26 Pendaki Cedera dan Hipotermia Dievakuasi dari Bawakaraeng
Sebanyak 26 pendaki Gunung Bawakaraeng mengalami cedera hingga hipotermia saat mengikuti rangkaian HUT ke-81 RI.
Foto ilustrasi hujan di perkotaan, dibuat menggunakan Artificial Intelligence/AI.
Harianjogja.com, JAKARTA—Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi guyuran hujan di mayoritas wilayah Indonesia pada Kamis (26/3/2026).
Peringatan dini ini dikeluarkan seiring dengan terpantaunya dinamika atmosfer yang memicu pertumbuhan awan hujan secara signifikan di berbagai titik mulai dari wilayah barat hingga timur nusantara.
Prakirawan BMKG, Miftah A., menjelaskan bahwa kondisi cuaca ekstrem dengan intensitas hujan sedang diprediksi akan melanda kawasan Bandung dan Tanjung Selor. Sementara itu, sebaran hujan dengan skala ringan berpotensi membasahi wilayah Pekanbaru, Jambi, Bengkulu, Bandar Lampung, Palangka Raya, serta hampir seluruh wilayah di Pulau Jawa.
“Sementara itu, hujan ringan berpotensi turun di Pekanbaru, Jambi, Bengkulu, Bandar Lampung, sebagian besar Jawa, dan Palangka Raya,” ujarnya dalam siaran resmi prakiraan cuaca yang disiarkan dari Jakarta, Kamis pagi.
Selain faktor hujan, fenomena awan tebal juga diprediksi akan menyelimuti sejumlah kota besar di bagian barat Indonesia seperti Banda Aceh, Medan, dan Tanjung Pinang. Kondisi serupa juga diperkirakan terjadi di Padang, Pangkalpinang, Palembang, hingga beberapa titik di Kalimantan seperti Pontianak, Samarinda, dan Banjarmasin.
Bergeser ke area timur, Nabire menjadi wilayah yang perlu mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang sepanjang hari ini. Adapun wilayah Denpasar, Kupang, Palu, Mamuju, Kendari, Makassar, Ambon, hingga sebagian besar daratan Papua diprakirakan akan mengalami hujan ringan dengan durasi yang bervariasi.
“Untuk potensi cuaca berawan dan berawan tebal diprakirakan terjadi di Manado, Gorontalo, dan Mataram. Terdapat juga potensi udara kabur di wilayah Ternate,” tambah Miftah mengenai variasi kondisi atmosfer di wilayah tengah dan kepulauan Maluku.
Penyebab utama dari cuaca yang cukup fluktuatif ini adalah adanya sirkulasi siklonik yang terpantau aktif di kawasan Samudra Hindia bagian barat Aceh.
Sistem atmosfer tersebut memicu pembentukan daerah konvergensi dan konfluensi yang memanjang dari Laut Andaman hingga perairan barat Aceh, sehingga meningkatkan suplai uap air dan pembentukan awan hujan secara masif.
Masyarakat diharapkan terus memantau pembaruan data cuaca secara berkala melalui platform resmi seperti aplikasi Info BMKG, situs web, maupun kanal media sosial @infobmkg guna mengantisipasi dampak bencana hidrometeorologi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sebanyak 26 pendaki Gunung Bawakaraeng mengalami cedera hingga hipotermia saat mengikuti rangkaian HUT ke-81 RI.
Grammy Awards meninjau kategori Best Asian Pop Music Performance setelah BTS memutuskan tidak ikut Grammy 2027. Ini perkembangan terbarunya.
Toprak Razgatlioglu sambut proyek Yamaha 850cc dengan optimisme tinggi. Meski uji coba Brno belum maksimal, ia sebut hasilnya memuaskan. Target bertarung di pap
Persib Bandung di ambang juara Dewata Challenge Series 2026. Simak jadwal Bali United vs Persib dan peluang Maung Bandung meraih trofi.
Daftar bansos PKH dan BPNT kini bisa dilakukan secara mandiri melalui portal perlinsos Kemensos. Cukup pakai HP dan IKD aktif. Simak langkah-langkah dan syarat
Lamborghini menegaskan belum berencana menghadirkan mobil transmisi manual dan memilih fokus pada pengembangan supercar hybrid berperforma tinggi.