Penembakan Brutal di Filipina, 4 Orang Tewas Termasuk Remaja

Newswire
Newswire Rabu, 03 Juni 2026 13:47 WIB
Penembakan Brutal di Filipina, 4 Orang Tewas Termasuk Remaja

Juru Bicara Kepolisian Daerah Otonomi Khusus Bangsamoro Kapten Steffi Salanguit. (ANTARA/Facebook/PNP Police Regional Office Bangsamoro Autonomous Region)

Harianjogja.com, FILIPINA — Jumlah korban tewas dalam insiden penembakan brutal di wilayah Bangsamoro, Filipina, terus bertambah. Hingga Rabu (3/6/2026), total korban meninggal dunia mencapai empat orang setelah dua korban luka dilaporkan mengembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan di rumah sakit.

Peristiwa berdarah ini terjadi di Barangay Malingao, Kadayangan, yang masuk dalam wilayah Bangsamoro Autonomous Region in Muslim Mindanao, sebuah kawasan yang memang kerap menjadi sorotan terkait isu keamanan.

Juru Bicara Kepolisian Bangsamoro, Steffi Salanguit, mengungkapkan bahwa dua korban terbaru yang meninggal adalah Romeo Lombo dan seorang remaja laki-laki berusia 17 tahun. Keduanya sebelumnya mengalami luka serius akibat tembakan.

Sementara itu, dua korban pertama yang tewas di lokasi kejadian telah diidentifikasi sebagai Musalik Balang (45) dan Haron Boliongan (35). Mereka menjadi korban serangan mendadak yang terjadi sekitar pukul 08.00 waktu setempat.

“Sekelompok pria bersenjata tiba-tiba datang dan langsung melepaskan tembakan ke arah warga tanpa peringatan,” ujar Salanguit dalam keterangan kepada media.

Selain empat korban tewas, sedikitnya empat orang lainnya masih dirawat intensif di rumah sakit akibat luka tembak. Kondisi mereka dilaporkan masih dalam pengawasan tim medis.

Polisi menduga kuat bahwa aksi penembakan ini berkaitan dengan konflik dalam jaringan transaksi narkoba ilegal. Informasi dari warga dan aparat desa menyebutkan lokasi kejadian memang kerap digunakan sebagai tempat aktivitas terlarang tersebut.

“Indikasi awal mengarah pada perselisihan terkait narkoba, namun kami masih terus mendalami motif pasti dari serangan ini,” tambah Salanguit.

Dalam keterangan terpisah, Wali Kota Kadayangan, Duma Mascud, mengatakan bahwa pelaku diduga berjumlah sekitar delapan orang. Mereka datang menggunakan kendaraan pribadi dan berhenti di desa sebelum melakukan aksi.

“Tiga orang turun dari kendaraan dan langsung menembaki warga sipil. Motifnya masih dalam penyelidikan,” ujarnya.

Pasca kejadian, aparat dari Kepolisian Maguindanao del Norte langsung dikerahkan untuk memperketat pengamanan di wilayah tersebut. Langkah ini dilakukan guna mencegah potensi serangan lanjutan sekaligus menenangkan warga.

Meski insiden ini cukup menggemparkan, hingga saat ini belum ada laporan mengenai warga yang mengungsi. Namun situasi di lapangan masih dalam pengawasan ketat aparat keamanan.

Peristiwa ini kembali menegaskan tantangan keamanan di wilayah selatan Filipina, khususnya di kawasan Bangsamoro yang masih menghadapi berbagai persoalan, termasuk aktivitas kriminal dan peredaran narkoba ilegal.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online