Satgas Haji Bongkar Puluhan Kasus Penipuan, 550 Jamaah Jadi Korban
Satgas Haji ungkap 59 kasus hingga Mei 2026. Sebanyak 550 jamaah jadi korban dengan kerugian Rp21,7 miliar. Waspadai haji ilegal.
La Nina dan El Nino. Istimewa
Harianjogja.com, JAKARTA — Dunia kembali dihadapkan pada ancaman serius perubahan iklim. Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) memperingatkan bahwa fenomena El Nino berpotensi besar muncul kembali dalam waktu dekat, dengan peluang mencapai hingga 90 persen dan berisiko memicu cuaca ekstrem secara global.
Peringatan ini menjadi sinyal kuat bagi berbagai negara, termasuk Indonesia, untuk meningkatkan kewaspadaan. El Nino diprediksi mulai berkembang pada periode Juni hingga Agustus dengan probabilitas mencapai 80 persen, dan berpotensi bertahan hingga akhir tahun.
Fenomena ini dipicu oleh suhu permukaan laut di Samudra Pasifik tropis yang lebih hangat dari biasanya. Kondisi tersebut berdampak luas terhadap perubahan pola cuaca global, mulai dari peningkatan suhu hingga pergeseran curah hujan.
Bagi Indonesia, El Nino identik dengan ancaman kekeringan. Penurunan curah hujan berpotensi terjadi di berbagai wilayah, yang dapat berdampak pada sektor pertanian, ketersediaan air bersih, hingga risiko kebakaran hutan dan lahan.
Tidak hanya Indonesia, sejumlah kawasan lain juga diperkirakan terdampak serupa, seperti Australia, Amerika Tengah, Amerika Selatan bagian utara, kawasan Karibia, hingga sebagian Asia Selatan.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, António Guterres, menegaskan bahwa dunia tidak boleh menganggap remeh fenomena ini. Ia menyebut El Nino sebagai peringatan iklim yang mendesak di tengah tren pemanasan global yang terus meningkat.
“El Nino akan datang dalam beberapa bulan ke depan dengan tingkat kepastian tinggi. Dampaknya akan lebih luas dan lebih berat di tengah kondisi bumi yang semakin panas,” tegasnya, Selasa (2/6/2026)
Senada, Sekretaris Jenderal WMO, Celeste Saulo, mengingatkan bahwa dunia harus bersiap menghadapi kemungkinan El Nino yang kuat. Dampaknya tidak hanya berupa kekeringan, tetapi juga hujan ekstrem dan gelombang panas di berbagai wilayah.
Fenomena El Nino sebelumnya pada periode 2023–2024 bahkan tercatat sebagai salah satu yang terkuat dalam sejarah dan berkontribusi terhadap rekor suhu global.
WMO juga memprediksi suhu udara global pada periode Juni hingga Agustus akan berada di atas normal hampir di seluruh dunia. Kondisi ini meningkatkan risiko stres panas, terutama di wilayah yang sudah rentan terhadap suhu tinggi.
Selain itu, dampak El Nino tidak selalu identik dengan kekeringan. Di beberapa wilayah, fenomena ini justru dapat memicu curah hujan ekstrem yang berujung banjir.
El Nino sendiri merupakan bagian dari siklus iklim alami yang dikenal sebagai El Nino Southern Oscillation (ENSO). Fenomena ini biasanya terjadi setiap dua hingga tujuh tahun dan dapat berlangsung selama hampir satu tahun.
Dengan potensi dampak yang luas dan lintas negara, WMO menekankan pentingnya sistem peringatan dini serta kesiapsiagaan pemerintah dan masyarakat. Langkah antisipatif dinilai krusial untuk meminimalkan dampak terhadap kehidupan manusia maupun perekonomian.
Bagi Indonesia, sinyal kemunculan El Nino menjadi alarm serius, terutama untuk sektor pangan dan lingkungan. Tanpa kesiapan yang matang, ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem bisa berdampak besar dalam beberapa bulan ke depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Satgas Haji ungkap 59 kasus hingga Mei 2026. Sebanyak 550 jamaah jadi korban dengan kerugian Rp21,7 miliar. Waspadai haji ilegal.
Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi meminta seluruh sektor untuk terus bersinergi dalam mempertahankan provinisinya sebagai lumbung pangan nasional.
Topan Chanmi menerjang Jepang, lebih dari 200 ribu warga Kagoshima dievakuasi, ribuan rumah terdampak dan listrik padam.
Kemenag DIY pastikan kepulangan jemaah haji 2026 via YIA lebih cepat tanpa transit hotel, langsung menuju daerah asal.
Pria asal Boyolali meninggal usai terjatuh dari motor di flyover Manahan Solo, diduga kelelahan setelah beraktivitas.
WMO peringatkan El Nino berpeluang 90 persen terjadi, Indonesia berisiko kekeringan dan cuaca ekstrem dalam beberapa bulan ke depan.