Isu Haji Isam Akuisisi BBCA Beredar, Ini Penjelasan Bank BCA
BCA membantah isu akuisisi saham BBCA oleh Haji Isam. Simak klarifikasi kepemilikan saham BCA dan transaksi BYAN.
Ilustrasi petir di tengah cuaca ekstrem./Pixabay
Harianjogja.com, JAKARTA— Badan Nasional Penanggulangan Bencana mengeluarkan peringatan serius kepada pemerintah daerah dan masyarakat di seluruh Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan. Imbauan ini menyusul prakiraan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika yang menyebutkan adanya peluang hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang di sejumlah wilayah.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menegaskan bahwa kesiapsiagaan menjadi kunci utama untuk mengantisipasi dampak buruk dari dinamika cuaca yang tidak menentu. Menurutnya, kondisi atmosfer saat ini cenderung fluktuatif, sehingga potensi bencana hidrometeorologi bisa terjadi secara tiba-tiba.
“Berdasarkan prakiraan BMKG, sejumlah wilayah masih berpotensi diguyur hujan lebat disertai petir dan angin kencang. Kami meminta pemda dan masyarakat tetap siaga,” ujarnya, Senin (25/5/2026).
Peringatan ini bukan tanpa alasan. BNPB mencontohkan kejadian banjir yang baru saja melanda Kabupaten Blora. Hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung cukup lama menyebabkan puluhan rumah warga terendam, serta berdampak pada fasilitas umum termasuk sekolah.
Setidaknya 35 rumah warga terdampak banjir, bersama dua fasilitas pendidikan yakni SD Mulyorejo 1 dan SMP 4 Cepu di Desa Mulyorejo. Meski kondisi genangan dilaporkan mulai surut setelah penanganan oleh BPBD setempat, kejadian ini menjadi pengingat nyata atas risiko cuaca ekstrem.
BNPB menekankan bahwa ancaman tidak hanya datang dari bencana hidrometeorologi basah seperti banjir dan longsor. Seiring sebagian wilayah mulai memasuki musim kemarau, potensi bencana hidrometeorologi kering seperti kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga perlu diwaspadai.
“Situasi ini membutuhkan kesiapan menyeluruh, baik menghadapi banjir maupun kekeringan. Semua pihak harus adaptif terhadap perubahan kondisi cuaca,” tambah Abdul.
Masyarakat pun diminta aktif memantau informasi resmi dari pemerintah, termasuk peringatan dini dari BMKG, BNPB, BPBD, hingga PVMBG. Respons cepat dan langkah mitigasi sejak dini dinilai sangat penting untuk menekan risiko kerugian, baik dari sisi materi maupun keselamatan jiwa.
BNPB juga mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam mengurangi risiko bencana, seperti menjaga kebersihan saluran air, menghindari aktivitas di daerah rawan longsor saat hujan, serta tidak membuka lahan dengan cara membakar.
Dengan kondisi cuaca yang dinamis, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi faktor penentu dalam menghadapi ancaman bencana yang bisa datang kapan saja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
BCA membantah isu akuisisi saham BBCA oleh Haji Isam. Simak klarifikasi kepemilikan saham BCA dan transaksi BYAN.
Guruh Soekarnoputra rencananya dimakamkan di sebelah makam Fatmawati di TPU Karet Bivak. PDIP juga kibarkan bendera setengah tiang 7 hari.
Pegadaian meraih 10 penghargaan di TBCCI 2026, sebagai bentuk transformasi layanan dan penguatan customer experience melalui teknologi, proses, dan SDM.
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian hari ini, Sabtu 26 September 2026, lengkap dengan harga jual dan buyback.
UNS Surakarta juara Campus League Badminton 2026 setelah menaklukkan BINUS dalam drama tiga set. UNS juga meraih gelar ganda putra.
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng) memperkuat sinergi dengan PT Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW) dan para pelaku usaha di kawasan industri