Satgas Karhutla Jambi Tangkap Pelaku Pembakaran Lahan
Satgas Karhutla Jambi menangkap pelaku pembakaran lahan di Sungai Gelam, Muaro Jambi. Api membakar sekitar 600 meter persegi lahan.
FTDI UII menyambut 535 mahasiswa baru 2026/2027 dengan semangat Engineer the Future, Sustain the World dan komitmen kampus berkelanjutan. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA— Fakultas Teknik Desain Inovasi Universitas Islam Indonesia (FTDI UII) menyambut 535 mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027 dalam momentum perdana setelah Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) bertransformasi menjadi FTDI. Mengusung semangat “Engineer the Future, Sustain the World,” kegiatan tersebut menjadi pintu masuk bagi mahasiswa untuk mengenal identitas, nilai, sekaligus ekosistem akademik baru yang mempertemukan bidang Teknik Sipil, Arsitektur, dan Teknik Lingkungan.
Penyambutan mahasiswa baru FTDI UII yang berlangsung pada 2 September 2026 tidak sekadar menjadi agenda seremonial. Kegiatan dirancang untuk memperkenalkan lingkungan akademik sekaligus menanamkan pemahaman bahwa pendidikan teknik, desain, dan inovasi perlu diarahkan untuk menjawab persoalan masyarakat tanpa mengesampingkan keberlanjutan lingkungan.
Sebanyak 535 mahasiswa baru bergabung dengan FTDI UII pada Tahun Akademik 2026/2027. Mereka berasal dari tiga program studi, yakni Teknik Sipil, Arsitektur, dan Teknik Lingkungan.
Program Studi Teknik Sipil menjadi program dengan jumlah mahasiswa baru terbanyak, yakni 238 mahasiswa. Jumlah tersebut terdiri atas 233 mahasiswa Program Reguler dan lima mahasiswa International Undergraduate Program (IUP).
Sementara itu, Program Studi Teknik Lingkungan menerima 195 mahasiswa baru. Adapun Program Studi Arsitektur menerima 102 mahasiswa baru, yang terdiri atas 95 mahasiswa Program Reguler dan tujuh mahasiswa IUP.
Komposisi mahasiswa reguler dan internasional tersebut diharapkan memperkaya keberagaman, pertukaran perspektif, serta wawasan global di lingkungan FTDI UII.
Koreografi hingga Pengenalan Organisasi
Kegiatan diawali dengan kolaborasi kreatif berupa koreografi bersama seluruh mahasiswa baru di area inner court FTDI UII. Agenda tersebut menjadi simbol kebersamaan sekaligus penanda dimulainya perjalanan akademik mereka sebagai bagian dari keluarga besar FTDI UII.
Setelah itu, mahasiswa baru diperkenalkan dengan jajaran pimpinan fakultas dan program studi. Mereka juga memperoleh pemaparan profil Program Studi Teknik Sipil, Arsitektur, dan Teknik Lingkungan.
Penyematan atribut secara simbolis kepada perwakilan mahasiswa dari ketiga program studi turut dilakukan. Penyematan tersebut menandai diterimanya mahasiswa baru sebagai bagian dari keluarga besar FTDI UII.
Tak hanya lingkungan akademik, mahasiswa juga diperkenalkan dengan organisasi kemahasiswaan melalui sesi bersama Lembaga Eksekutif Mahasiswa (LEM) dan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ).
Kehadiran organisasi kemahasiswaan tersebut diharapkan menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan di luar perkuliahan. Pengalaman berorganisasi juga diarahkan untuk mengasah kepemimpinan, komunikasi, kreativitas, kemampuan berorganisasi, serta kepedulian sosial.
Kolaborasi Tiga Bidang
Dekan FTDI UII Miftahul Fauziah menjelaskan bahwa semangat Engineer the Future, Sustain the World mencerminkan komitmen FTDI UII untuk menjawab persoalan infrastruktur, tata ruang, perkotaan, dan lingkungan secara lebih utuh.
Menurutnya, Teknik Sipil, Arsitektur, dan Teknik Lingkungan tetap berkembang dengan identitas keilmuan masing-masing. Pada saat yang sama, ketiga bidang tersebut semakin terhubung melalui ruang kolaborasi yang lebih kuat.
“Masa depan tidak cukup hanya dibangun, tetapi perlu direkayasa dan dirancang secara bertanggung jawab. Mahasiswa FTDI UII diharapkan mampu menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi manusia sekaligus memastikan keberlanjutan bumi tetap terjaga,” ujar Miftahul Fauziah, Kamis (3/9/2026).
Pesan serupa disampaikan Wakil Dekan Bidang Akademik, Riset, dan Rekognisi FTDI UII, Yunalia Muntafi. Ia mengarahkan mahasiswa baru agar memandang perkuliahan sebagai proses pengembangan diri secara menyeluruh. Penguasaan kompetensi akademik, menurutnya, perlu berjalan bersama rasa ingin tahu, integritas, kemampuan berkolaborasi, dan keberanian menghasilkan karya yang bermanfaat.
“Mahasiswa perlu memanfaatkan perjalanan akademiknya untuk terus belajar, bertanya, meneliti, berkolaborasi, dan menghasilkan karya. Sejak awal, mahasiswa FTDI UII perlu membangun rekam jejak akademik dan nonakademik yang baik agar mampu memperoleh rekognisi serta berkontribusi pada tingkat nasional maupun internasional,” tutur Yunalia Muntafi.
Yunalia juga mendorong mahasiswa untuk aktif mengikuti penelitian, kompetisi, kegiatan ilmiah, organisasi, pengabdian kepada masyarakat, program mobilitas, dan berbagai bentuk kolaborasi lintas program studi.
Berbagai kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menghubungkan pengetahuan yang diperoleh di kelas dengan persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.
Peran Teknik Sipil, Arsitektur, dan Teknik Lingkungan
Dalam ekosistem FTDI UII, Teknik Sipil memiliki peran dalam pengembangan infrastruktur yang aman, tangguh, dan berkelanjutan.
Arsitektur berkontribusi melalui perancangan ruang dan lingkungan binaan yang fungsional, kontekstual, dan berorientasi pada manusia. Sementara itu, Teknik Lingkungan mengembangkan pendekatan rekayasa untuk melindungi lingkungan, mengelola sumber daya, serta mendukung pembangunan berkelanjutan.
Kolaborasi ketiga bidang tersebut dinilai semakin penting untuk menghadapi tantangan perubahan iklim, urbanisasi, kebutuhan infrastruktur yang tangguh, transformasi digital, pengelolaan sumber daya, dan peningkatan kualitas lingkungan hidup.
Karena itu, mahasiswa FTDI UII didorong memiliki perspektif lintas disiplin tanpa meninggalkan kedalaman kompetensi pada bidang keilmuan masing-masing.
Komitmen Kampus Berkelanjutan Dimulai dari Kebiasaan
Semangat keberlanjutan dalam penyambutan mahasiswa baru tidak berhenti pada tema kegiatan. FTDI UII menerapkannya secara langsung melalui sejumlah langkah sederhana selama acara berlangsung.
Mahasiswa baru diminta membawa botol minum guna ulang, sedangkan panitia menyediakan fasilitas pengisian air minum. Peserta juga diimbau mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan tisu untuk menekan timbulan sampah selama kegiatan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kebiasaan yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan. Nilai keberlanjutan tidak hanya diperkenalkan sebagai konsep akademik, tetapi juga diterapkan melalui tindakan sederhana dan konsisten dalam kehidupan kampus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Satgas Karhutla Jambi menangkap pelaku pembakaran lahan di Sungai Gelam, Muaro Jambi. Api membakar sekitar 600 meter persegi lahan.
Pemotor tewas setelah terperosok ke jurang sedalam 7 meter di Jalan Jogja-Wonosari, Putat, Patuk, Gunungkidul.
JAMSTEC Jepang mengembangkan DeepLitterAI untuk mendeteksi dan menghitung sampah di dasar laut. Sistem ini bisa menganalisis rekaman hingga 3,1 kali lebih cepat
Pembahasan forum mencakup tata kelola teknologi informasi, konektivitas jaringan riset dan pendidikan, ketahanan siber, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan
Bansos warga Kulonprogo terhenti bukan hanya karena indikasi judi online. Kesalahan data kepemilikan listrik juga membuat KPM harus diverifikasi ulang.
Gempa M5,4 mengguncang Cilacap saat salat Jumat. Getaran dirasakan hingga Jogja dan BMKG memastikan gempa tidak berpotensi tsunami.