Bulog Usul DMO Minyakita 100 Persen, Tunggu Keputusan Kemendag
Bulog mengusulkan penyaluran DMO Minyakita melalui BUMN pangan menjadi 100 persen. Keputusan kini masih menunggu Kemendag.
Foto ilustrasi lahan pertanian diguyur hujan, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Harianjogja.com, JAKARTA—Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpeluang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia pada Selasa. Kondisi tersebut dipengaruhi keberadaan sirkulasi siklonik di Samudera Pasifik utara Papua yang memperkuat dinamika atmosfer di berbagai kawasan.
BMKG mengingatkan masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca tersebut. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat sekaligus meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi di daerah terdampak.
Sirkulasi Siklonik Perkuat Pembentukan Awan Hujan
Prakirawan BMKG, Yuyun, menjelaskan sirkulasi siklonik yang terpantau di Samudera Pasifik utara Papua membentuk daerah konvergensi dan konfluensi. Kondisi ini mendorong pertumbuhan awan hujan di berbagai wilayah Indonesia.
"Kombinasi dinamika atmosfer ini meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang daerah sirkulasi siklonik, konvergensi, maupun konfluensi," kata dia.
Daerah konvergensi terpantau memanjang dari Jambi hingga Riau, Kalimantan Tengah hingga Kalimantan Barat, Kalimantan Timur hingga Kalimantan Utara, Laut Flores, Maluku Utara, serta Laut Arafuru.
Sementara itu, daerah konfluensi teridentifikasi berada di perairan barat hingga utara Aceh, perairan selatan Jawa Tengah hingga barat Bengkulu, Laut Cina Selatan, Laut Sulawesi, dan Laut Halmahera.
Wilayah Berpotensi Diguyur Hujan
Untuk kawasan Indonesia bagian barat, BMKG memprakirakan hujan dengan intensitas sedang berpeluang terjadi di Kota Palembang dan Tanjung Selor.
Adapun hujan ringan diprediksi melanda Medan, Padang, Tanjung Pinang, Bandar Lampung, Jakarta, Bandung, Palangkaraya, Samarinda, serta Banjarmasin.
Di Indonesia bagian timur, potensi hujan sedang diprakirakan terjadi di Bima dan Mamuju. Sementara hujan ringan berpeluang mengguyur Manado dan Jayawijaya.
BMKG meminta masyarakat tetap memantau perkembangan informasi cuaca dan meningkatkan kesiapsiagaan, terutama di wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat yang dapat memicu gangguan aktivitas maupun bencana hidrometeorologi.
Memantau sumber informasi cuaca resmi seperti Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memiliki peran yang sangat krusial dalam kehidupan sehari-hari maupun mitigasi bencana. Dengan memanfaatkan data dan prakiraan cuaca yang akurat dari BMKG, masyarakat dapat merencanakan berbagai aktivitas luar ruangan, perjalanan, hingga kegiatan sektor vital seperti pertanian dan penerbangan dengan lebih aman dan efisien.
Lebih dari sekadar panduan aktivitas mingguan, pemantauan rutin ini menjadi langkah krusial dalam kesiapsiagaan bencana, sebab BMKG memberikan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem, gelombang tinggi, hingga ancaman banjir dan tanah longsor. Melalui akses informasi yang tepat waktu dan tepercaya, kita tidak hanya dapat mengantisipasi risiko kerugian materiil, tetapi juga dapat mengambil tindakan penyelamatan diri secara cepat guna meminimalkan potensi korban jiwa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Bulog mengusulkan penyaluran DMO Minyakita melalui BUMN pangan menjadi 100 persen. Keputusan kini masih menunggu Kemendag.
BMKG memantau sebaran abu vulkanik Anak Krakatau hingga 50.000 kaki yang berdampak pada empat bandara dan keselamatan penerbangan.
Bandara YIA membatalkan 9 penerbangan dan menunda 1 penerbangan akibat dampak abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.
Abu vulkanik Anak Krakatau menyebar hingga Pekalongan, Pariaman, dan Padang Panjang. Tiga bandara menghentikan operasi sementara.
Marc Klok membidik kemenangan Persib Bandung atas PSM Makassar pada laga perdana BRI Super League 2026/2027 di GBLA.
Abu vulkanik Anak Krakatau terpantau hingga 50.000 kaki dan menyebar ke Jabodetabek, Banten, Lampung, Bengkulu hingga Sumatra Selatan.