Karhutla Landa Lima Kawasan Gunung di Jawa Timur, Api Belum Padam
Karhutla melanda lima kawasan gunung di Jawa Timur sejak 16 Oktober 2026. Tim gabungan melakukan pemadaman manual dan pemantauan titik api.
Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau menyebar ke lima provinsi. Warga diminta tenang dan menghindari radius 3 km dari pusat erupsi. /Instagram
Harianjogja.com, JAKARTA— Abu vulkanik Gunung akibat letusan Anak Krakatau terpantau menyebar ke sejumlah wilayah setelah aktivitas erupsi yang berlangsung sejak Jumat (4/9/2026). Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat sebaran abu vulkanik di atmosfer mencapai lima provinsi, yakni Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Lampung, dan Bengkulu.
Kondisi tersebut dipengaruhi oleh arah serta kecepatan angin pada berbagai ketinggian. Badan Geologi mengingatkan bahwa wilayah terdampak abu dapat berubah dalam waktu relatif singkat seiring perubahan kondisi meteorologi.
Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Lana Saria mengatakan informasi mengenai sebaran abu diperoleh melalui sejumlah sumber pemantauan. Data tersebut meliputi informasi erupsi dan Volcano Observatory Notice for Aviation (VONA) dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui Magma Indonesia, informasi VAAC Darwin, serta analisis citra satelit Himawari-9 oleh BMKG.
"Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terpantau menyebar di atmosfer ke arah Banten, sebagian Jawa Barat, DKI Jakarta, serta Lampung dan Bengkulu. Arah dan jangkauan sebaran abu dapat berubah bergantung pada arah dan kecepatan angin," tutur Lana dalam konferensi pers secara daring, Minggu (6/9/2026).
Menurut dia, karakteristik erupsi turut menentukan luas dan arah penyebaran material vulkanik. Ketinggian kolom erupsi, durasi erupsi, serta jumlah material yang dikeluarkan menjadi faktor yang memengaruhi sebaran abu.
"Oleh sebab itu, arah sebaran abu dapat berubah dalam waktu relatif singkat dan harus diperbarui berdasarkan kondisi meteorologi terkini," imbuh Lana.
Badan Geologi juga mengingatkan potensi dampak yang lebih luas apabila aktivitas erupsi meningkat. Risiko tersebut dapat bertambah apabila kolom erupsi semakin tinggi, erupsi berlangsung lebih lama, atau angin membawa abu menuju jalur penerbangan dan kawasan permukiman.
Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau dilaporkan berlangsung sejak Jumat (4/9/2026). Berdasarkan informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), erupsi tersebut disertai suara dentuman dan gemuruh yang terdengar dari Pos Pengamatan Gunungapi Anak Krakatau di Pasauran.
Pengamatan visual juga menunjukkan adanya semburan berwarna merah menyala yang berlangsung secara terus-menerus. Meski ketinggian kolom erupsi belum dapat dipastikan, karakter semburan tersebut menyerupai lava fountain atau lava air mancur yang berpotensi menghasilkan aliran lava.
Perkembangan aktivitas gunung api tersebut membuat pemantauan terus dilakukan oleh pemerintah melalui lembaga terkait. Informasi mengenai perubahan aktivitas dan sebaran abu juga dapat berubah mengikuti kondisi terbaru di lapangan.
Warga Diminta Tidak Panik
Lana meminta masyarakat tidak panik menghadapi aktivitas Gunung Anak Krakatau. Masyarakat juga diminta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, termasuk isu mengenai potensi tsunami.
Untuk alasan keselamatan, masyarakat, pengunjung, wisatawan, maupun pendaki dilarang memasuki atau melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Sementara itu, masyarakat di kawasan pesisir Banten dan Lampung diimbau tetap menjalankan aktivitas dengan memperhatikan perkembangan informasi resmi pemerintah.
"Masyarakat diharapkan juga tidak terpancing isu-isu erupsi Gunung Api Krakatau yang berasal dari sumber tidak terpercaya," ucap Lana.
Kementerian ESDM melalui PVMBG akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Masyarakat dapat memperoleh informasi resmi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di nomor (022) 7272606 atau Pos Pengamatan Gunung Krakatau di (0254) 651449/085846324506.
Informasi perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau juga dapat dipantau melalui aplikasi MAGMA Indonesia, situs resmi serta media sosial Kementerian ESDM, Badan Geologi, dan PVMBG.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis
Karhutla melanda lima kawasan gunung di Jawa Timur sejak 16 Oktober 2026. Tim gabungan melakukan pemadaman manual dan pemantauan titik api.
Pemerintah menanggung 100% PPN tiket pesawat ekonomi domestik untuk Nataru 2026/2027. Simak periode berlaku dan simulasi diskonnya.
Macron menilai keadaan darurat belum diperlukan di tengah protes besar Prancis. Lebih dari 2.500 orang ditangkap dan jam malam diberlakukan.
BMKG memperingatkan gelombang 2,5–4 meter di perairan selatan DIY pada 23–26 Oktober 2026. Sejumlah wilayah Jateng juga waspada kekeringan.
TNI akan menindaklanjuti informasi KPK soal dugaan dua prajurit aktif terlibat korupsi dana siap pakai BNPB untuk penanganan bencana.
Kejaksaan Negeri (Kejari) Indramayu secara resmi menyerahkan uang hasil sita lelang perkara korupsi Perumda BPR Karya Remaja Indramayu (KRI) kepada LPS