Prabowo Berkaca-kaca Saat Lagu Bagimu Negeri Dinyanyikan
Prabowo Subianto tampak berkaca-kaca saat menyanyikan "Bagimu Negeri" dalam Upacara Penurunan Bendera HUT Ke-81 RI di Istana Merdeka
Foto ilustrasi pabrik sepatu, dibuat menggunakan Artificial Intelligence (AI). - StockCake
Harianjogja.com, JAKARTA — Transformasi ekonomi berbasis teknologi mendorong China terus memperbarui peta tenaga kerjanya. Terbaru, pemerintah setempat berencana mengakui 12 profesi baru yang mencerminkan pesatnya perkembangan industri kecerdasan buatan (AI), robotika, hingga ekonomi digital.
Langkah ini diumumkan melalui Kementerian Sumber Daya Manusia dan Jaminan Sosial China sebagai bagian dari strategi jangka panjang menghadapi disrupsi teknologi. Beberapa profesi baru yang diusulkan antara lain insinyur replika digital (digital twin engineer), teknisi robot kecerdasan berwujud (embodied intelligence), serta analis data olahraga yang kini semakin dibutuhkan dalam industri modern.
Tak hanya itu, pemerintah juga memperluas spesialisasi di profesi yang sudah ada. Posisi seperti operator logistik ketinggian rendah, pengembang agen AI, inspektur kendaraan energi baru, hingga perancang renovasi ramah lansia menjadi bagian dari daftar pengembangan terbaru.
Kebijakan ini mempertegas arah ekonomi China yang semakin bergantung pada inovasi teknologi dan sektor jasa. Sejak 2019, pemerintah telah merilis tujuh gelombang profesi baru dengan total mencapai sekitar 110 jenis pekerjaan. Menariknya, lebih dari seperempat profesi tersebut berkaitan langsung dengan teknologi AI.
Lonjakan ini tidak lepas dari pesatnya pertumbuhan industri kecerdasan buatan di China. Data terbaru menunjukkan nilai industri AI inti negara tersebut telah melampaui 1,2 triliun yuan atau setara ribuan triliun rupiah. Dalam lima tahun terakhir saja, lebih dari 20 profesi baru lahir dari ekosistem AI.
Fenomena ini sekaligus mencerminkan perubahan besar di pasar tenaga kerja global. Kebutuhan tenaga kerja kini bergeser dari pekerjaan konvensional menuju profesi berbasis teknologi, data, dan inovasi.
Dalam Rencana Lima Tahun ke-15 periode 2026–2030, China menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan profesi baru di sektor strategis seperti ekonomi digital, ekonomi hijau, dan ekonomi perak (silver economy) yang berkaitan dengan populasi lansia.
Pemerintah juga memastikan bahwa setiap profesi baru akan melalui proses konsultasi publik sebelum resmi masuk dalam klasifikasi nasional. Setelah diakui, para pekerja di bidang tersebut berhak mendapatkan dukungan kebijakan, termasuk pelatihan, sertifikasi, hingga akses pengembangan karier.
Selain itu, standar nasional untuk profesi baru akan disusun guna menjadi acuan dalam pendidikan vokasi dan pelatihan keterampilan. Hal ini penting untuk memastikan kualitas tenaga kerja tetap kompetitif di tengah persaingan global.
Dengan langkah agresif ini, China tidak hanya menciptakan peluang kerja baru, tetapi juga memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat inovasi teknologi dunia. Bagi generasi muda, perkembangan ini menjadi sinyal kuat bahwa masa depan karier akan semakin erat dengan teknologi, data, dan kemampuan adaptasi tinggi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Prabowo Subianto tampak berkaca-kaca saat menyanyikan "Bagimu Negeri" dalam Upacara Penurunan Bendera HUT Ke-81 RI di Istana Merdeka
Jersey Michael Jordan saat Game 3 Final NBA 1998 akan dilelang Joopiter dengan estimasi harga hingga US$15 juta.
Sergio Busquets memulai karier kepelatihan sebagai asisten Juliano Belletti di Barça Atlètic setelah pensiun pada Desember 2025.
MotoGP 2026 menyisakan 10 seri. Aragon menjadi ujian penting bagi Jorge Martin, Marc Marquez, dan empat kandidat juara lainnya.
Kemenkes mengaktifkan 9 HEOC dan mengerahkan tim medis untuk memulihkan layanan kes
FairSquare meminta FIFA meninjau kelayakan Gianni Infantino maju lagi dalam pemilihan presiden 2027 terkait batas masa jabatan.