Jokowi Temui Prabowo di Kertanegara Saat Putusan MK Ijazah Gibran, Apa yang Dibahas?
Jokowi bertemu Prabowo di Kertanegara pada 6 Oktober 2026. Pertemuan berlangsung tertutup dan berdekatan dengan putusan MK soal Gibran.
Petugas memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di salah satu wilayah Kalimantan./Istimewa-Badan Komunikasi Pemerintah\r\n\r\n
Harianjogja.com, JAKARTA—Pemerintah mengombinasikan operasi modifikasi cuaca (OMC), penggunaan dry ice atau es kering, dan natrium klorida (NaCl) untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Metode dry ice diuji untuk membantu memecah kepulan asap sekaligus mendukung pembentukan benih awan hujan, sebelum dilanjutkan dengan penyemaian NaCl guna mendorong turunnya hujan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan pendekatan tersebut mulai diterapkan di sejumlah wilayah terdampak karhutla. Berdasarkan laporan yang diterima pemerintah, hujan mulai turun di beberapa kabupaten setelah operasi modifikasi cuaca dilakukan.
“Sekarang kami coba pakai dry ice untuk memecah asap sehingga matahari bisa sedikit masuk sebagai pengungkit munculnya benih awan hujan, baru dihantam pakai OMC NaCl. Alhamdulillah, di beberapa kabupaten dilaporkan mulai terjadi turun hujan,” ujar Prasetyo dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Selasa (20/10/2026).
Selain mengandalkan modifikasi cuaca, pemerintah tetap mengerahkan personel darat, relawan, dan armada udara untuk memadamkan kebakaran. Penanganan dilakukan secara intensif karena karakteristik lahan gambut membuat pemadaman lebih sulit dibandingkan dengan kebakaran di lahan mineral.
“Pasukan darat termasuk sukarelawan berjibaku tak mengenal waktu. Peralatan udara semua dikerahkan meskipun karakteristik gambut berbeda dengan tanah mineral,” katanya.
Hasil Operasi Modifikasi Cuaca di Kalimantan dan Sumatra
Pembaruan penanganan karhutla melalui OMC hingga Selasa (20/10/2026) pukul 06.00 WIB menunjukkan operasi di sejumlah wilayah Sumatra dan Kalimantan telah menggunakan ratusan ton bahan semai. Pelaksanaan operasi tersebut disertai laporan volume curah hujan yang dihasilkan serta wilayah yang mengalami hujan.
1. Kalimantan Barat: 107 sorti dan 98,8 ton NaCl
Di Kalimantan Barat, operasi modifikasi cuaca yang berlangsung sejak 22 Agustus 2026 telah mencapai 107 sorti dengan total penggunaan 98.800 kilogram NaCl.
Volume curah hujan yang dihasilkan selama operasi dilaporkan mencapai 471,2 juta meter kubik. Pada 19 Oktober, hujan tercatat di Kabupaten Sanggau, Kubu Raya, Sambas, Landak, Kayong Utara, Bengkayang, Kapuas Hulu, Ketapang, wilayah Kabupaten Pontianak, serta Kota Singkawang.
2. Kalimantan Selatan: 23 sorti dengan dua pesawat
Di Kalimantan Selatan, OMC yang dimulai sejak 10 Oktober telah dilaksanakan sebanyak 23 sorti dengan penggunaan 23.000 kilogram NaCl. Operasi tersebut didukung dua unit pesawat.
Volume curah hujan yang dihasilkan dilaporkan mencapai 222,67 juta meter kubik. Hujan tercatat di Kabupaten Tabalong, Tapin, dan Barito Kuala.
3. Kalimantan Tengah: 43,8 ton NaCl dan uji dry ice
Kalimantan Tengah telah menjalankan OMC sejak 26 Agustus 2026. Hingga pembaruan terakhir, operasi tersebut mencapai 48 sorti dengan penggunaan 43.800 kilogram NaCl dan volume curah hujan yang dihasilkan dilaporkan mencapai 67,45 juta meter kubik.
Hujan juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kotawaringin Barat, Seruyan, Kapuas, Gunung Mas, dan Barito Timur.
Untuk mengatasi kendala jarak pandang dalam pelaksanaan operasi di wilayah tersebut, posko bantuan dari Kalimantan Selatan mulai mengoperasikan metode dry ice pada 18 Oktober. Operasi itu dilaksanakan melalui dua sorti dengan masing-masing 800 kilogram dry ice dan NaCl.
4. Sumatra Selatan: Kombinasi NaCl dan dry ice
Di Sumatra Selatan, operasi modifikasi cuaca yang dimulai pada 16 Oktober telah dilakukan sebanyak delapan sorti dengan penggunaan 1.600 kilogram NaCl dan 4.000 kilogram dry ice.
Dukungan juga datang dari Posko Lampung yang sebelumnya mengoperasikan metode dry ice pada 15–18 Oktober. Operasi tersebut dilaksanakan melalui enam sorti dengan total 4.800 kilogram bahan semai.
Hasil awal di Sumatra Selatan menunjukkan penurunan konsentrasi partikulat PM2.5 dan peningkatan jarak pandang (visibility).
Pemerintah Perkuat Pemadaman dan Penegakan Hukum
Di luar operasi modifikasi cuaca, pemerintah juga mengintensifkan penegakan hukum terhadap pihak yang bertanggung jawab atas kebakaran hutan dan lahan. Sanksi berat, termasuk pencabutan izin, menjadi bagian dari langkah penindakan yang dilakukan.
Prasetyo menegaskan edukasi kepada masyarakat tetap diperlukan karena faktor manusia menjadi salah satu penyebab utama kebakaran.
“Penegakan hukum dikerjakan bahkan dengan sanksi yang paling berat, cabut izin. Edukasi terus-menerus dilakukan karena faktor utama kebakaran itu karena ada faktor manusianya,” ujarnya.
Pemerintah memastikan OMC akan terus dilaksanakan, termasuk dengan mengembangkan metode penggunaan dry ice untuk membantu mengendalikan dampak karhutla. Meski demikian, operasi tersebut tetap menjadi bagian dari penanganan terpadu yang mencakup pemadaman langsung, dukungan udara, pencegahan, edukasi masyarakat, dan penegakan hukum.
“OMC akan terus dilakukan, termasuk melalui pengembangan metode penggunaan dry ice, sebagai bagian dari upaya mengendalikan dampak karhutla. Namun, penanganan di lapangan tetap mengandalkan kombinasi pemadaman darat, dukungan udara, pencegahan, edukasi masyarakat, dan penegakan hukum,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Jokowi bertemu Prabowo di Kertanegara pada 6 Oktober 2026. Pertemuan berlangsung tertutup dan berdekatan dengan putusan MK soal Gibran.
Koperasi Merah Putih Tamanmartani di Sleman memiliki 1.118 anggota dan menggandeng 109 pedagang kelontong untuk memasok sembako.
BPBD Sleman memperkuat mitigasi bencana Merapi melalui perbaikan jalur evakuasi, penambahan EWS, edukasi warga, dan simulasi rutin.
Karhutla dan kabut asap memaksa Isenmulang Kalteng FC menjamu Java United di Stadion Maguwoharjo. Kick-off pukul 15.30 WIB.
Dua tahun Prabowo-Gibran, pekerja informal mencapai 87,88 juta orang dan PHK menembus 63.789 orang sepanjang Januari-September 2026.
DPRD Bantul meminta wacana penghapusan otomatis naik kelas dikaji matang, dengan pendampingan siswa, kesiapan guru, dan sarana sekolah