KPK Ungkap Dugaan Suap Pengadaan Barang dan Jasa dalam OTT Bupati Klaten
KPK mendalami dugaan suap pengadaan barang dan jasa di Pemkab Klaten serta dugaan pemberian kepada oknum BPK terkait audit dalam OTT Bupati Hamenang.
Mitra GrabMerchant Jogja berfoto bersama usai acara. Teras Perwira menjadi ruang bagi Mitra GrabMerchant untuk saling belajar, berbagi pengalaman, dan mengembangkan usaha melalui pemanfaatan teknologi, penguatan literasi keuangan, serta kolaborasi, Selasa (8/9/2026) ist
Harianjogja.com, JOGJA— Persaingan bisnis yang semakin ketat membuat pelaku UMKM perlu lebih adaptif memanfaatkan teknologi dan mengelola keuangan. Kondisi tersebut menjadi perhatian Grab dan OVO Finansial melalui program Teras Perwira Spesial Ulang Tahun 2026 yang tahun ini menjangkau 1.400 Mitra GrabMerchant di 10 kota Indonesia, termasuk Jogja.
Program yang memasuki tahun kelima tersebut berlangsung sepanjang Agustus hingga awal September 2026 dengan tema “Cerdas Jualannya, Tangguh Usahanya”. Kegiatan digelar bertepatan dengan momentum Hari UMKM Nasional dan Bulan Literasi Keuangan 2026.
Selain Jogja, Teras Perwira digelar di Medan, Bandung, Palembang, Semarang, Surabaya, Denpasar, Makassar, Balikpapan, dan Jakarta.
Melalui workshop, para merchant mendapatkan pembekalan mengenai pemasaran digital, perhitungan Harga Pokok Penjualan (HPP), tren konsumen hingga pemanfaatan teknologi untuk mendukung operasional usaha.
Salah satu materi yang diberikan adalah pemanfaatan GrabAds untuk meningkatkan visibilitas produk. Merchant juga dikenalkan dengan BisaMatika untuk membantu menghitung HPP, biaya layanan dan komisi promosi sehingga penentuan harga jual dapat dilakukan lebih tepat.
Selain itu, terdapat Asisten AI GrabMerchant yang dapat dimanfaatkan sebagai mitra diskusi terkait performa toko, ide menu maupun strategi promosi.
Director of Commercial Grab Indonesia Roy Nugroho mengatakan pelaku usaha perlu memahami perilaku konsumen sekaligus memanfaatkan data dan teknologi untuk menghadapi perubahan pasar.
“Merchant perlu memahami tren dan perilaku konsumen, meningkatkan visibilitas produk, berinovasi melalui kolaborasi, serta memanfaatkan data dan teknologi seperti GrabAds dan Asisten AI GrabMerchant,” kata Roy melalui keterangan persnya, Jumat (11/9/2026)
Dari sisi finansial, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai pengelolaan keuangan dan akses permodalan melalui GrabModal Mantul by OVO Finansial. Hingga kini, layanan tersebut telah menyalurkan pendanaan lebih dari Rp6 triliun kepada lebih dari 445.000 mitra UMKM dan pengemudi dalam ekosistem Grab.
Program juga mengenalkan fitur Jeda Bayar yang memberikan kelonggaran pembayaran dalam kondisi tertentu.
Salah satu peserta, Adli Abu Abdillah, pemilik Geprek Yuksss di Makassar, mengatakan pemanfaatan GrabAds dan inovasi produk membantu usahanya berkembang. Ia menyebut pendapatan bisnisnya tumbuh lebih dari 120% dalam setahun terakhir.
Sementara itu, Lindawati, pemilik Nasi Goreng Capcay Kedai Mimo Surabaya, menilai pembekalan mengenai keuangan dan pemasaran memberikan perspektif baru dalam mengambil keputusan bisnis.
Melalui Teras Perwira, Grab dan OVO Finansial berharap pelaku UMKM semakin siap mengelola usaha, memanfaatkan teknologi, dan mengambil keputusan finansial secara lebih terencana agar bisnis dapat tumbuh berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KPK mendalami dugaan suap pengadaan barang dan jasa di Pemkab Klaten serta dugaan pemberian kepada oknum BPK terkait audit dalam OTT Bupati Hamenang.
Koalisi Arab menyebut serangan Houthi ke sejumlah bandara Arab Saudi menewaskan 19 orang dan melukai 364 lainnya.
Kementerian Kebudayaan dan CTI menyiapkan pengusulan tenun Indonesia ke UNESCO dengan memperkuat basis data, dokumentasi, dan pelestarian tradisi.
Pasar modest fashion global diproyeksikan mencapai US$444 miliar pada 2029. Indonesia punya peluang melalui wastra dan keunikan budaya.
IHSG anjlok 8,01% ke level 5.393,92 pada pembukaan 16 Oktober 2026. BEI memberlakukan trading halt selama 30 menit.
BPGMN akan melibatkan akademisi dan tenaga profesional untuk memetakan risiko kebakaran, memprediksi kekeringan gambut, serta memperkuat pengelolaan mangrove.