KTM Satu-satunya Tim Tanpa Juara Dunia di MotoGP 2027
Red Bull KTM jadi satu-satunya tim pabrikan tanpa juara dunia di MotoGP 2027. Alex Marquez dan Diggia diandalkan di era baru.
Asap mengepul di Teheran, Iran. Ledakan terdengar lagi di Teheran, Iran, 1 Maret 2026. ANTARA/Xinhua/Shadati
Harianjogja.com, JOGJA—Di tengah kecamuk serangan udara Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Iran yang kini memasuki hari keenam, pemimpin tertinggi Gereja Katolik, Paus Leo, mengeluarkan seruan damai kepada para pemimpin dunia.
Melalui sebuah pesan video yang dirilis pada Kamis (5/3/2026), Paus meminta para pemimpin negara untuk menolak kekerasan dan menghentikan ambisi militer yang berpotensi menghancurkan kemanusiaan.
"Tuhan, beri cahaya bagi para pemimpin bangsa, agar mereka memiliki keberanian untuk meninggalkan proyek-proyek kematian," tegas Paus Leo dalam video tersebut, sebagaimana dikutip dari Reuters.
Ia juga menekankan pentingnya mengangkat doa demi perdamaian dunia agar bangsa-bangsa segera meletakkan senjata dan memilih jalur dialog serta diplomasi yang bermartabat.
Fokus Doa: Perlucutan Senjata Global
Setiap bulan, Paus Leo secara rutin merilis video yang berisi niat doa bagi umat Katolik di seluruh dunia. Untuk periode Maret 2026, Paus secara khusus mengusung tema “Demi Perlucutan Senjata dan Perdamaian.”
Hingga kini, Vatikan belum memberikan keterangan resmi mengenai waktu pasti pengambilan gambar video tersebut—apakah dibuat sebagai respons langsung terhadap eskalasi militer Amerika Serikat dan Israel di Iran atau telah dijadwalkan sebelumnya.
Meski demikian, pesan tersebut muncul di tengah meningkatnya konflik regional. Iran dilaporkan melancarkan serangan balasan ke wilayah Israel, kawasan Teluk, dan Irak, sementara Israel juga melakukan operasi militer di Lebanon.
Vatikan Kritik Konsep “Perang Preventif”
Kritik keras juga datang dari diplomat tertinggi Vatikan, Kardinal Pietro Parolin. Dalam wawancara dengan Vatican News pada Rabu (4/3/2026), Sekretaris Negara Vatikan itu menyatakan bahwa operasi militer yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel berpotensi merusak tatanan hukum internasional.
Parolin memperingatkan bahaya pembenaran tindakan agresi atas nama pertahanan diri sebelum serangan terjadi.
"Jika negara diakui memiliki hak melakukan 'perang preventif'... seluruh dunia bisa berisiko terbakar," ujarnya.
Pernyataan tersebut mencerminkan kekhawatiran Vatikan bahwa legitimasi konsep perang preventif dapat menciptakan preseden berbahaya bagi stabilitas global di masa depan.
Perdamaian Dibangun dari Solidaritas
Dalam video doanya, Paus Leo menegaskan bahwa keamanan sejati suatu bangsa tidak dapat dicapai melalui kontrol yang dilandasi rasa takut atau superioritas militer.
Menurutnya, perdamaian yang berkelanjutan hanya bisa dibangun di atas fondasi kepercayaan, keadilan, dan solidaritas antarbangsa.
Pesan moral tersebut menjadi seruan penting agar komunitas internasional kembali mengutamakan diplomasi dan dialog. Hal ini juga sejalan dengan berbagai upaya diplomasi yang tengah berlangsung, termasuk langkah China yang mengirimkan utusan khusus ke Timur Tengah untuk meredam ketegangan.
Seusai pesan tersebut dirilis, masyarakat internasional diharapkan dapat merenungkan kembali dampak kemanusiaan dari konflik yang masih berkecamuk di kawasan tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Red Bull KTM jadi satu-satunya tim pabrikan tanpa juara dunia di MotoGP 2027. Alex Marquez dan Diggia diandalkan di era baru.
Pengadilan Korsel vonis bos SK Group bayar Rp 11 triliun ke mantan istri. Kasus ini disebut "perceraian abad ini" dan guncang dunia bisnis.
Nahkoda speedboat yang tenggelam di Teluk Tomini masih dicari. Sebanyak 12 korban lain ditemukan selamat setelah bertahan di atas rakit.
Fajar/Fikri lolos ke final China Open 2026 usai kalahkan Liang/Wang 21-19 di rubber game. Ini final kedua beruntun setelah Japan Open
Regulator China denda Trip.com Rp 13,7 triliun atas praktik monopoli. Perusahaan memaksa hotel eksklusif dan atur harga. Simak kasus lengkapnya.
Lonjakan bot jahat di Asia Pasifik mencapai 63% pada 2025. Pengguna e-commerce dan layanan AI menghadapi ancaman siber yang semakin besar.