Karhutla Way Kambas Meluas, BNPB Kerahkan Pemadaman Udara
BNPB memantau karhutla di Way Kambas yang berdampak pada 7.000 hektare lahan. Pemadaman terkendala gambut, angin, dan keterbatasan air.
Antrean kendaran hendak memasuki Jalan Tol Semarang - Demak. /Bisnis-Alif Nazzala R.\r\n\r\n
Harianjogja.com, JAKARTA— Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menargetkan seluruh pekerjaan konstruksi Jalan Tol Semarang-Demak Seksi 1 Kaligawe-Sayung yang terintegrasi dengan tanggul laut dapat rampung pada akhir 2027. Pemerintah juga berupaya mempercepat pengerjaan agar jalan tol tersebut dapat difungsionalkan untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2027/2027.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan perkembangan pembangunan jalan tol tersebut berjalan dengan baik. Namun, percepatan pengerjaan tetap harus memperhatikan tahapan teknis, terutama proses pemampatan lahan yang menjadi dasar pembangunan struktur jalan tol.
“Alhamdulillah sudah bagus. Memang tidak bisa dipercepat juga, karena ada beberapa tahapan yang harus menunggu, misalnya pemampatan lahan itu harus benar-benar mampat, baru boleh ditumpuk lagi supaya benar-benar padat sempurna,” kata Dody dalam keterangan resminya, Minggu (25/10/2026).
Menurut Dody, karakteristik tanah di kawasan pesisir utara Jawa membutuhkan proses konsolidasi dan pemampatan lahan atau preloading secara sempurna. Tahapan tersebut perlu dilakukan sebelum pembangunan struktur utama di atasnya dilanjutkan.
Pemerintah menegaskan proses teknis tersebut tidak dapat dilewati begitu saja demi mengejar target penyelesaian. Pemampatan tanah menjadi salah satu tahapan penting untuk memastikan kondisi lahan memenuhi persyaratan sebelum menerima beban struktur jalan tol.
Berdasarkan data kaji ulang per 22 Oktober 2026, akumulasi progres fisik pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak Seksi 1 telah mencapai 79,42%. Proyek yang terbagi dalam tiga paket pekerjaan ini mencakup pembangunan jalan tol, tanggul laut, serta infrastruktur pengendalian air.
Paket 1A telah memasuki tahap akhir pengerjaan dengan progres mencapai 97,49%. Sementara itu, Paket 1B yang meliputi tanggul laut dan jalur utama sepanjang 6,73 kilometer (km) telah mencapai 75,22%.
Adapun Paket 1C, yang mencakup pembangunan kolam retensi dan rumah pompa, mencatatkan progres sebesar 75,68%.
"Untuk progres sudah 79,4%. Sebenarnya sudah on the track. So far, bagus kok. Semua pihak support penuh, tidak ada masalah. Semua penyedia jasa lokal maupun yang dari luar juga masih semangat tinggi," tutur Dody.
Capaian tersebut menjadi gambaran perkembangan pembangunan secara keseluruhan. Meski demikian, pemerintah tetap memperhatikan tahapan konstruksi yang harus diselesaikan sesuai ketentuan teknis, khususnya pada kawasan pesisir yang memiliki karakteristik tanah tersendiri.
Selain berfungsi sebagai jalur transportasi, pembangunan Tol Semarang-Demak Seksi 1 juga terintegrasi dengan infrastruktur pengendalian banjir rob. Dody menyampaikan keberadaan struktur tanggul laut di kawasan Sayung telah efektif mengurangi dampak ancaman banjir rob yang selama ini melanda wilayah pesisir Demak dan Semarang.
Pada Paket 1C, pemerintah membangun infrastruktur pendukung berupa Kolam Retensi Terboyo dengan luas 189 hektare dan Kolam Retensi Sriwulan seluas 28 hektare.
Kedua kolam retensi tersebut ditujukan untuk mengendalikan aliran air sungai menuju muara secara terpadu. Pembangunan kolam retensi dan rumah pompa menjadi bagian dari upaya mendukung pengelolaan air di kawasan yang menghadapi ancaman banjir rob.
Dengan integrasi jalan tol dan tanggul laut, proyek ini diharapkan tidak hanya meningkatkan konektivitas transportasi di kawasan Semarang-Demak, tetapi juga mendukung mitigasi banjir rob secara berkelanjutan.
Kementerian PU menegaskan upaya mengejar target penyelesaian fisik tidak akan mengorbankan standar keselamatan maupun daya tahan struktur bangunan di atas lahan pesisir. Karena itu, tahapan konstruksi tetap harus memperhatikan kondisi tanah dan persyaratan teknis yang diperlukan.
Dody menyebut pemerintah mengupayakan agar proyek tersebut bisa selesai lebih cepat dari target akhir 2027. Di sisi lain, jalan tol itu diharapkan sudah dapat difungsionalkan untuk membantu kelancaran perjalanan masyarakat pada masa libur akhir tahun.
“Targetnya sih akhir 2027 selesai, mudah-mudahan bisa lebih cepat. Kita upayakan. Paling tidak nanti di Nataru 2027 bisa difungsionalkan,” pungkas Dody.
Kehadiran Tol Semarang-Demak Seksi 1 diharapkan menjadi penopang efisiensi biaya logistik di koridor Pantura Jawa Tengah. Selain itu, integrasi dengan tanggul laut, kolam retensi, dan rumah pompa diharapkan memperkuat upaya pengendalian banjir rob yang selama ini mengancam kawasan pesisir Semarang dan Demak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
BNPB memantau karhutla di Way Kambas yang berdampak pada 7.000 hektare lahan. Pemadaman terkendala gambut, angin, dan keterbatasan air.
Pemkab Banyumas mendorong insentif komisi dan diskon bagi agen travel untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, termasuk diskon 30% di Baturraden dan Menara Terat
Sebanyak 22 sekolah di Kulonprogo dilaporkan kesulitan air bersih saat kemarau. SDN Jatiroto mengandalkan bantuan droping air dari BPBD.
Survei IPO menempatkan Meutya Hafid di posisi ke-10 menteri berkinerja terbaik dengan 5,9% dalam survei nasional Oktober 2026.
Sebanyak 27,6% perjalanan penumpang kereta api menuju Jogja bertujuan wisata. KAI mencatat jutaan penumpang di Stasiun Jogja dan Lempuyangan.
Progres Tol Semarang-Demak Seksi 1 mencapai 79,42% per 22 Oktober 2026. Kementerian PU menargetkan proyek rampung akhir 2027.