Ledakan di Pusat Gas Ras Laffan Qatar Picu 18 Orang Hilang

Jumali
Jumali Senin, 22 Juni 2026 11:57 WIB
Ledakan di Pusat Gas Ras Laffan Qatar Picu 18 Orang Hilang

Ilustrasi Ledakan. - Freepik

Harianjogja.com, JOGJA—Ledakan besar terjadi di kawasan industri energi Ras Laffan Industrial City, Qatar, yang dikenal sebagai salah satu pusat produksi gas alam cair (LNG) terbesar di dunia. Peristiwa ini menimbulkan kepanikan luas setelah api besar dan kepulan asap terlihat membubung dari kompleks industri pada Minggu (21/6/2026) malam waktu setempat.

Insiden tersebut dilaporkan menyebabkan sedikitnya 56 orang mengalami luka-luka dan 18 orang lainnya dinyatakan hilang. Ledakan terjadi di salah satu fasilitas operasional saat proses awal pengaktifan produksi berlangsung, sehingga memicu kebakaran besar di area industri tersebut.

Kementerian Dalam Negeri Qatar mengonfirmasi bahwa peristiwa itu merupakan insiden teknis yang terjadi di salah satu pabrik di kawasan Ras Laffan. Sementara itu, perusahaan energi milik negara, QatarEnergy, menjelaskan bahwa ledakan dan kebakaran terjadi di fasilitas pasokan gas lokal Barzan saat proses startup operasi berlangsung.

Saksi mata dan laporan jurnalis di sekitar lokasi menggambarkan besarnya dampak ledakan. Bola api besar terlihat menyala di langit malam, diikuti asap hitam pekat yang menjulang tinggi. Bahkan, kilatan cahaya dari kebakaran tersebut dapat terlihat dari jarak puluhan kilometer.

Seorang jurnalis AFP yang berada sekitar 20 kilometer dari lokasi menyebutkan bahwa cahaya ledakan menerangi langit malam secara jelas. Suara ledakan juga dilaporkan terdengar hingga ke ibu kota Doha yang berjarak sekitar 80 kilometer dari pusat kejadian, menunjukkan skala insiden yang sangat besar.

Petugas pemadam kebakaran segera dikerahkan ke lokasi untuk mengendalikan api. Setelah upaya intensif, kebakaran berhasil dipadamkan meski proses penanganan lanjutan masih terus dilakukan di area industri tersebut.

Hingga saat ini, otoritas Qatar masih memfokuskan upaya pada proses evakuasi korban serta pencarian 18 orang yang dilaporkan hilang. Dalam pernyataan terbaru di media sosial X, Kementerian Dalam Negeri Qatar menyebutkan bahwa korban luka mencapai 54 orang, sementara pencarian korban hilang masih berlangsung.

Meski insiden tergolong besar, pihak berwenang menegaskan bahwa tidak ditemukan kebocoran gas berbahaya yang membahayakan masyarakat luas. Pernyataan ini disampaikan untuk meredam kekhawatiran terkait potensi dampak lingkungan dan keselamatan publik di sekitar wilayah industri.

Secara historis, kawasan Ras Laffan disebut pernah mengalami gangguan serius pada infrastruktur energi akibat konflik di kawasan Teluk. Dalam beberapa laporan sebelumnya, fasilitas energi di wilayah tersebut sempat menjadi target serangan yang berdampak pada penurunan kapasitas produksi dan ekspor LNG. Kondisi ini membuat setiap insiden di kawasan tersebut selalu mendapat perhatian besar dari pasar energi global.

Ledakan terbaru ini kembali menimbulkan kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi dunia. Qatar merupakan salah satu pemasok utama LNG global bersama beberapa negara lain, sehingga gangguan di fasilitas produksinya berpotensi memengaruhi distribusi energi ke berbagai kawasan, termasuk Eropa dan Asia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online