Bulan UMKM Nasional, KiriminAja Dorong Seller Perkuat Retensi

Newswire
Newswire Sabtu, 15 Agustus 2026 06:57 WIB
Bulan UMKM Nasional, KiriminAja Dorong Seller Perkuat Retensi

Digitalisasi UMKM tak cukup mengandalkan marketplace. UMKM didorong pengelolaan transaksi, pelanggan, dan pengiriman yang terintegrasi. /Istimewa.

Harianjogja.com, JAKARTA— Digitalisasi UMKM tidak lagi cukup dimaknai sebagai upaya menjual produk melalui sebanyak mungkin platform. Ketika pelanggan datang dari WhatsApp, media sosial, website, marketplace, hingga berbagai kanal digital lainnya, pelaku usaha membutuhkan pengelolaan yang lebih terstruktur agar transaksi, komunikasi, dan pembelian ulang tidak berjalan secara terpisah.

Kondisi tersebut menjadi perhatian KiriminAja dalam momentum Bulan UMKM Nasional. Perusahaan menilai perubahan perilaku konsumen membuat pelaku usaha perlu memahami perjalanan pelanggan secara lebih utuh, mulai dari saat konsumen menemukan produk, melakukan pembelian, hingga kembali bertransaksi.

Tanpa pengelolaan yang terstruktur, data pelanggan berisiko tersebar di berbagai kanal. Aktivitas follow-up, promosi, maupun pengingat pembelian ulang juga berpotensi tidak dilakukan secara konsisten.

Digitalisasi UMKM 

Marketplace masih menjadi salah satu kanal penting bagi banyak seller. Namun, ketika pola belanja konsumen semakin beragam, pelaku usaha juga membutuhkan kemampuan membangun hubungan secara langsung serta mengelola penjualan melalui kanal yang dimiliki sendiri.

Kanal mandiri tidak harus menggantikan marketplace. Sebaliknya, kanal tersebut dapat menjadi pelengkap yang memberi fleksibilitas bagi seller untuk menjangkau konsumen sekaligus membangun basis pelanggan yang dapat dikelola dalam jangka panjang.

"Kami hadir untuk membantu proses tersebut berjalan lebih mudah, mulai dari checkout, pengelolaan pelanggan, hingga pengiriman,” ujar Fariz GTJ, CEO KiriminAja dikutip Sabtu (15/8/2026).

Untuk mendukung kebutuhan tersebut, KiriminAja mengembangkan ekosistem yang menghubungkan transaksi, pengelolaan pelanggan, dan fulfillment dalam satu rangkaian.

Pendekatan ini membuat digitalisasi tidak berhenti pada kehadiran sebuah bisnis di berbagai platform. Pelaku usaha juga diarahkan untuk mengelola proses yang terjadi setelah calon konsumen menemukan produk hingga konsumen kembali melakukan transaksi.

Checkout Link

Salah satu layanan yang dikembangkan ialah Checkout Link. Fitur tersebut memungkinkan seller mengarahkan calon pelanggan dari WhatsApp, Instagram, TikTok, maupun kanal digital lain menuju proses pemesanan yang lebih terstruktur.

Dengan mekanisme tersebut, traffic yang berasal dari media sosial atau percakapan dengan konsumen dapat diarahkan menjadi transaksi yang lebih mudah dikelola. Seller juga dapat mengurangi ketergantungan terhadap pencatatan pesanan secara manual ketika jumlah transaksi mulai bertambah.

Bagi KiriminAja, keberhasilan transaksi pertama belum mengakhiri perjalanan pelanggan. Konsumen yang sudah pernah membeli justru menjadi bagian penting yang perlu dikelola setelah transaksi berlangsung.

Atas dasar itu, KiriminAja menghadirkan Repeat Order Management System (ROMS). Sistem tersebut membantu seller mengelola komunikasi dengan pelanggan lama secara lebih terstruktur, termasuk menyampaikan pengingat pembelian ulang dan informasi promosi melalui WhatsApp.

Pengelolaan pelanggan lama dinilai penting karena pertumbuhan bisnis tidak hanya ditentukan oleh jumlah konsumen baru. Kemampuan mempertahankan pelanggan yang sudah pernah melakukan transaksi juga menjadi bagian dari upaya membangun pertumbuhan bisnis.

"Melalui ROMS, kami membantu seller menjalankan reminder, promosi, dan komunikasi pelanggan secara lebih terstruktur agar repeat order dapat dikelola tanpa menambah beban kerja manual,” ujar Muhammad Army, Head of Product KiriminAja.

Menurut Army, pola pembelian ulang semakin relevan ketika biaya dan upaya mendapatkan pelanggan baru terus menjadi perhatian pelaku usaha. Pengelolaan pelanggan yang lebih baik memberi peluang kepada seller untuk membangun hubungan yang lebih panjang dengan konsumen setelah pembelian pertama.

Perjalanan pelanggan tidak berhenti ketika proses checkout selesai. Pengalaman konsumen juga dipengaruhi berbagai proses setelah transaksi, termasuk kemampuan memantau pengiriman, pilihan metode pembayaran, serta penanganan paket ketika mengalami kendala.

KiriminAja menghubungkan kanal penjualan mandiri dengan layanan fulfillment dan logistik untuk kebutuhan tersebut. Dalam satu ekosistem, seller dapat mengakses berbagai pilihan ekspedisi, mengelola pengiriman COD maupun non-COD, melacak paket, hingga menangani kebutuhan retur.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online