Aldila Sutjiadi ke Perempat Final DC Open 2026, Kalahkan Unggulan!
Aldila Sutjiadi lolos ke perempat final WTA 500 DC Open 2026 bersama Erin Routliffe. Kalahkan Kenin/Potapova 2-0, siap hadapi wakil tuan rumah.
Foto ilustrasi petugas pemadam kebakaran bekerja memadamkan api di lokasi kejadian kebakaran. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA— Kebakaran hebat melanda unit perawatan intensif (ICU) bagian trauma di rumah sakit pendidikan di negara bagian Odisha, India, pada Senin (16/3/2026) dini hari. Insiden tragis ini menewaskan sedikitnya 10 pasien dan menyebabkan 11 petugas medis mengalami luka bakar saat proses evakuasi darurat.
Reuters melaporkan peristiwa tersebut terjadi di SCB Medical College and Hospital yang berada di Kota Cuttack, wilayah Odisha.
Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik yang terjadi sekitar pukul 03.00 waktu setempat, memicu kepanikan di ruang ICU yang saat itu berisi pasien dalam kondisi kritis.
Evakuasi Darurat di Tengah Kepulan Asap
Kepala Menteri Odisha Mohan Charan Majhi bersama Menteri Kesehatan daerah Mukesh Mahaling langsung mendatangi lokasi untuk memantau proses penanganan insiden tersebut.
Menurut laporan pemerintah daerah, sebanyak 23 pasien berhasil dievakuasi dari ruang ICU saat kebakaran berlangsung.
Namun kondisi darurat membuat sebagian pasien tidak tertolong. Tujuh pasien yang berada dalam kondisi kritis meninggal dunia saat proses pemindahan, sementara tiga korban lainnya meninggal setelah sempat mendapat penanganan medis.
Aksi Heroik Tenaga Medis
Di tengah situasi yang penuh asap dan api, staf rumah sakit dan petugas keamanan menunjukkan keberanian dengan masuk ke ruang ICU untuk menyelamatkan pasien yang tidak mampu bergerak sendiri.
Sebanyak 11 tenaga medis dan personel keamanan mengalami luka bakar setelah membantu proses evakuasi tersebut. Mereka kini menjalani perawatan intensif akibat luka yang diderita saat menyelamatkan pasien.
Perdana Menteri India Sampaikan Duka
Duka atas tragedi tersebut juga disampaikan oleh Perdana Menteri India Narendra Modi.
Melalui pernyataan di media sosial, Modi menyebut insiden kebakaran rumah sakit itu sebagai peristiwa yang sangat menyakitkan.
Pemerintah pusat India kemudian mengumumkan bantuan kompensasi sebesar 200.000 rupee bagi keluarga setiap korban meninggal dunia.
Sementara itu, Pemerintah Negara Bagian Odisha memberikan tambahan santunan sebesar 2,5 juta rupee kepada keluarga korban.
Sorotan terhadap Standar Keselamatan Rumah Sakit
Insiden kebakaran ini kembali memicu kritik publik terkait standar keselamatan fasilitas kesehatan di India.
Sejumlah kecelakaan serupa sebelumnya juga terjadi, termasuk kebakaran rumah sakit di wilayah Rajasthan pada Oktober 2025 serta tragedi di unit neonatal di Jhansi pada 2024.
Peristiwa berulang tersebut membuat masyarakat mendesak pemerintah India untuk melakukan audit menyeluruh terhadap sistem kelistrikan dan standar keamanan di rumah sakit.
Evaluasi menyeluruh dinilai penting agar fasilitas kesehatan benar-benar menjadi tempat yang aman bagi pasien untuk menjalani perawatan, bukan justru menjadi lokasi bencana yang mengancam keselamatan jiwa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Aldila Sutjiadi lolos ke perempat final WTA 500 DC Open 2026 bersama Erin Routliffe. Kalahkan Kenin/Potapova 2-0, siap hadapi wakil tuan rumah.
Rusia mendukung program nuklir Korea Utara dan menolak seruan denuklirisasi Semenanjung Korea karena meningkatnya ketegangan kawasan.
Kejagung menyiapkan kantor sementara dan pejabat struktural untuk operasional tujuh Kejari baru yang dibentuk melalui Perpres Nomor 40 Tahun 2026.
Kasus kebakaran lahan di Gunungkidul meningkat menjadi 15 kasus selama musim kemarau. Warga diminta tidak membakar sampah sembarangan.
Kuasa hukum Raudi Akmal menilai sejak awal tidak ada dua alat bukti yang cukup usai PN Sleman mengabulkan sebagian praperadilan.
Polresta Jogja mulai memeriksa lima tersangka baru kasus Little Aresha Daycare. Total tersangka kini mencapai 32 orang dengan 157 korban anak.