68.000 UMKM Jadi Pemasok MBG, Menteri UMKM Ingin Bertambah

Newswire
Newswire Senin, 26 Oktober 2026 07:57 WIB
68.000 UMKM Jadi Pemasok MBG, Menteri UMKM Ingin Bertambah

Contoh menu Makan Bergizi Gratis, lengkap dengan susu kotak. - dok/Harian Jogja

Harianjogja.com, JOGJA—Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurahman mendorong lebih banyak pelaku usaha lokal menjadi pemasok program Makan Bergizi Gratis (MBG). Saat ini, sekitar 68.000 UMKM di seluruh Indonesia tercatat telah terlibat sebagai mitra pemasok program tersebut.

"Saat ini sudah ada 68 ribu UMKM yang menjadi penyuplai untuk program MBG. Kami masih terus mendorong agar pelaku UMKM lainnya menjadi pemasok MBG," ujarnya di Makassar, Minggu.

Menurut Maman, jumlah mitra yang ada saat ini masih relatif sedikit. Karena itu, Kementerian UMKM terus mendorong pelaku usaha mikro dan kecil agar dapat mengambil bagian dalam rantai pasok program-program gizi nasional.

BGN Benahi Internal, Peluang UMKM Didorong

Maman mengatakan Badan Gizi Nasional (BGN) saat ini tengah berfokus melakukan penataan internal. Langkah tersebut berlangsung seiring dengan konsolidasi kelembagaan antara BGN dan Kementerian UMKM.

Ia mendorong agar proses konsolidasi tersebut turut memperluas partisipasi pelaku usaha mikro dan kecil. Dengan demikian, UMKM berpeluang terlibat langsung dalam penyediaan kebutuhan program gizi nasional.

Maman menegaskan keterlibatan UMKM dalam ekosistem BGN bukan sekadar formalitas. Menurut dia, partisipasi pelaku usaha lokal merupakan bagian dari strategi pemberdayaan ekonomi kerakyatan yang diharapkan berkelanjutan dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat akar rumput.

"Saat ini BGN di bawah kepemimpinan Sudaryono terus melakukan penataan internal dan langkah strategis itu untuk memperkuat fondasi kelembagaan sebelum mengeksekusi program-program lapangan secara lebih luas dan terstruktur," katanya.

Kolaborasi Pengadaan untuk Pelaku Usaha Lokal

Penataan internal BGN, menurut Maman, mencakup tata kelola administrasi, standar operasional prosedur, hingga sistem pengadaan barang dan jasa. Sistem tersebut diharapkan lebih adaptif terhadap karakteristik pelaku usaha lokal.

Kementerian UMKM, lanjut dia, tengah menyiapkan sejumlah skema kolaborasi agar pelaku usaha kecil tidak hanya menjadi pihak yang terlibat, tetapi juga memperoleh manfaat ekonomi dari program pemerintah.

"Di sinilah peran Kementerian UMKM menjadi sangat krusial. Kami tengah menggodok berbagai skema kolaborasi untuk memastikan bahwa UMKM tidak hanya menjadi objek, melainkan subjek utama yang diuntungkan dari perputaran anggaran program gizi nasional," terangnya.

Maman berharap jumlah UMKM yang menjadi pemasok MBG terus meningkat secara signifikan dalam waktu dekat. Saat ini, sekitar 68.000 pelaku usaha telah tercatat menjadi pemasok program tersebut di berbagai wilayah Indonesia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online