ATR/BPN Luncurkan 3 Kebijakan, Layanan Pertanahan Diubah
Kementerian ATR/BPN meluncurkan tiga kebijakan baru pertanahan: pengukuran terjadwal, peralihan hak terintegrasi, dan organisasi berbasis wilayah.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. - Antara
Harianjogja.com, JAKARTA—Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkap alasan dirinya maju dalam proses pencalonan sebagai Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Ia menyebut pencalonan tersebut merupakan amanah Presiden Prabowo Subianto agar Indonesia dapat meningkatkan keterwakilan negara-negara berkembang di lembaga global.
Budi mengatakan Presiden Prabowo melihat Indonesia sebagai negara besar yang hingga kini belum pernah menempatkan warga negaranya sebagai pimpinan tertinggi lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
“Itu kan amanah dari Bapak Presiden, yang menyampaikan bahwa kita adalah negara besar, tapi belum pernah menjadi orang nomor satu di lembaga PBB. Jadi beliau melihat ada kesempatan seperti itu, ya diminta agar cobalah maju,” kata Budi seusai menghadiri konferensi pers pengesahan program studi baru Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di Rumah Sakit Penyelenggara Pendidikan Utama (RSPPU) Tahap I 2026 di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Senin (31/8/2026).
Menurut Budi, dirinya siap menjalankan penugasan tersebut apabila telah mendapatkan mandat dari Presiden.
“Ya saya kalau ditugaskan oleh Bapak Presiden, ya harus kita lakukan,” ujarnya.
Budi Bawa Aspirasi Negara Global South
Budi menilai pencalonannya bertepatan dengan meningkatnya aspirasi negara-negara berkembang agar memiliki keterwakilan lebih kuat dalam kepemimpinan lembaga-lembaga internasional.
“Kebetulan pada kesempatan ini banyak sekali negara-negara yang merasa bahwa perwakilan atau suara dari negara-negara berkembang atau global south ini harus lebih didengar,” katanya.
Ia mengatakan negara-negara Global South memiliki populasi yang besar, tetapi secara umum menghadapi tingkat kemiskinan yang lebih tinggi dibandingkan negara maju. Karena itu, kepentingan negara berkembang dinilai perlu mendapatkan ruang lebih besar dalam pengambilan keputusan di tingkat global.
“Karena mereka kan dari sisi populasi lebih banyak dan lebih miskin. Sehingga perlu lah ada wakil dari negara-negara global south atau negara-negara berkembang di pimpinan lembaga-lembaga dunia seperti ini,” tutur Budi.
Pemilihan Dirjen WHO Masih Panjang
Budi menjelaskan proses pemilihan Direktur Jenderal WHO masih membutuhkan waktu dan akan berlangsung dalam dua tahapan.
Dia menyebut pada Januari mendatang akan dilakukan proses seleksi untuk mengerucutkan kandidat menjadi tiga orang oleh Executive Board WHO. Setelah itu, pemilihan akhir akan dilakukan pada Mei dengan mekanisme satu negara memiliki satu suara.
“Prosesnya masih lama, ada dua tahapan. Januari akan dipilih menjadi tiga oleh Executive Board WHO, dan kemudian nanti bulan Mei baru dilakukan pemilihan karena satu negara satu suara,” jelasnya.
Untuk saat ini, Budi mengatakan dirinya masih fokus menyelesaikan berbagai pekerjaan sebagai Menteri Kesehatan.
“Sekarang lagi sibuk ngeberesin kerjaan juga ada di sini,” katanya.
Saat ditanya mengenai poin-poin yang akan dibawa apabila nantinya terpilih memimpin WHO, Budi belum membeberkannya.
“Nanti berikutnya,” katanya.
Budi Masuk Daftar Calon Potensial
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin masuk dalam daftar prospective candidates atau calon potensial untuk posisi Direktur Jenderal WHO. Dalam daftar yang dipublikasikan WHO, Budi tercatat sebagai kandidat yang diusulkan oleh Indonesia.
Selain Budi, WHO mencantumkan tiga nama lain sebagai calon potensial. Mereka adalah Dr. Hanan Mohammed Al-Kuwari yang diusulkan Qatar, Dr. Hanan Balkhy yang diusulkan Arab Saudi, serta Dr. Hans Henri P. Kluge yang diusulkan Belgia.
Namun, status prospective candidate belum berarti Budi resmi menjadi kandidat final dalam pemilihan Direktur Jenderal WHO. Berdasarkan laman utama WHO, nama-nama calon dapat terlebih dahulu diakui sebagai calon potensial sebelum pengumuman resmi seluruh kandidat dan proposal dari negara anggota.
Proposal Negara Anggota Masih Dibuka
Proses pemilihan Direktur Jenderal WHO untuk periode berikutnya telah dimulai pada April 2026. Negara-negara anggota masih dapat mengajukan proposal hingga 24 September 2026.
Setelah proses pengajuan berakhir, Dewan Eksekutif WHO pada sidang ke-160 pada 2027 akan melakukan proses seleksi dan mengajukan maksimal tiga kandidat kepada World Health Assembly (WHA).
Direktur Jenderal WHO kemudian akan dipilih oleh WHA dalam sidang ke-80 yang dijadwalkan berlangsung pada Mei 2027. Direktur Jenderal terpilih dijadwalkan mulai menjalankan masa jabatan pada 16 Agustus 2027.
Rekam Jejak Budi di Agenda Kesehatan Global
Budi Gunadi Sadikin telah menjabat sebagai Menteri Kesehatan Indonesia dan aktif dalam berbagai agenda kesehatan global. Dalam sejumlah forum WHO, Budi terlibat dalam pembahasan isu seperti pengendalian tuberkulosis, produksi vaksin, penguatan sistem kesehatan, hingga akses kesehatan global.
WHO, misalnya, mencatat keterlibatan Indonesia di bawah kepemimpinan Budi dalam pengembangan kandidat vaksin tuberkulosis M72/AS01E.
Jika terpilih, Direktur Jenderal WHO akan menjadi pejabat teknis dan administratif tertinggi organisasi tersebut. Posisi itu bertugas memimpin agenda kesehatan global, mengawasi kerja WHO, mewakili organisasi di tingkat internasional, serta mendukung negara-negara anggota dalam meningkatkan kesehatan masyarakat.
Saat ini, posisi Direktur Jenderal WHO masih dipegang oleh Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus. Masa jabatan keduanya berakhir pada 15 Agustus 2027, sehingga pemilihan penggantinya menjadi salah satu agenda penting WHO dalam periode 2026–2027.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Kementerian ATR/BPN meluncurkan tiga kebijakan baru pertanahan: pengukuran terjadwal, peralihan hak terintegrasi, dan organisasi berbasis wilayah.
Praperadilan Febrie Adriansyah ditolak PN Jaksel. Hakim membeberkan pertimbangan soal penetapan tersangka, penggeledahan, hingga TPPU.
Djokovic tersingkir di babak pertama US Open 2026 setelah kalah dari Mariano Navone. Kondisi fisik membuatnya gagal mempertahankan keunggulan.
Pasar tradisional Bantul menghadapi penurunan aktivitas. Pemkab menggerakkan ASN berbelanja setiap Jumat untuk menghidupkan ekonomi pasar.
Hutan lereng Merapi sisi selatan memiliki medan lebat dan terjal. Tim SAR mengimbau warga tidak masuk hutan seorang diri.
Budi Gunadi Sadikin mengungkap alasan maju sebagai calon Dirjen WHO atas amanah Presiden Prabowo Subianto. Ini tahapan pemilihannya.