Era Mobil Manual Hampir Berakhir? Volkswagen Stop Transmisi Manual
Volkswagen bakal setop mobil manual di AS mulai 2027, tanda era transmisi manual makin ditinggalkan.
Foto ilustrasi hujan. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan kemunculan Siklon Tropis Jangmi di Laut Filipina utara berdampak signifikan terhadap peningkatan potensi hujan di berbagai wilayah Indonesia.
Prakirawan BMKG Henokvita menjelaskan, sistem cuaca ekstrem tersebut saat ini memiliki kecepatan angin maksimum mencapai 35 knot dengan tekanan udara minimum sekitar 998 hektopascal (hPa). Kondisi ini menandakan adanya aktivitas atmosfer yang cukup kuat dan berpotensi berkembang dalam beberapa hari ke depan.
“Siklon ini diprediksi bergerak ke arah barat laut dan berpotensi menguat dalam 48 hingga 72 jam ke depan,” ujar Henokvita, Sabtu (30/5/2026).
Pergerakan Siklon Jangmi memicu terbentuknya area konvergensi dan konfluensi yang memanjang dari wilayah Samudera Pasifik utara hingga Maluku Utara dan Papua bagian utara. Kondisi ini meningkatkan peluang terbentuknya awan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Tak hanya itu, dinamika atmosfer juga diperkuat oleh kemunculan sirkulasi siklonik di Laut Cina Selatan. Sistem ini membentuk jalur konvergensi yang memanjang hingga Kepulauan Natuna dan turut memperbesar potensi cuaca ekstrem.
BMKG mencatat adanya sabuk konvergensi sekunder yang membentang luas dari Papua, Teluk Cenderawasih, Sulawesi Tenggara, Kalimantan, hingga Jawa Tengah. Kombinasi fenomena tersebut menjadi faktor utama meningkatnya aktivitas hujan di berbagai daerah.
Sejumlah wilayah bahkan berpotensi mengalami hujan lebat disertai angin kencang. Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi salah satu daerah yang perlu mewaspadai potensi angin kencang yang bisa terjadi secara tiba-tiba.
Untuk wilayah Indonesia bagian barat, BMKG memprakirakan hujan disertai petir berpotensi terjadi di Jambi, Banjarmasin, dan Tanjung Selor. Sementara kota-kota besar seperti Jakarta, Banda Aceh, Palembang, hingga Surabaya diprediksi didominasi kondisi berawan tebal.
Di kawasan Indonesia timur, cuaca umumnya berupa hujan ringan, termasuk di Palu, Kendari, Ternate, Ambon, dan Merauke. Namun, Gorontalo diperkirakan mengalami hujan yang dapat disertai kilat atau petir.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang terjadi secara cepat, terutama di wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat dan angin kencang. Aktivitas di luar ruangan juga disarankan untuk menyesuaikan dengan kondisi cuaca terkini guna menghindari risiko bencana hidrometeorologi.
Dengan potensi peningkatan intensitas cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan, masyarakat diharapkan terus memantau informasi resmi dari BMKG agar dapat mengambil langkah antisipasi yang tepat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Volkswagen bakal setop mobil manual di AS mulai 2027, tanda era transmisi manual makin ditinggalkan.
Jemaah haji Sleman wafat saat proses pemberangkatan 2026. Beberapa jemaah lain gagal berangkat karena kondisi kesehatan.
Pemkot Jogja siapkan Rp56 miliar untuk jalan inspeksi Kali Code 4 km. Target penataan bantaran sungai bebas kumuh 10 tahun.
Mikel Arteta ungkap pelajaran penting dari PSG jelang final Liga Champions 2026. Arsenal siap tampil maksimal dan incar gelar juara.
Harga emas Pegadaian hari ini naik. Antam, UBS, dan Galeri24 kompak menguat. Simak daftar harga lengkap terbaru.
WHO menyebut Ebola Bundibugyo memiliki tingkat kematian hingga 50 persen. Wabah di Kongo dan Uganda berpotensi terus meningkat.