BMW Cetak Sejarah Baru, Penjualan Mobil Listrik Tembus 2 Juta Unit
BMW Group mencetak sejarah dengan penjualan mobil listrik murni mencapai 2 juta unit global. BMW iX3 menjadi motor utama pertumbuhan kendaraan listrik terbaru.
Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terpilih masa khidmat 2026-2031 KH Miftachul Akhyar saat ditemui usai sidang musyawarah mufakat Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) Muktamar ke-35 NU di kediaman muasis atau pendiri NU KH Wahab Hasbullah, Minggu (30/8/2026) malam. /Bisnis-Julianus Palermo
Harianjogja.com, JOGJA—KH Miftachul Akhyar kembali dipercaya memegang posisi Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk Masa Khidmah 2026–2031. Ulama asal Surabaya tersebut sebelumnya juga pernah menduduki posisi tertinggi di jajaran Syuriyah PBNU.
Keputusan tersebut diambil dalam persidangan Muktamar ke-35 NU yang berlangsung di Gedung Serba Guna Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Minggu (30/8/2026) malam.
Sebelum dipercaya kembali sebagai Rais Aam, Kiai Miftach terlebih dahulu terpilih menjadi salah satu anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA).
Posisi tersebut kembali mempertemukan Kiai Miftach dengan forum yang pernah mengantarkannya ke pucuk kepemimpinan Syuriyah NU pada periode sebelumnya.
Pada Muktamar ke-34 NU, ia juga menjadi anggota AHWA sebelum kemudian mendapat amanah sebagai Rais Aam.
Kembalinya Kiai Miftach ke posisi tersebut sekaligus menandai keberlanjutan kepemimpinan di jajaran ulama PBNU.
Putra Kiai dari Surabaya
KH Miftachul Akhyar lahir di Surabaya pada 1953. Ia merupakan putra KH Abdul Ghoni, pengasuh Pondok Pesantren Tahsinul Akhlaq Rangkah.
Kiai Miftach merupakan anak kesembilan dari 13 bersaudara.
Ia tumbuh dalam lingkungan keluarga pesantren yang kuat. Ayahnya dikenal sebagai seorang kiai yang sangat memuliakan para tamu.
Lingkungan tersebut turut membentuk perjalanan pendidikan agama Kiai Miftach sejak usia muda.
Ia kemudian menimba ilmu di sejumlah pondok pesantren di Pulau Jawa. Dari perjalanan tersebut, terbentuk jaringan keilmuan yang menghubungkan berbagai pesantren di Jawa Timur hingga Jawa Tengah.
Menimba Ilmu di Pesantren Besar
Perjalanan keilmuan Kiai Miftach memiliki kaitan dengan sejumlah pesantren besar di Indonesia.
Di antaranya adalah Pondok Pesantren Tambakberas, Sidogiri, dan Lasem.
Tambakberas bahkan menjadi bagian penting dalam perjalanan keilmuannya. Karena itu, tempat berlangsungnya Muktamar ke-35 NU bukanlah lokasi yang asing bagi dirinya.
Selain belajar di pesantren, Kiai Miftach juga mengikuti Majelis Ta'lim Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki di Malang ketika ulama asal Makkah tersebut masih mengajar di Indonesia.
Pengalaman belajar dari berbagai lingkungan pesantren dan majelis ilmu tersebut kemudian menjadi bagian dari perjalanan panjang Kiai Miftach sebagai ulama.
Mendirikan Pondok Pesantren Miftachus Sunnah
Sepulang dari berbagai perjalanan keilmuan, Kiai Miftach juga membangun pusat pendidikan agama di Surabaya.
Ia mendirikan Pondok Pesantren Miftachus Sunnah di Kedung Tarukan, Surabaya.
Awalnya, Kiai Miftach hanya memiliki niat untuk tinggal di rumah peninggalan kakeknya.
Namun, kepeduliannya terhadap kehidupan keagamaan masyarakat di lingkungan sekitar membuatnya mulai membuka pengajian.
Kegiatan tersebut kemudian berkembang hingga menjadi sebuah pondok pesantren.
Selain mengasuh pesantren, Kiai Miftach juga memiliki rutinitas mengajarkan kitab al-Hikam karya Ibnu 'Athaillah al-Sakandari.
Pengajian kitab tersebut dilaksanakan setiap selesai salat Jumat.
Kiprah Panjang Bersama NU
Keterlibatan Kiai Miftach dalam organisasi NU telah berlangsung sejak tingkat daerah.
Ia pernah dipercaya sebagai Rais Syuriyah PCNU Surabaya untuk periode 2000–2005.
Kariernya kemudian berlanjut di tingkat Jawa Timur. Ia menjabat Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur pada periode 2007–2013 dan kembali dipercaya untuk periode 2013–2018.
Pengalaman tersebut membawanya ke jajaran kepengurusan NU tingkat nasional.
Kiai Miftach kemudian menjadi Wakil Rais Aam PBNU untuk periode 2015–2020.
Pada 2018–2020, ia juga dipercaya sebagai Penjabat Rais Aam PBNU.
Pengalaman panjang tersebut membuat namanya menjadi salah satu tokoh penting dalam jajaran Syuriyah NU.
Kembali Memimpin Syuriyah PBNU
Kini, perjalanan panjang tersebut kembali membawanya ke posisi Rais Aam.
Setelah terpilih sebagai anggota AHWA dalam Muktamar ke-35 NU, Kiai Miftach dipercaya kembali memimpin jajaran Syuriyah PBNU untuk Masa Khidmah 2026–2031.
Terpilihnya kembali Kiai Miftach menunjukkan kesinambungan kepemimpinan di jajaran ulama NU.
Dari perjalanan pendidikan di berbagai pesantren, mendirikan lembaga pendidikan agama di Surabaya, hingga menempati berbagai posisi strategis dalam organisasi NU, Kiai Miftach kini kembali mendapat amanah besar.
Sebagai Rais Aam, ia akan menjadi salah satu tokoh utama dalam menentukan arah keagamaan dan kebijakan Syuriyah PBNU selama periode 2026–2031.
Kembalinya Kiai Miftach juga menjadi bagian dari perjalanan panjang seorang ulama yang ditempa oleh tradisi pesantren Nusantara dan kemudian dipercaya mengemban amanah di tingkat nasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BMW Group mencetak sejarah dengan penjualan mobil listrik murni mencapai 2 juta unit global. BMW iX3 menjadi motor utama pertumbuhan kendaraan listrik terbaru.
Marc Marquez mengaku sempat melakukan kesalahan besar sebelum akhirnya menjuarai MotoGP Aragon 2026. Simak pengakuan lengkap pebalap Ducati tersebut.
Sinopsis film Siti si Vampir yang dibintangi Satine Zaneta dan Ciccio Manassero. Film horor komedi ini tayang di bioskop Indonesia mulai 22 Oktober 2026.
Mengedepankan semangat kolaborasi dan kreativitas, CRSL Meet Fren resmi menggandeng Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM dalam sebuah kolaborasi
Harga BBM Pertamina hari ini 31 Agustus 2026 masih mengacu tarif Agustus. Simak daftar harga Pertamax, Pertalite, Dexlite hingga Pertamina Dex menjelang penyesu
Inter Milan puncaki klasemen Serie A usai menang 1-0 atas Cagliari. Como kalahkan Napoli 2-1 di San Paolo. Cek hasil lengkap pekan kedua Liga Italia.