PSEL Piyungan Akan Aliri Listrik 15.000 Rumah, Dibangun 2027
PSEL DIY ditargetkan mengolah 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 18-20 MW untuk sekitar 15.000 rumah.
Foto ilustrasi impor dan eksport. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Kinerja impor Indonesia pada Maret 2026 mengalami penurunan cukup signifikan. Pemerintah menyebut kondisi ini dipengaruhi kombinasi faktor musiman libur panjang Idul Fitri hingga tekanan geopolitik global, khususnya di kawasan Timur Tengah.
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengungkapkan, total impor Indonesia pada Maret 2026 tercatat sebesar 19,21 miliar dolar AS. Angka ini turun 8,08% dibandingkan bulan sebelumnya (month-to-month), meski masih mencatat pertumbuhan tipis 1,51% secara tahunan (year-on-year).
"Penurunan ini dipengaruhi faktor musiman libur panjang Idul Fitri, tekanan geopolitik di kawasan Timur Tengah, serta pelemahan permintaan domestik," kata Budi dalam keterangan resmi, Rabu.
Ia menjelaskan, kontraksi bulanan terutama disebabkan penurunan impor nonmigas yang mencapai 15,14%. Di sisi lain, impor migas justru melonjak signifikan hingga 58,73%, menunjukkan adanya kebutuhan energi yang tetap tinggi.
Jika dilihat berdasarkan jenis penggunaan barang, penurunan terdalam terjadi pada impor barang modal yang anjlok 15,75%. Disusul barang konsumsi turun 11,64% dan bahan baku serta penolong melemah 5,21% secara bulanan.
Meski demikian, secara kumulatif sepanjang Januari hingga Maret 2026, kinerja impor nasional justru menunjukkan tren positif. Total impor mencapai 61,30 miliar dolar AS atau tumbuh 10,05% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan ini didorong oleh impor nonmigas yang meningkat 12,16%, sementara impor migas masih mengalami kontraksi 1,72%. Dari sisi penggunaan, seluruh kelompok barang mencatat pertumbuhan kumulatif, dengan barang modal menjadi kontributor terbesar yakni naik 24,02%.
Lonjakan impor barang modal ini berkaitan dengan meningkatnya kebutuhan terhadap komoditas strategis, seperti perangkat teknologi (smartphone dan komputer) serta alat transportasi udara.
Bahkan, dari sisi komoditas, impor kendaraan udara dan komponennya melonjak tajam hingga 546,55%. Selain itu, sejumlah komoditas lain juga mencatat pertumbuhan tinggi, seperti garam, belerang, batu, dan semen (71,95%), bijih logam (60,64%), hingga logam mulia dan perhiasan (44,71%).
Dari sisi negara asal, impor nonmigas Indonesia masih didominasi oleh Tiongkok, Australia, dan Jepang dengan kontribusi gabungan mencapai 52,97%.
Namun menariknya, pertumbuhan impor tertinggi justru datang dari negara nontradisional seperti Meksiko (naik 383,37%), Spanyol (177,70%), serta Oman (138,90%). Hal ini menunjukkan semakin beragamnya sumber pasokan impor Indonesia.
Pemerintah menegaskan akan terus menjaga keseimbangan antara kebutuhan impor dan penguatan industri dalam negeri agar tetap kompetitif di tengah dinamika global.
"Kami akan terus memperluas pasar dengan tetap menjaga stabilitas industri dalam negeri serta memastikan kebijakan yang adaptif terhadap dinamika global," ujar Budi.
Dengan dinamika ini, arah kebijakan perdagangan Indonesia ke depan diproyeksikan akan lebih fleksibel, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah tekanan global yang masih berlanjut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
PSEL DIY ditargetkan mengolah 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 18-20 MW untuk sekitar 15.000 rumah.
Residivis WAG alias Gus W menipu warga Boyolali Rp105,3 juta dengan modus ritual spiritual. Uang hasil kejahatan dipakai untuk judi online.
DPRD Kabupaten Magelang terus memperkuat pelestarian seni dan budaya sebagai bagian dari pembangunan karakter masyarakat.
DPRD Jogja mendorong tiang PJU dimanfaatkan untuk fiber optik dan smart pole guna menata kabel serta meningkatkan PAD.
Menkeu Purbaya menegaskan tak ada pajak baru khusus rumah kontrakan. Penghasilan sewa properti tetap menjadi objek PPh sesuai aturan.
Daftar harga HP ZTE terbaru 2026 mulai Rp999.000, dari Blade A35, Blade A72 hingga Nubia V60 lengkap dengan spesifikasinya