AI Jadi Peluang Ekonomi Kreatif Baru, Ini Strategi Ekraf
Kemenekraf dorong tata kelola AI untuk ekonomi kreatif, lindungi kreator, dan tingkatkan inovasi industri digital Indonesia.
Rumah rusak akibat cuaca ekstrem ANTARA/HO-Pusdalops Sumut
Harianjogja.com, MEDAN – Cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara menyebabkan kerusakan pada puluhan rumah warga. Data terbaru dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) mencatat sedikitnya 20 rumah mengalami kerusakan berat di Kabupaten Serdang Bedagai.
Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD Sumatera Utara), Sri Wahyuni Pancasilawati, mengatakan peristiwa tersebut terjadi akibat cuaca ekstrem pada Kamis (4/6/2026).
“Berdasarkan laporan Pusdalops Sumut, 20 rumah yang rusak tersebut terjadi di Kabupaten Serdang Bedagai,” ujar Sri Wahyuni di Medan, Jumat (5/6/2026).
Sejumlah kecamatan terdampak
Kerusakan terjadi di dua kecamatan, yakni Perbaungan dan Sei Rampah. Di Kecamatan Perbaungan, dampak cuaca buruk melanda beberapa desa, di antaranya Desa Sei Sijenggi, Desa Melati II, Desa Patamg Sijonam, Desa Jambur Pulau, Desa Cinta Air, Desa Lubuk Cemara, Kelurahan Tualang, hingga Kota Galuh.
Sementara di Kecamatan Sei Rampah, dampak cuaca ekstrem terjadi di Desa Simpang Empat.
Meski kerusakan cukup luas, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.
Daerah lain juga terdampak
Selain Serdang Bedagai, cuaca ekstrem juga dilaporkan berdampak di Kabupaten Batubara dan Kota Binjai. Di Batubara, tercatat dua rumah mengalami kerusakan sedang dan satu rumah rusak ringan akibat kondisi cuaca buruk.
Sementara di Kota Binjai, pendataan masih terus dilakukan untuk memastikan jumlah kerusakan yang terjadi di lapangan.
Penanganan dan koordinasi darurat
Kepala BPBD Sumut yang akrab disapa Yuyun tersebut menjelaskan bahwa pemerintah daerah bersama unsur terkait telah melakukan langkah penanganan awal di lokasi terdampak. Proses evakuasi dan pendataan kerusakan juga terus dilakukan secara bertahap.
Selain itu, BPBD Provinsi Sumut juga melakukan koordinasi dengan BPBD kabupaten/kota untuk mempercepat penanganan dan memastikan kebutuhan dasar warga terdampak dapat terpenuhi.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi, terutama di wilayah pesisir dan daerah rawan angin kencang.
Dengan kondisi cuaca yang masih tidak menentu, warga diminta meningkatkan kesiapsiagaan serta segera melapor ke aparat setempat jika terjadi kerusakan atau keadaan darurat di lingkungan masing-masing.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kemenekraf dorong tata kelola AI untuk ekonomi kreatif, lindungi kreator, dan tingkatkan inovasi industri digital Indonesia.
Pemkab Sleman dan RSUD Prambanan lakukan audit medis dan etik usai kasus pasien anak meninggal. Proses hukum dan investigasi terus berjalan.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyampaikan bahwa ANTARA memiliki posisi penting dalam ekosistem informasi nasional karena menjadi sumber rujukan.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menepis isu pengunduran diri dan menegaskan tetap menjalankan tugas sesuai arahan Presiden Prabowo.
BPS Kota Jogja memantau potensi inflasi Juni 2026 jelang tahun ajaran baru, terutama dari biaya sekolah dan perlengkapan pendidikan.
Psikolog jelaskan sindrom pasca haji yang membuat jamaah merasa rindu dan sulit beradaptasi setelah pulang dari Tanah Suci.