Survei IPO: Bahlil Jadi Menteri Paling Diingat Publik
Survei IPO dua tahun Kabinet Merah Putih menempatkan Bahlil Lahadalia sebagai menteri paling diingat publik dengan angka top of mind 37,5%.
Yuliana Winata, ibunda pendiri Artha Graha Network Tomy Winata, meninggal dunia pada Sabtu (7/11/2026). /Istimewa.
Harianjogja.com, JAKARTA—Yuliana Winata, ibunda pengusaha nasional sekaligus pendiri Artha Graha Network, Tomy Winata, meninggal dunia pada Sabtu (7/11/2026). Kabar duka tersebut disampaikan tim Artha Graha Peduli (AGP) melalui informasi tertulis yang diterima pada hari yang sama.
Dalam keterangan tersebut, Yuliana disebut meninggal pada pukul 12.58 WIB.
"Telah wafat, Sabtu 7/11/26 pukul 12.58, almarhumah Ibu Yuliana Winata (Ibunda tercinta dari Founder AGP)," demikian informasi dari tim Artha Graha Peduli (AGP), Sabtu (7/11/2026).
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan lebih lanjut mengenai penyebab meninggalnya Yuliana maupun rencana pemakamannya.
Perjalanan Bisnis Tomy Winata
Yuliana merupakan ibu dari Tomy Winata, pengusaha yang lahir di Jakarta pada 23 Juli 1958. Tomy mulai membangun jaringan bisnis Artha Graha pada akhir dekade 1980-an.
Salah satu langkah awalnya di sektor keuangan terjadi pada 1988. Saat itu, Tomy bersama Yayasan Kartika Eka Paksi terlibat dalam penyelamatan Bank Propelat yang kemudian berganti nama menjadi Bank Artha Graha.
Bisnisnya kemudian berkembang ke sektor properti dan perhotelan melalui sejumlah perusahaan, termasuk PT Jakarta International Hotels & Development Tbk (JIHD) dan PT Danayasa Arthatama. Pengembangan kawasan Sudirman Central Business District (SCBD) menjadi salah satu proyek properti yang menonjol dalam portofolio kelompok usaha tersebut.
Di sektor perbankan, Artha Graha berkaitan dengan PT Bank Artha Graha Internasional Tbk. Adapun lini properti dan perhotelan mencakup pengembangan kawasan SCBD, Hotel Borobudur Jakarta, serta pengelolaan hotel dan fasilitas komersial lainnya.
JIHD sendiri didirikan pada November 1969 dengan nama PT Djakarta International Hotel. Perusahaan tersebut mulai beroperasi pada Maret 1974 melalui pembukaan Hotel Borobudur Inter-Continental, yang kini dikenal sebagai Hotel Borobudur Jakarta.
Selain properti, keuangan, agroindustri, dan perhotelan, Artha Graha Network juga melakukan diversifikasi usaha ke sejumlah bidang lain. Portofolionya mencakup pertambangan, media dan hiburan, ritel, serta teknologi informasi dan telekomunikasi.
Kegiatan Sosial Melalui Artha Graha Peduli
Di luar aktivitas bisnis, Tomy Winata mendirikan Artha Graha Peduli. Yayasan tersebut menjalankan berbagai kegiatan sosial, kemanusiaan, dan lingkungan.
Kegiatannya antara lain mencakup program bantuan masyarakat serta konservasi lingkungan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis
Survei IPO dua tahun Kabinet Merah Putih menempatkan Bahlil Lahadalia sebagai menteri paling diingat publik dengan angka top of mind 37,5%.
Lima mahasiswa UGM asal Banyumas mengolah limbah jerami menjadi hard carbon untuk material anoda baterai ion natrium.
Napoli menahan Lazio 1-1 di Liga Italia 2026/2027. Hasil ini memutus lima kemenangan beruntun Lazio, tetapi mereka tetap di puncak klasemen.
Tanaka Hirataro Setiawan terpilih sebagai Ketua Pengcab Orado Bantul periode 2026-2030 dalam Muscab di Sleman.
Mentan Amran menegaskan bantuan alsintan gratis dan meminta masyarakat melaporkan dugaan penyimpangan melalui kanal Lapor Pak Amran.
PSS Sleman ditahan Bhayangkara Lampung FC 1-1. Hasil ini membuat Super Elja masih tertahan di peringkat ke-16 zona degradasi dengan lima poin.