Prabowo Bahas Kerja Sama PLTN dengan Rosatom Rusia
Presiden Prabowo menerima petinggi Rosatom Rusia untuk membahas kerja sama pengembangan energi nuklir sipil di Indonesia.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, SIAK— Insiden tragis terjadi saat ujian praktik sains di sebuah sekolah di Kabupaten Siak, Riau. Seorang siswa kelas IX berinisial MA (15) meninggal dunia setelah alat peraga yang digunakannya meledak saat demonstrasi di aula sekolah.
Peristiwa itu terjadi pada Rabu (8/4/2026) ketika kegiatan ujian praktik mata pelajaran IPA berlangsung. Saat giliran kelompoknya, korban memperagakan proyek berupa senapan rakitan yang diduga dibuat sendiri sebagai bagian dari tugas sains.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Siak, Ajun Komisaris Polisi Raja Kosmos Parmulais, menjelaskan bahwa ledakan terjadi sesaat setelah korban melakukan percobaan tembakan.
“Kami sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), dan benda yang diamankan akan dikirim ke laboratorium forensik (Labfor). Kita belum bisa memastikan bahan atau penyebab pasti ledakan sebelum ada hasil pemeriksaan,” katanya, Kamis.
Sebelum percobaan dimulai, korban sempat meminta teman-teman satu kelompoknya menjauh dari lokasi. Ia kemudian mengambil posisi untuk memperagakan alat tersebut di hadapan peserta lain.
Namun, saat pemicu digunakan, alat itu justru meledak. Suara keras disertai asap muncul dari perangkat tersebut, diikuti pecahan material yang berhamburan ke berbagai arah.
“Pecahan senapan rakitan berhamburan mengenai aula sekolah, dinding kelas dan juga kepala korban sehingga korban mengalami luka di bagian wajah akibat terkena pecahan senapan tersebut,” ujarnya.
Korban yang mengalami luka serius di bagian kepala dan wajah langsung dilarikan ke rumah sakit. Namun, nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.
Polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian, termasuk bagian alat peraga yang digunakan korban. Seluruh barang tersebut akan diperiksa lebih lanjut untuk mengungkap penyebab pasti ledakan.
Menurut Raja, dugaan awal menyebutkan alat tersebut tersusun dari material seperti plastik, potongan besi, serta bubuk berwarna hitam. Meski demikian, jenis bahan tersebut belum dapat dipastikan sebelum hasil uji laboratorium keluar.
“Kita kirim ke Labfor Polda Riau untuk memastikannya. Kita minta tidak ada spekulasi informasi yang tidak benar atas kejadian ini,” ujarnya.
Pihak kepolisian masih terus mendalami kasus ini, termasuk prosedur pengawasan saat kegiatan praktik berlangsung, guna memastikan tidak ada unsur kelalaian yang memperparah insiden tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Presiden Prabowo menerima petinggi Rosatom Rusia untuk membahas kerja sama pengembangan energi nuklir sipil di Indonesia.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya Rabu 13 Mei 2026 berdasarkan data resmi KAI Access.
Update prakiraan cuaca Jogja dan sekitarnya untuk Rabu, 13 Mei 2026. Cek daftar wilayah yang berpotensi hujan ringan serta pantauan suhu udara di seluruh DIY.
Pembangunan aviary Purwosari Gunungkidul kembali dilanjutkan tahun ini dengan anggaran Rp5,6 miliar dari Dana Keistimewaan DIY.
Amerika Serikat disebut telah menghabiskan Rp507 triliun untuk operasi militer melawan Iran sejak konflik pecah Februari 2026.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur, tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.