Korban Tewas Gempa Venezuela Bertambah Jadi 4.333 Orang

Newswire
Newswire Minggu, 12 Juli 2026 12:07 WIB
Korban Tewas Gempa Venezuela Bertambah Jadi 4.333 Orang

Korban tewas gempa Venezuela pada 24 Juni bertambah menjadi 4.333 orang. Lebih dari 18.000 warga masih tinggal di penampungan sementara. /Antara.

Harianjogja.com, JAKARTA— Jumlah korban tewas akibat gempa ganda yang mengguncang Venezuela pada 24 Juni 2026 kembali bertambah. Hingga 11 Juli 2026, pemerintah mencatat 4.333 orang meninggal dunia, sementara lebih dari 18.000 warga masih bertahan di tempat penampungan sementara.

Data terbaru tersebut disampaikan Ketua Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodriguez, dalam konferensi pers yang disiarkan VTV pada Sabtu.

Korban Tewas Bertambah 215 Orang

Rodriguez mengungkapkan bahwa jumlah korban meninggal terus bertambah dibandingkan pembaruan resmi sebelumnya.

"Hingga 11 Juli 2026, jumlah warga Venezuela yang meninggal akibat gempa bumi dahsyat pada 24 Juni mencapai 4.333 orang, sementara 16.740 orang terluka dan 6.462 orang berhasil diselamatkan," kata Rodriguez.

Dari pembaruan terbaru, korban meninggal bertambah 215 orang. Sementara itu, jumlah korban luka tetap 16.740 orang, dan jumlah warga yang berhasil dievakuasi dari reruntuhan masih 6.462 orang.

Puluhan Ribu Warga Terdampak

Pemerintah Venezuela menyatakan bantuan kemanusiaan telah disalurkan kepada 86.794 keluarga yang terdampak bencana.

Selain itu, pemerintah telah mendirikan 94 tempat penampungan sementara yang saat ini dihuni 18.437 orang.

Di luar penghuni penampungan tersebut, masih terdapat 17.907 warga yang hingga kini belum memiliki tempat tinggal permanen.

Ratusan Bangunan Rusak

Gempa yang melanda Venezuela juga mengakibatkan kerusakan besar pada infrastruktur.

Pemerintah mencatat sebanyak 856 bangunan mengalami kerusakan, termasuk 190 bangunan yang hancur total akibat guncangan.

Sejak gempa utama terjadi pada 24 Juni, otoritas juga telah mencatat 1.202 gempa susulan yang terus memengaruhi proses penanganan bencana dan pemulihan di wilayah terdampak.

Puluhan Ribu Personel Terlibat Penanganan

Operasi tanggap darurat masih berlangsung dengan melibatkan berbagai unsur penyelamat dari dalam maupun luar negeri.

Pemerintah Venezuela mengerahkan 31.837 personel penyelamat, didukung lebih dari 30.000 relawan, serta 2.422 petugas penyelamat internasional untuk membantu pencarian korban, evakuasi, dan distribusi bantuan kepada masyarakat.

Perbedaan dampak gempa bumi di Venezuela dan Jepang menjadi pelajaran penting bagi Indonesia dalam memperkuat mitigasi gempa. Meski kedua negara sama-sama diguncang gempa berkekuatan besar, tingkat kerusakan yang ditimbulkan berbeda signifikan. Pakar Kegempaan Universitas Islam Indonesia (UII), Prof. Sarwidi, menilai kualitas bangunan dan kesiapan mitigasi menjadi faktor utama yang menentukan besarnya risiko bencana.

Fenomena tersebut bermula ketika Venezuela mengalami rangkaian gempa besar, sedangkan Jepang diguncang gempa kuat di wilayah Iwate pada hari yang sama. Menurut Prof. Sarwidi, peristiwa itu menjadi "laboratorium alam" untuk menguji sejauh mana penerapan rekayasa kegempaan, standar bangunan, dan budaya mitigasi mampu melindungi masyarakat dari ancaman gempa bumi.

Prof. Sarwidi mengatakan gempa bumi merupakan fenomena alam yang tidak dapat dicegah. Namun, jumlah korban jiwa maupun kerusakan infrastruktur dapat diminimalkan apabila suatu negara memiliki sistem mitigasi gempa yang kuat dan diterapkan secara konsisten.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online