Profil dan Pemilik KMP Putri Yasmin, Terbakar di Selat Lombok
Profil KMP Putri Yasmin, kapal feri buatan Jepang 1992 yang melayani rute Padangbai-Lembar dengan kapasitas penumpang dan kendaraan.
SD Negeri 3 Pasuruhan Lor, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, gergenang banjir, sehingga siswa menjalani proses belajar mengajar secara daring. ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif
Harianjogja.com, KUDUS—Sebanyak 62 sekolah di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mulai dari tingkat taman kanak-kanak (TK) hingga sekolah menengah pertama (SMP), terdampak banjir. Kondisi tersebut membuat kegiatan belajar mengajar (KBM) sementara dialihkan secara daring atau online.
“Kegiatan belajar mengajar secara daring tetap akan digelar selama sekolah tersebut masih terdampak banjir,” kata Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus Anggun Nugroho di Kudus, Kamis.
Ia mengungkapkan, jumlah sekolah terdampak akan terus dimutakhirkan seiring curah hujan yang masih tinggi dalam beberapa hari terakhir.
Banjir akibat intensitas hujan tinggi sejak Jumat (9/1) merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Kudus dan berdampak langsung pada aktivitas pendidikan. Puluhan sekolah dasar (SD) dan TK di berbagai kecamatan terpaksa menghentikan KBM tatap muka.
Disdikpora Kabupaten Kudus pun mengeluarkan imbauan kepada seluruh satuan pendidikan yang terdampak banjir untuk meliburkan siswa dan mengganti KBM dengan pembelajaran daring.
“Seluruh sekolah kami minta mengutamakan keselamatan warga sekolah, terutama siswa. Jangan memaksakan kegiatan tatap muka apabila kondisi tidak memungkinkan dan berisiko,” ujarnya.
Selain itu, Disdikpora meminta pihak sekolah mengamankan aset-aset penting seperti perangkat elektronik, alat peraga, dan buku pelajaran agar terhindar dari kerusakan akibat genangan air.
Para guru juga diminta tetap aktif memantau perkembangan siswa dari rumah melalui WhatsApp Group (WAG) atau platform pembelajaran lainnya. Guru dapat mengajukan izin work from anywhere (WFA) maupun permohonan toleransi keterlambatan.
Sementara itu, Guru Kelas 6 SD Negeri 3 Pasuruhan Lor, Muhammad Sa'id, mengatakan banjir mulai terjadi pada Senin (12/1) siang setelah siswa selesai mengikuti KBM. Sekolah tersebut memiliki 78 siswa yang seluruhnya berasal dari Dukuh Goleng, Desa Pasuruhan Lor.
“Karena halaman sekolah tergenang banjir, maka siswa diliburkan. Sedangkan pembelajaran tatap muka diganti secara daring,” ujarnya.
Langkah pengalihan KBM ini diharapkan dapat menjaga keselamatan seluruh warga sekolah sekaligus memastikan hak siswa untuk tetap mendapatkan layanan pendidikan di tengah kondisi darurat banjir.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Profil KMP Putri Yasmin, kapal feri buatan Jepang 1992 yang melayani rute Padangbai-Lembar dengan kapasitas penumpang dan kendaraan.
Pieter Huistra menyebut pemain asing PSS Sleman masih beradaptasi. PSS juga membuka peluang merekrut pemain lokal dan menyiapkan uji coba.
MA mengoreksi perhitungan kerugian negara kasus korupsi timah. Dari Rp300 triliun, kerugian keuangan negara ditetapkan Rp28,9 triliun.
Pemkab Temanggung mendukung wacana guru PPPK menjadi ASN pusat. Beban APBD daerah berpotensi berkurang sekitar Rp150,5 miliar.
DPRD Bantul mengkaji usulan perubahan Perbup BUMKalma setelah pengelola menyoroti kebutuhan operasional dan penguatan kelembagaan.
Perpres ojol masih difinalisasi Komdigi. Pemerintah menguji formula bagi hasil yang adil bagi pengemudi dan menjaga bisnis platform ride-hailing.