Banjir Bandang Nepal-Tibet, Kemlu Pantau 45 WNI
Kemlu memantau sekitar 45 WNI di Nepal setelah banjir bandang Nepal-Tibet. Hingga 27 Agustus, belum ada laporan WNI terdampak.
Sejumlah pesawat milik maskapai Garuda Indonesia terparkir di areal Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten. Antara/Lucky R./Rei/kye/pri
Harianjogja.com, JAKARTA— Sebanyak 33 penerbangan terdampak akibat indikasi sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau di area Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Operasional Bandara Soekarno-Hatta atau Bandara Soetta pada Minggu (6/9/2026) ditutup sementara hingga pukul 09.30 WIB.
Penghentian operasional tersebut dilakukan setelah hasil paper test menunjukkan adanya indikasi sebaran abu vulkanik di kawasan bandara. Kondisi ini menjadi dasar bagi PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports untuk menghentikan sementara operasional penerbangan.
Corporate Secretary Group Head PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports Arie Ahsanurrohim mengatakan penutupan operasional berkaitan dengan meningkatnya aktivitas Erupsi Anak Gunung Krakatau.
"Sehubungan dengan meningkatnya aktivitas Erupsi Anak Gunung Krakatau, Bandara Internasional Soekarno-Hatta melakukan penghentian operasional penerbangan pada pukul 05.30 s.d. 09.30 WIB," kata Arie melalui keterangan pers tertulis, Minggu (6/9/2026).
PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports menyatakan hasil paper test menunjukkan adanya indikasi sebaran abu vulkanik di Bandara Soekarno-Hatta.
"Kondisi tersebut menjadi dasar penerapan penutupan sementara operasional bandara," katanya melalui keterangan pers tertulis, Minggu (6/9/2026).
Dari total 33 penerbangan yang terdampak, gangguan terjadi pada penerbangan internasional maupun domestik.
Sebanyak 16 penerbangan internasional dibatalkan, tujuh penerbangan ditunda, dan lima penerbangan dijadwalkan ulang.
Sementara itu, pada penerbangan domestik terdapat empat pembatalan dan satu penerbangan dialihkan ke bandara lain.
Gangguan akibat indikasi sebaran abu vulkanik juga terjadi di Bandara Radin Inten II, Lampung. Status Aerodrome Closed diberlakukan pada pukul 07.00–08.00 WIB karena adanya indikasi sebaran abu vulkanik.
Sebanyak tiga penerbangan domestik dengan rute dari dan menuju Jakarta terdampak akibat kondisi tersebut.
Dampak penutupan sementara bandara tidak hanya berpengaruh terhadap jadwal penerbangan, tetapi juga penanganan penumpang yang terdampak.
Menghadapi kondisi tersebut, InJourney Airports mengaktifkan prosedur penanganan melalui Service Recovery Activation (SRA) di Bandara Soekarno-Hatta.
Prosedur tersebut mencakup penyediaan makanan dan minuman ringan bagi penumpang terdampak. Pengelola bandara juga menyiapkan bus untuk mengantar penumpang ke hotel melalui koordinasi dengan maskapai.
Selain itu, sejumlah area khusus di terminal disiapkan untuk mendukung penanganan penumpang selama operasional penerbangan terdampak.
Penanganan serupa akan diterapkan di bandara lain apabila terjadi dampak berantai akibat penutupan sementara Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Radin Inten II.
InJourney Airports mengimbau calon penumpang untuk tidak hanya mengandalkan jadwal penerbangan sebelumnya. Penumpang diminta memeriksa kembali status dan jadwal penerbangan melalui kanal resmi maskapai sebelum berangkat ke bandara.
Langkah tersebut diperlukan karena kondisi operasional penerbangan masih berkaitan dengan perkembangan sebaran abu vulkanik akibat meningkatnya aktivitas Erupsi Anak Gunung Krakatau.
"Informasi kebandarudaraan juga dapat diperoleh melalui Contact Center InJourney Airports 172," tandasnya.
Sebelumnya, sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau meluas hingga wilayah Bogor, Jawa Barat, pada Minggu (6/9/2026) dini hari. Partikel debu hitam dilaporkan mencapai Bojonggede dan Cilebut Bogor, bahkan terlihat menumpuk di lantai rumah serta kendaraan warga.
Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda masih berlangsung. Sebelumnya, hujan abu vulkanik juga melanda kawasan pesisir Kabupaten Serang, Banten, pada Sabtu (5/9/2026) malam dan mengganggu aktivitas warga, termasuk kegiatan belajar mengajar di sekolah.
Dari pantauan langsung Bisnis, debu vulkanik mulai terlihat berterbangan di wilayah Bojonggede dan Cilebut Bogor sejak Minggu dini hari. Kondisi tersebut menunjukkan sebaran material erupsi telah mencapai wilayah yang lebih jauh dari kawasan gunungapi.
Berdasarkan analisis citra satelit RGB Himawari-9 yang disandingkan dengan data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) serta VAAC Darwin yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah II, sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau teridentifikasi pada periode pukul 02.00 WIB hingga pukul 05.00 WIB.
Sebaran tersebut terbagi pada dua ketinggian permukaan dengan arah pergerakan berbeda.
Pada lapisan pertama, yakni ketinggian Permukaan–20.000 feet, abu vulkanik bergerak ke arah Timur Laut hingga Selatan.
"Mencakup sebagian DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, serta kawasan perairan di sekitarnya," tulis di akun Instagram BMKG Wilayah II, dikutip Bisnis, Minggu (6/9/2026).
Sementara pada lapisan kedua, dengan ketinggian Permukaan–50.000 feet, abu vulkanik bergerak ke arah Barat Daya hingga Barat Laut.
Area yang terdampak pada lapisan tersebut meliputi sebagian wilayah Banten, Lampung, Bengkulu, Selat Sunda bagian selatan, hingga membentang ke Samudra Hindia di sebelah barat Bengkulu, Lampung, dan Banten.
Peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau tercatat sejak Jumat (4/9/2026) pukul 23.07 WIB. Aktivitas tersebut disertai suara dentuman serta gemuruh yang terdengar dari Pos Pengamatan Gunungapi Anak Krakatau di Pasauran.
Berdasarkan laporan aktivitas Gunung Anak Krakatau periode pengamatan Sabtu (5/9) pukul 00.00–06.00 WIB, erupsi masih berlangsung. Secara visual, aktivitas tersebut diinterpretasikan sebagai fenomena lava fountain atau lava air mancur yang teramati pada malam hari.
Dalam pemantauan visual, gunungapi teramati jelas hingga tertutup kabut dengan tingkat kabut 0–III. Sementara itu, asap kawah tidak teramati.
Kamera CCTV pengamatan di lapangan dilaporkan tidak beroperasi setelah terkena lontaran material vulkanik. Dari sisi kegempaan, tercatat satu kejadian letusan dengan amplitudo 70 milimeter dan durasi yang tercatat dalam laporan selama 21.600 detik.
Adapun kondisi cuaca di sekitar gunungapi berawan hingga mendung. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah barat laut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemlu memantau sekitar 45 WNI di Nepal setelah banjir bandang Nepal-Tibet. Hingga 27 Agustus, belum ada laporan WNI terdampak.
Harga avtur naik 6,5% menjadi Rp23.315 per liter pada September 2026. Maskapai pun memangkas rute dan frekuensi penerbangan.
Nathan Tjoe-A-On tampil penuh saat Willem II kalah 0-3 dari Excelsior pada pekan kelima Eredivisie 2026/2027.
Lima penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru dibatalkan akibat abu vulkanik erupsi Anak Gunung Krakatau.
Bayern Muenchen ditahan Schalke 0-0 di Veltins-Arena. Harry Kane, Olise dan Musiala gagal membawa Die Roten meraih kemenangan.
33 penerbangan terdampak abu vulkanik Anak Krakatau. Operasional Bandara Soekarno-Hatta ditutup sementara hingga 09.30 WIB.