Meutya Hafid Ingatkan Pusat Data AI Jangan Ganggu Air dan Energi
Meutya Hafid menegaskan pembangunan pusat data AI harus mempertimbangkan ketersediaan air, energi, dan konektivitas agar tak ganggu masyarakat.
Foto ilustrasi kebakaran hutan dan lahan. - Magnific
Harianjogja.com, JAKARTA— Presiden Prabowo Subianto meminta penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak berhenti pada upaya pemadaman. Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengungkap Presiden juga menginstruksikan perlindungan masyarakat serta penyelamatan satwa liar yang terdampak, termasuk orangutan kalimantan (Pongo pygmaeus).
Arahan tersebut disampaikan Menhut Raja Juli setelah mengunjungi Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) di Kalimantan Barat, Rabu (9/9/2026). Menurutnya, perhatian Presiden terhadap satwa liar menjadi salah satu dasar penguatan langkah penyelamatan satwa di tengah penanganan karhutla.
"Pak Prabowo Subianto, secara personal beliau adalah pecinta satwa liar ya. Beberapa satwa liar yang dicintai itu gajah dan orangutan ya. Jadi beliau juga memerintahkan ya, kepada saya, untuk padamkan karhutlanya, segera mungkin," ujar Menhut.
Raja Juli mengatakan Prabowo merupakan sosok yang memiliki perhatian terhadap keberadaan satwa liar, terutama gajah dan orangutan. Karena itu, instruksi penanganan karhutla mencakup dua hal sekaligus, yakni mempercepat pemadaman dan memastikan dampak kebakaran terhadap manusia serta satwa dapat ditangani.
Masyarakat dan Satwa Sama-Sama Dilindungi
Selain meminta karhutla segera dipadamkan, Presiden Prabowo juga memberikan arahan mengenai perlindungan masyarakat yang terdampak asap dan kebakaran. Menhut menyebut penggunaan masker serta kesiapan fasilitas kesehatan perlu dipastikan selama penanganan karhutla berlangsung.
Di sisi lain, satwa liar yang terdampak juga menjadi perhatian pemerintah. Penyelamatan dilakukan untuk memastikan satwa yang berada di kawasan terdampak karhutla dapat ditangani oleh pihak yang memiliki kemampuan profesional.
Untuk penanganan satwa, termasuk orangutan kalimantan, Kementerian Kehutanan bersama para mitra memperkuat patroli serta sosialisasi kepada masyarakat. Langkah tersebut diperlukan untuk merespons kemunculan satwa liar yang keluar dari habitatnya akibat kondisi hutan yang terdampak.
Masyarakat yang menemukan orangutan keluar dari hutan atau masuk ke kawasan permukiman diminta segera menghubungi nomor call center. Laporan tersebut akan ditindaklanjuti tim profesional agar proses penyelamatan dapat dilakukan secara tepat.
Raja Juli menekankan bahwa orangutan yang telah diselamatkan tidak seharusnya terlalu lama berada di kandang. Setelah kondisi dan lokasi tujuan dipastikan aman, satwa tersebut perlu segera menjalani proses pelepasliaran untuk mempertahankan perilaku liarnya.
Pelepasliaran Orangutan Harus Tepat Lokasi
Menurut Menhut, sejumlah lokasi untuk pelepasliaran orangutan telah diidentifikasi. Namun, proses tersebut tidak dapat dilakukan secara sembarangan karena penempatan satwa perlu mempertimbangkan kondisi masing-masing individu dan karakter wilayah.
"Jadi secepat mungkin bisa kita lepasliarkan di tempat yang kita identifikasi aman ya. Ada beberapa sudah diidentifikasi beberapa tempat, namun juga harus diatur tidak semua berada di lokasi yang sama, terutama untuk jantan yang memang sangat teritorial ya," ujar Menhut.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga keberlangsungan satwa liar di tengah ancaman karhutla. Pemadaman kebakaran dilakukan bersamaan dengan langkah perlindungan terhadap masyarakat dan penyelamatan satwa yang kehilangan atau meninggalkan habitatnya.
Arahan Presiden tersebut sekaligus menempatkan penanganan karhutla tidak semata sebagai persoalan kebakaran kawasan hutan dan lahan. Dampak terhadap kesehatan masyarakat serta keberadaan satwa liar juga menjadi bagian yang harus ditangani dalam proses penanggulangan karhutla.
Dalam konteks Kalimantan Barat, penguatan patroli, sosialisasi, penyelamatan, hingga pelepasliaran orangutan menjadi langkah lanjutan untuk memastikan satwa yang terdampak karhutla dapat kembali ke habitat yang aman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Meutya Hafid menegaskan pembangunan pusat data AI harus mempertimbangkan ketersediaan air, energi, dan konektivitas agar tak ganggu masyarakat.
4.845 titik panas terdeteksi di Sumatera. Kabut asap menyelimuti Riau dengan kualitas udara masuk kategori sangat tidak sehat.
Tim UGM mendampingi Griya Cokelat Nglanggeran memperkuat daya saing produk melalui inovasi kemasan, CRM, dan pengembangan kakao dari hulu hingga hilir.
PSIM Jogja bersama Universitas Janabadra menargetkan pembangunan training ground standar FIFA mulai direalisasikan awal 2027.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan kepada seluruh satuan pendidikan (sekolah) di wilayahnya agar meningkatkan pengawasan kepada siswa agar
Kemendiktisaintek menargetkan 19.000 artikel ilmiah Indonesia terbit di jurnal internasional Q1 sepanjang 2026.