Trump Kucurkan Rp81 Triliun untuk Perluas Program AI Nasional
Donald Trump - Instagram @realdonaldtrump
Harianjogja.com, JAKARTA—Gedung Putih mengumumkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump berkomitmen menggelontorkan pendanaan sebesar US$5 miliar atau sekitar Rp81 triliun untuk memperluas Genesis Mission. Program nasional tersebut memanfaatkan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk mempercepat penemuan ilmiah di berbagai bidang strategis.
Pendanaan tersebut diumumkan dalam rangkaian Genesis Mission Summit 2026 yang digelar pada Selasa (22/7/2026) waktu Amerika Serikat. Jika menggunakan kurs Rp16.200 per dolar AS, nilai investasi yang disiapkan mencapai sekitar Rp81 triliun.
Genesis Mission pertama kali diluncurkan melalui perintah eksekutif Presiden Trump pada November 2025. Pada awal pelaksanaannya, program tersebut berpusat di Departemen Energi (Department of Energy/DOE). Kini, Genesis Mission berkembang menjadi inisiatif lintas pemerintah yang melibatkan lebih dari 15 lembaga federal.
Asisten Presiden dan Direktur Kantor Kebijakan Sains dan Teknologi Gedung Putih, Michael Kratsios, mengatakan Amerika Serikat ingin melanjutkan tradisi pencapaian ilmiah nasional melalui kolaborasi lintas institusi dengan memanfaatkan kecerdasan buatan dalam skala yang belum pernah dilakukan sebelumnya.
"Pencapaian ilmiah terbesar Amerika lahir dari mobilisasi nasional yang disertai pembangunan institusi-institusi baru. Genesis Mission menjadi babak berikutnya dalam tradisi tersebut ketika kami bersama-sama memanfaatkan kecerdasan buatan untuk penemuan ilmiah dalam skala yang tidak dapat ditandingi negara lain di dunia," ujar Kratsios dikutip dari situs resmi Gedung Putih, Kamis (23/7/2026).
Selain pendanaan, pemerintah Amerika Serikat juga mengumumkan serangkaian National Science and Technology Challenges yang difokuskan untuk menyelesaikan berbagai persoalan nasional melalui pemanfaatan AI.
BACA JUGA
Dalam implementasinya, berbagai lembaga federal akan menyediakan hibah penelitian, peluang pendanaan, kumpulan data ilmiah, hingga fasilitas riset yang terintegrasi melalui American Science and Security Platform. Infrastruktur digital yang dikembangkan DOE tersebut dirancang untuk menghubungkan peneliti dengan data, komputasi berkinerja tinggi, serta perangkat AI.
Pemerintah Amerika Serikat menyatakan platform tersebut diharapkan mampu mempercepat proses riset pada berbagai bidang strategis, mulai dari kesehatan, energi, manufaktur, infrastruktur, hingga ketahanan pangan.
Di sektor kesehatan, salah satu program utama Genesis Mission adalah mengidentifikasi penyebab utama penyakit kronis dengan menggabungkan data kesehatan nasional, data pemantauan bahan kimia, riset biologi, serta kemampuan superkomputer milik DOE.
Program lainnya menargetkan percepatan penemuan terapi kanker anak dengan memanfaatkan AI untuk menganalisis ratusan subtipe kanker langka. Pemerintah Amerika Serikat juga akan mempercepat penemuan obat baru melalui integrasi data genomik, molekuler, klinis, dan data kesehatan dunia nyata.
Selain itu, Departemen Urusan Veteran (VA) akan memanfaatkan rekam medis elektronik dan data genom jutaan veteran untuk mengembangkan model AI yang mampu mendeteksi penyakit lebih dini sehingga pasien dapat memperoleh penanganan sebelum kondisinya memburuk.
Melalui Genesis Mission, Pemerintahan Trump menargetkan Amerika Serikat dapat mempertahankan posisinya sebagai pemimpin global dalam pengembangan AI sekaligus mempercepat lahirnya inovasi ilmiah yang berdampak langsung terhadap kesehatan masyarakat, ketahanan energi, keamanan nasional, dan daya saing ekonomi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Share