Amran Pastikan El Nino Tak Ganggu Pangan RI, Stok Beras 5,24 Juta Ton

Newswire
Newswire Selasa, 21 Juli 2026 13:47 WIB
Amran Pastikan El Nino Tak Ganggu Pangan RI, Stok Beras 5,24 Juta Ton

Penjual beras di Pasar Tradisional. - Antara


Harianjogja.com, JAKARTA—Pemerintah memastikan ancaman fenomena El Nino tidak akan mengganggu ketahanan pangan nasional. Keyakinan itu disampaikan Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang menegaskan berbagai langkah antisipasi telah disiapkan jauh sebelum potensi cuaca kering tersebut muncul.

Menurut Amran, pemerintah telah memperkuat cadangan pangan pemerintah (CPP) sebagai instrumen utama untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan apabila terjadi gangguan produksi akibat perubahan iklim.

"Sekarang alhamdulillah, ini atas arahan Bapak Presiden (Prabowo Subianto) tidak usah khawatir. El Nino yang dulu lebih dahsyat daripada sekarang," kata Amran dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Ia menyoroti bahwa prediksi El Nino yang sempat ramai dibicarakan sejak awal tahun belum menunjukkan dampak signifikan seperti yang dikhawatirkan sebelumnya. Bahkan sejumlah wilayah masih mengalami curah hujan tinggi hingga memicu banjir pada beberapa bulan terakhir.

"Ini ada El Nino Godzilla, bulan empat ternyata banjir. Bulan lima, bulan enam banjir. Bulan tujuh juga masih ada banjir. Nah, bulan delapan katanya lagi," ujar Amran.

Meski demikian, pemerintah tetap menyiapkan langkah mitigasi sejak dini agar produksi pangan nasional tetap terjaga. Menurut dia, kesiapsiagaan tersebut menjadi penting karena isu El Nino berpotensi memengaruhi psikologis petani dalam menentukan musim tanam.

"Alhamdulillah tidak jadi, tetapi bisa membuat petani takut tanam," katanya.

Stok Beras Nasional Tembus 5,24 Juta Ton

Salah satu faktor yang membuat pemerintah optimistis adalah tingginya cadangan pangan yang dimiliki saat ini.

Data Bapanas menunjukkan stok Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) dalam bentuk beras yang tersimpan di Perum Bulog mencapai 5,24 juta ton per 20 Juli 2026.

Selain itu, pemerintah daerah juga memiliki cadangan pangan yang tersebar di berbagai wilayah. Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) tingkat provinsi tercatat mencapai 7,35 ribu ton hingga akhir Juni 2026.

Sementara itu, CPPD tingkat kabupaten dan kota mencapai 13,15 ribu ton yang tersebar di 323 daerah di seluruh Indonesia.

Tak hanya beras, pemerintah juga memiliki stok komoditas strategis lainnya untuk menjaga stabilitas pasokan pangan.

Cadangan jagung pakan tercatat masih mencapai 176 ribu ton per 20 Juli 2026. Jagung tersebut terus disalurkan kepada peternak unggas melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan harga yang lebih terjangkau.

Di sisi lain, stok minyak goreng yang dikelola Perum Bulog dan ID Food mencapai sekitar 1.000 kiloliter. Untuk gula konsumsi, pemerintah masih memiliki cadangan sekitar 2,79 ribu ton.

Adapun cadangan pangan dalam bentuk daging ayam yang dikelola ID Food tercatat sebanyak 38 ton.

Produksi Dalam Negeri Dinilai Mampu Menopang Pasar

Amran juga menegaskan pemerintah optimistis kebutuhan sejumlah komoditas yang mudah rusak seperti cabai, bawang merah, dan telur ayam ras tetap dapat dipenuhi dari produksi domestik.

Keyakinan itu didasarkan pada kondisi produksi pangan nasional yang saat ini berada dalam posisi surplus dibanding kebutuhan konsumsi masyarakat.

Menurut dia, indikator stabilitas harga juga menunjukkan kondisi yang relatif baik.

Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS), hingga pekan ketiga Juli 2026 hanya empat provinsi yang mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH). Sebaliknya, sebanyak 34 provinsi mengalami penurunan IPH.

Kondisi serupa juga terlihat di tingkat kabupaten dan kota. BPS mencatat terdapat 69 kabupaten/kota yang mengalami kenaikan IPH, sedangkan 283 daerah lainnya mencatat penurunan.

Klaim Swasembada Beras dan Jagung

Dalam kesempatan tersebut, Amran kembali menegaskan bahwa Indonesia telah mencapai swasembada pangan lebih cepat dari target yang ditetapkan Presiden Prabowo Subianto.

Menurut dia, target yang semula diproyeksikan tercapai dalam empat tahun berhasil diwujudkan hanya dalam waktu sekitar satu tahun.

"Kita bisa wujudkan mimpi kita, gagasan besar Bapak Presiden. Sekarang sudah swasembada beras. Swasembada pangan juga sudah," ujarnya.

Amran juga menyinggung laporan terbaru Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) yang memperkirakan produksi beras Indonesia akan terus meningkat sepanjang 2026.

Ia menyebut FAO memproyeksikan produksi beras Indonesia mencapai sekitar 38 juta ton tahun ini, salah satu yang tertinggi di dunia.

"FAO mengumumkan tahun 2026 Indonesia bisa mencapai produksi beras 38 juta ton," kata Amran.

Menurutnya, capaian tersebut menjadi pengakuan internasional atas peningkatan produksi pangan nasional dan memperkuat posisi Indonesia di tengah berbagai tantangan global, termasuk ancaman perubahan iklim dan gangguan pasokan pangan dunia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online