Pengusaha RI Punya Waktu 3 Bulan Penuhi Standar Eropa
Pengusaha Indonesia memiliki waktu sekitar 3 bulan menyiapkan standar Eropa sebelum IEU-CEPA ditargetkan berlaku awal 2027.
Foto ilustrasi pengungsi warga Lebanon. - Antara/Anadolu
Harianjogja.com, MOSKOW—Serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon memicu reaksi keras dari Prancis. Insiden ini terjadi saat situasi keamanan di kawasan tersebut kembali memanas di tengah konflik yang belum mereda.
Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) dilaporkan menjadi sasaran serangan dalam tiga kejadian terpisah saat berpatroli di sejumlah wilayah.
Komando UNIFIL menyebut serangan terjadi di Yater, Deir Kifa, dan Qallawiyah pada Minggu (15/3/2026). Pelaku diduga berasal dari kelompok bersenjata non-negara.
Pemerintah Prancis melalui Kementerian Luar Negeri menyatakan kecaman keras atas insiden tersebut.
"Prancis mengecam keras penembakan yang terjadi beberapa kali terhadap tentara UNIFIL kemarin. Serangan dari kelompok bersenjata non-negara ini tidak dapat diterima," demikian pernyataan resmi yang disampaikan pada Senin (16/3/2026).
Prancis juga mendesak seluruh pihak yang terlibat konflik untuk kembali menahan diri dan mematuhi kesepakatan gencatan senjata yang telah ditetapkan sebelumnya.
"Prancis menyerukan kepada semua pihak untuk menahan diri, kembali melakukan gencatan senjata yang ditetapkan pada 26 November 2024 dan mematuhi Resolusi Dewan Keamanan 1701," lanjut pernyataan tersebut.
Selain itu, Prancis menyoroti perlunya pelucutan senjata oleh kelompok Hizbullah di Lebanon serta mendesak Israel untuk menghentikan operasi darat di wilayah tersebut.
Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri Lebanon juga turut mengecam serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian tersebut.
Ketegangan di kawasan semakin meningkat setelah pada awal Maret terjadi serangan roket dari wilayah Lebanon ke arah Israel.
Kelompok Hizbullah mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Sebagai balasan, militer Israel melancarkan serangan besar-besaran ke sejumlah wilayah padat penduduk di Lebanon, termasuk di Beirut.
Akibat eskalasi konflik tersebut, ratusan ribu warga terpaksa meninggalkan tempat tinggal mereka dan mencari perlindungan ke wilayah yang dianggap lebih aman di dalam negeri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pengusaha Indonesia memiliki waktu sekitar 3 bulan menyiapkan standar Eropa sebelum IEU-CEPA ditargetkan berlaku awal 2027.
Basral Graito memilih menikmati pertandingan untuk menjaga fokus di Asian Games 2026 dan bersiap tampil di World Skate Paraguay.
DPRD Jateng menerima informasi 19 titik pengeboran geotermal dan meminta ESDM serta PLN menemui warga di sekitar Gunung Ungaran.
Polda Banten membongkar sindikat penyalahgunaan solar subsidi di Serang. Polisi menyita 1.000 liter solar dan menetapkan dua tersangka.
Pura Jagat Natha resmi berdiri di kawasan Alun-alun Kota Magelang. Kehadirannya melengkapi rumah ibadah lintas agama di kawasan tersebut.
ASDP menjelaskan antrean panjang di Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk dipicu aksi pengemudi truk. Antrean di sisi Jawa mencapai 8 km.