Erupsi Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, Kemenpar: Utamakan Keselamatan

Newswire
Newswire Minggu, 06 September 2026 17:47 WIB
Erupsi Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, Kemenpar: Utamakan Keselamatan

Gunung Anak Krakatau di Lampung meletus dan melontarkan abu vulkanik setinggi 250 meter di atas puncak, Senin (24/8/2026) (Antara/HO-Badan Geologi)

Harianjogja.com, JAKARTA— Erupsi Gunung Anak Krakatau mulai berdampak terhadap aktivitas penerbangan di Indonesia. Mengantisipasi potensi penundaan hingga pembatalan penerbangan, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) meminta aspek keselamatan menjadi prioritas utama bagi maskapai, wisatawan, dan masyarakat.

Staf Khusus Menteri Pariwisata Apni Jaya Putra mengatakan Kemenpar terus memantau perkembangan situasi penerbangan secara berkala menyusul aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. Pemantauan dilakukan untuk mengantisipasi dampak erupsi terhadap sektor penerbangan dan pariwisata.

“Keselamatan penerbangan adalah prioritas utama kita saat ini. Menteri Pariwisata telah menginstruksikan seluruh jajaran untuk terus memantau perkembangan situasi penerbangan secara berkala,” kata Apni kepada Bisnis, Minggu (6/9/2026).

Wisatawan Diminta Antisipasi Penerbangan Tertunda

Kemenpar mengingatkan wisatawan untuk memahami kemungkinan terjadinya gangguan perjalanan udara akibat aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Potensi penundaan hingga pembatalan penerbangan perlu diantisipasi karena kondisi tersebut berkaitan langsung dengan keselamatan operasional penerbangan.

“Kepada para wisatawan, kami memohon pengertian dan kesabarannya dalam menghadapi potensi penundaan maupun pembatalan penerbangan akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Langkah ini diambil semata-mata demi keamanan bersama,” ujarnya.

Kemenpar menegaskan langkah penghentian atau penyesuaian penerbangan yang mungkin dilakukan bukan semata-mata persoalan operasional. Keselamatan penumpang dan awak pesawat menjadi pertimbangan utama ketika aktivitas erupsi berdampak terhadap ruang udara maupun bandara.

Paparan Abu Vulkanik Jadi Perhatian

Selain memantau perkembangan penerbangan, Kemenpar mengimbau masyarakat dan wisatawan yang berada di wilayah terdampak paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau meningkatkan kewaspadaan.

Masyarakat diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi lingkungan terdampak abu vulkanik. Penggunaan masker juga dianjurkan sebagai salah satu langkah perlindungan.

“Selain itu, kementerian mengimbau kepada seluruh masyarakat dan wisatawan yang berada di wilayah terdampak paparan abu vulkanik untuk tetap waspada, mengurangi aktivitas luar ruang, dan selalu menggunakan masker,” kata Apni.

Imbauan tersebut terutama ditujukan kepada masyarakat maupun wisatawan yang berada di wilayah yang mengalami paparan abu vulkanik. Kondisi lingkungan perlu menjadi perhatian karena abu vulkanik dapat mengganggu aktivitas masyarakat sekaligus menjadi faktor yang diperhitungkan dalam operasional penerbangan.

Kemenpar Pantau Dampak Erupsi Anak Krakatau

Aktivitas Gunung Anak Krakatau menjadi perhatian pemerintah karena erupsi dapat memberikan dampak terhadap sejumlah sektor, termasuk penerbangan dan pariwisata.

Kemenpar menyatakan pemantauan terhadap situasi akan terus dilakukan seiring perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Informasi mengenai kondisi penerbangan juga menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan wisatawan sebelum melakukan perjalanan.

Wisatawan yang memiliki jadwal penerbangan dari atau menuju wilayah yang berpotensi terdampak diimbau memperhatikan informasi terbaru dari maskapai dan pihak berwenang.

Dengan kondisi yang masih berkembang, Kemenpar meminta masyarakat tidak mengabaikan aspek keselamatan ketika merencanakan perjalanan.

Keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas di tengah potensi gangguan yang ditimbulkan erupsi Gunung Anak Krakatau. Pemerintah juga mengingatkan wisatawan untuk tetap waspada terhadap paparan abu vulkanik dan mengikuti arahan resmi apabila berada di wilayah terdampak.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online