Bulog Serap 3,24 Juta Ton Beras, Penyerapan Gabah Terus Berjalan

Newswire
Newswire Senin, 29 Juni 2026 11:47 WIB
Bulog Serap 3,24 Juta Ton Beras, Penyerapan Gabah Terus Berjalan

Penjual beras di Pasar Tradisional. - Antara

Harianjogja.com, JAKARTA—Perum Bulog memastikan penyerapan gabah petani dan beras produksi dalam negeri tetap berlangsung sepanjang tahun sebagai bagian dari penugasan pemerintah. Hingga 29 Juni 2026, realisasi penyerapan telah mencapai 3,24 juta ton setara beras, atau sekitar 81% dari target nasional sebesar 4 juta ton pada tahun ini.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan kebijakan tersebut merupakan pelaksanaan amanat pemerintah sebagaimana tertuang dalam Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2026. Melalui penugasan itu, Bulog bertugas menjaga stabilitas harga gabah di tingkat petani, memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP), sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.

Menurut Rizal, penyerapan gabah petani bukan hanya dilakukan saat musim panen raya, tetapi berlangsung secara berkelanjutan selama masih terdapat hasil panen yang harus diserap sesuai ketentuan pemerintah.

"Penyerapan gabah yang kami lakukan merupakan penugasan negara. Selama masih terdapat hasil panen petani yang harus diserap sesuai ketentuan, Bulog akan terus hadir menjalankan tugas tersebut secara konsisten sepanjang tahun," kata Rizal saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin.

Pernyataan tersebut disampaikan untuk menanggapi berbagai masukan dari pelaku usaha penggilingan padi mengenai dinamika pasokan gabah menjelang berakhirnya musim panen.

Rizal menegaskan, Bulog memiliki kewajiban memastikan hasil panen petani terserap dengan baik sehingga petani memperoleh harga yang layak sesuai kebijakan pemerintah.

Ia menjelaskan, hingga 29 Juni 2026, realisasi penyerapan gabah dan beras dalam negeri telah mencapai 3,24 juta ton setara beras. Jumlah tersebut setara dengan 81% dari target penyerapan nasional sebanyak 4 juta ton sepanjang 2026.

Menurutnya, Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2026 menjadi dasar pelaksanaan tugas Bulog untuk memperkuat cadangan beras pemerintah, menjaga stabilitas harga gabah di tingkat petani, sekaligus memperkokoh ketahanan pangan nasional.

Bulog, lanjut Rizal, memahami adanya berbagai masukan dari pelaku usaha penggilingan padi terkait kondisi pasokan gabah. Namun, penugasan penyerapan gabah tetap dijalankan karena merupakan kebijakan pemerintah yang bertujuan memberikan perlindungan kepada petani sebagai produsen utama pangan nasional.

"Kami menghormati setiap masukan dari seluruh pemangku kepentingan. Namun di sisi lain, Bulog memiliki tanggung jawab untuk menjalankan amanat pemerintah," ucap Rizal.

"Prinsip kami adalah menjaga keseimbangan, melindungi petani, memperkuat cadangan pangan nasional, serta membangun kolaborasi dengan seluruh pelaku usaha perberasan," tambahnya.

Rizal juga menegaskan keberadaan Bulog bukan untuk bersaing dengan penggilingan padi maupun pelaku usaha perberasan lainnya. Sebaliknya, perusahaan hadir sebagai instrumen pemerintah dalam menjaga stabilitas sistem perberasan nasional.

Selama ini Bulog telah menjalin kemitraan dengan ribuan penggilingan padi di berbagai daerah dalam pengadaan beras guna memenuhi kebutuhan Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Kemitraan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat rantai pasok beras nasional sekaligus mendukung kelancaran penyerapan gabah petani di berbagai wilayah.

"Selama ini Bulog juga menjalin kemitraan dengan ribuan penggilingan padi di berbagai daerah dalam pengadaan beras untuk memenuhi cadangan beras pemerintah," kata Rizal.

Ke depan, Bulog menyatakan akan terus menjalankan penugasan pemerintah secara profesional, transparan, dan akuntabel. Pada saat yang sama, perusahaan akan memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan agar ekosistem perberasan nasional semakin sehat, berkeadilan, berkelanjutan, serta mampu menjaga keberlanjutan penyerapan gabah petani di seluruh Indonesia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online