Kebiasaan Sikat Gigi Warga RI Ternyata Keliru, Ini Kata PB PDGI
PB PDGI menyebut 95% masyarakat Indonesia rutin sikat gigi, namun kurang dari 3% yang melakukannya di waktu tepat: setelah sarapan dan sebelum tidur.
Foto ilustrasi gelombang tinggi. - Freepik
Harianjogja.com, DENPASAR—Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar memperingatkan potensi gelombang laut tinggi hingga 6 meter di sejumlah perairan selatan Bali pada 5-8 Agustus 2026. Kondisi tersebut dipicu oleh aktifnya monsun Australia yang menyebabkan angin bertiup kencang secara konsisten di wilayah perairan.
Prakirawan BBMKG Wilayah III Denpasar, Luh Nyoman Didik Tri Utami, menjelaskan fenomena tersebut terjadi karena angin dari arah timur hingga selatan bertiup dengan kecepatan mencapai 25 knot atau sekitar 46 kilometer per jam.
“Gelombang laut tinggi di perairan selatan Bali saat ini terjadi akibat aktifnya monsun Australia,” kata Luh Nyoman Didik Tri Utami di Denpasar, Selasa.
Monsun Australia Picu Gelombang Tinggi
Didik menjelaskan, angin kencang yang bergerak di atas perairan terbuka Samudera Hindia tanpa hambatan memindahkan energi secara intensif ke permukaan laut.
Kondisi tersebut menyebabkan tinggi gelombang meningkat, terutama ketika massa air bergerak menuju wilayah perairan yang lebih dangkal.
Menurut BBMKG, gelombang setinggi 4-6 meter diprakirakan terjadi di perairan selatan Bali dan Selat Lombok bagian selatan selama periode 5-8 Agustus 2026.
Sejumlah Perairan Lain Juga Berpotensi Bergelombang Tinggi
Selain dua kawasan tersebut, Selat Badung dan Selat Bali bagian selatan diprakirakan mengalami gelombang dengan ketinggian 2-4 meter.
Sementara itu, di Selat Lombok bagian utara, tinggi gelombang diperkirakan berada pada kisaran 1,25-2,5 meter.
BMKG Ingatkan Risiko bagi Pelayaran
BBMKG Denpasar mengingatkan kondisi angin dan gelombang tinggi berpotensi membahayakan aktivitas pelayaran di wilayah tersebut.
Operator kapal feri diminta meningkatkan kewaspadaan apabila kecepatan angin mencapai 21 knot dengan tinggi gelombang sekitar 2,5 meter.
Selain itu, operator kapal tongkang juga diminta waspada ketika kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter.
Adapun nelayan yang menggunakan perahu kecil diimbau berhati-hati apabila kecepatan angin melebihi 15 knot atau sekitar 27 kilometer per jam, disertai tinggi gelombang mencapai 1,25 meter.
Masyarakat Diminta Pantau Informasi Cuaca
BBMKG mengimbau masyarakat, pelaku pelayaran, dan nelayan untuk terus memantau perkembangan cuaca dan kondisi gelombang laut melalui kanal resmi BMKG.
Informasi terbaru dapat diakses melalui media sosial @infobmkg, @bmkgbali, maupun aplikasi Info BMKG sebagai acuan sebelum melakukan aktivitas di laut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
PB PDGI menyebut 95% masyarakat Indonesia rutin sikat gigi, namun kurang dari 3% yang melakukannya di waktu tepat: setelah sarapan dan sebelum tidur.
Presiden FAM Ab Ghani Hassan menargetkan Malaysia mencapai final FIFA ASEAN Cup 2026. Harimau Malaya membawa 23 pemain, termasuk tiga nama baru.
Kejagung menyita 11 mobil milik PT PSMI terkait dugaan korupsi pemanfaatan kawasan hutan untuk perkebunan tebu di Lampung.
Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta mendorong civitas academica meningkatkan literasi dan kompetensi pemanfaatan kecerdasan artifisial
Disdikpora DIY memanggil Kepala SMAN 1 Sentolo untuk mendalami kasus pelecehan siswa. Satpam yang terlibat telah diganti personel.
Pemkab Gunungkidul melarang pendukung calon lurah menutup jalan selama kampanye Pilur. Sebanyak 630 personel TNI-Polri disiapkan.