sasaran militer bagi pasukan kami," ujar Saree dalam sebuah pernyataan.

Ia juga memperingatkan bahwa kelompok Houthi akan melanjutkan operasi terhadap fasilitas publik tersebut. Menurut Saree, pihak berwenang Arab Saudi bertanggung jawab penuh atas keputusan membuka kembali bandara beserta segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Kelompok Houthi telah menguasai ibu kota Yaman, Sanaa, dan sejumlah wilayah lain sejak 2014. Kelompok tersebut kembali terlibat pertempuran dengan pasukan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi pada Juli lalu, seiring runtuhnya gencatan senjata yang disepakati pada 2022.

Selain menargetkan sektor penerbangan, Houthi juga kerap menyerang fasilitas energi Arab Saudi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online