Ledakan Tabung Oksigen di Kelapa Gading Tewaskan Satu Orang
Ledakan tabung oksigen di PT Sinergi Berkat Gasindo, Kelapa Gading, menewaskan satu orang dan melukai seorang lainnya.
Kapal-kapal komersial dan tanker minyak yang bersiap melintasi Selat Hormuz—salah satu jalur perairan strategis paling krusial bagi arus perdagangan global—masih menunggu di Teluk Oman pada 17 Juni 2026. Antara/Shady Alassar - Andolu Agency
Harianjogja.com, MOSKOW— Iran mengancam akan memblokir pengiriman minyak melalui Selat Hormuz apabila Amerika Serikat melanjutkan perang ekonomi terhadap Teheran. Ancaman tersebut disampaikan Sekretaris Dewan Keamanan Iran Mohsen Rezaei, Ahad.
Mohsen Rezaei menegaskan bahwa Iran tidak hanya akan menghentikan ekspor minyak melalui Selat Hormuz, tetapi juga dari seluruh kawasan Teluk Persia apabila tekanan ekonomi Amerika Serikat terus berlangsung.
"Jika perang ekonomi terus berlanjut, tidak akan ada setetes minyak pun yang diekspor, baik melalui Selat Hormuz atau dari mana pun di Teluk Persia. Iran akan menganggap partisipasi atau dukungan negara manapun terhadap perang ekonomi Amerika terhadap rakyat Iran sebagai tindakan perang," ujar pejabat tersebut di X.
AS Mulai Operasi Ekonomi terhadap Iran
Ancaman Iran itu muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan dimulainya operasi ekonomi terhadap Iran.
Trump menyebut operasi tersebut sebagai "isolasi dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya" dan menyerukan negara-negara sekutu untuk bergabung dengan AS.
Di sisi lain, Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent mengatakan negaranya kini telah memasuki tahap akhir konflik dengan Iran setelah peluncuran operasi ekonomi oleh AS terhadap Iran.
Bessent akan memaparkan rincian langkah-langkah ekonomi tersebut dalam konferensi pers pada Senin.
"Presiden Donald Trump dan kekuatan militer kami yang luar biasa telah secara signifikan melumpuhkan kemampuan militer Iran dan melemahkan program nuklirnya. Kini, kami memasuki tahap akhir. Saat fajar menyingsing akan dimulai 'Hari-H' ekonomi, serangan finansial terbesar yang pernah dilancarkan terhadap seorang musuh," kata Bessent dalam sebuah artikel opini di Financial Times.
Ketegangan AS-Iran Sejak 28 Februari
Ketegangan antara AS dan Iran dimulai pada 28 Februari saat AS dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran, yang kemudian dibalas Iran dengan menyerang pihak lawan.
Pada Maret, AS dan Israel menyerang sasaran di ladang gas South Pars serta kawasan industri Assaluyeh di Iran selatan.
Juni lalu, Iran dan AS menandatangani nota kesepahaman mengenai penghentian permusuhan. Namun, tidak lama kemudian, kedua pihak kembali saling melancarkan serangan.
Konflik tersebut hingga kini belum terselesaikan. Meski demikian, kedua pihak tidak sedang bertempur secara langsung, sementara AS mengandalkan tekanan ekonomi terhadap Iran.
Trump Tetap Buka Opsi Militer
Presiden AS Donald Trump mengumumkan peluncuran operasi ekonomi terhadap Iran pada Kamis (20/8) dan menyebutnya sebagai isolasi pada skala yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ia juga menyerukan agar negara sekutu ikut bergabung dengan AS.
Namun, Trump mengatakan peralihan Washington ke strategi perang ekonomi terhadap Teheran tidak berarti AS mengesampingkan opsi militer.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Ledakan tabung oksigen di PT Sinergi Berkat Gasindo, Kelapa Gading, menewaskan satu orang dan melukai seorang lainnya.
Pemain timnas Laos Soukphachan Lueanthala ditangkap terkait dugaan penyuapan, perjudian ilegal, dan manipulasi laga Piala AFF 2026.
Setahun hadir, aplikasi TRING! Pegadaian mencatat lebih dari 7,5 juta nasabah dan 48 juta transaksi dengan nilai mencapai Rp113 triliun.
Defisit APBN September 2026 mencapai Rp319 triliun atau 1,24% PDB. Angka ini turun 14,13% dibandingkan September 2025.
Kustomfest ke-15 di JEC mendorong industri kreatif otomotif terus berinovasi menghadapi tekanan ekonomi dan persaingan produk China.
Wantimpres menyiapkan enam bidang kerja untuk 26 anggota. Pratikno menyebut pembidangan belum final dan akan tetap fleksibel.