BGN Evaluasi 63 Juta Data Penerima MBG, Fokus Daerah Stunting
BGN mengevaluasi 63 juta data penerima MBG dan memprioritaskan daerah berisiko stunting tinggi sesuai arahan Presiden Prabowo.
Rumah rusak akibat cuaca ekstrem ANTARA/HO-Pusdalops Sumut
Harianjogja.com, MEDAN – Cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara menyebabkan kerusakan pada puluhan rumah warga. Data terbaru dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) mencatat sedikitnya 20 rumah mengalami kerusakan berat di Kabupaten Serdang Bedagai.
Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD Sumatera Utara), Sri Wahyuni Pancasilawati, mengatakan peristiwa tersebut terjadi akibat cuaca ekstrem pada Kamis (4/6/2026).
“Berdasarkan laporan Pusdalops Sumut, 20 rumah yang rusak tersebut terjadi di Kabupaten Serdang Bedagai,” ujar Sri Wahyuni di Medan, Jumat (5/6/2026).
Sejumlah kecamatan terdampak
Kerusakan terjadi di dua kecamatan, yakni Perbaungan dan Sei Rampah. Di Kecamatan Perbaungan, dampak cuaca buruk melanda beberapa desa, di antaranya Desa Sei Sijenggi, Desa Melati II, Desa Patamg Sijonam, Desa Jambur Pulau, Desa Cinta Air, Desa Lubuk Cemara, Kelurahan Tualang, hingga Kota Galuh.
Sementara di Kecamatan Sei Rampah, dampak cuaca ekstrem terjadi di Desa Simpang Empat.
Meski kerusakan cukup luas, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.
Daerah lain juga terdampak
Selain Serdang Bedagai, cuaca ekstrem juga dilaporkan berdampak di Kabupaten Batubara dan Kota Binjai. Di Batubara, tercatat dua rumah mengalami kerusakan sedang dan satu rumah rusak ringan akibat kondisi cuaca buruk.
Sementara di Kota Binjai, pendataan masih terus dilakukan untuk memastikan jumlah kerusakan yang terjadi di lapangan.
Penanganan dan koordinasi darurat
Kepala BPBD Sumut yang akrab disapa Yuyun tersebut menjelaskan bahwa pemerintah daerah bersama unsur terkait telah melakukan langkah penanganan awal di lokasi terdampak. Proses evakuasi dan pendataan kerusakan juga terus dilakukan secara bertahap.
Selain itu, BPBD Provinsi Sumut juga melakukan koordinasi dengan BPBD kabupaten/kota untuk mempercepat penanganan dan memastikan kebutuhan dasar warga terdampak dapat terpenuhi.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi, terutama di wilayah pesisir dan daerah rawan angin kencang.
Dengan kondisi cuaca yang masih tidak menentu, warga diminta meningkatkan kesiapsiagaan serta segera melapor ke aparat setempat jika terjadi kerusakan atau keadaan darurat di lingkungan masing-masing.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
BGN mengevaluasi 63 juta data penerima MBG dan memprioritaskan daerah berisiko stunting tinggi sesuai arahan Presiden Prabowo.
Studi: manusia makin pendiam! Jumlah kata per hari turun 338 kata/tahun, dari 16.000 (2005) ke 12.700 (2019). Teknologi & perubahan sosial jadi pemicu. Simak se
Satpol PP Bantul menyoroti meningkatnya kenakalan remaja dan meminta orang tua memperketat pengawasan, terutama pada malam hari. Pelajar diimbau sudah berada di
Ferran Torres putus dari influencer Martina Hunter sebelum final, tapi tetap cetak gol kemenangan Spanyol di Piala Dunia 2026. Kisah patah hati berbuah trofi ju
Satu jenazah diduga korban KM Nurul Salsa ditemukan di perairan Pulau Pamulikang, Pangkep. Operasi SAR hari ketujuh masih mencari 17 korban lainnya.
Mobil listrik bekas: baterai jarang rusak, tapi sistem kelistrikan & suspensi sering bermasalah! On-board charger bisa biaya USD14.000. Simak tips sebelum beli.