Ledakan Gudang Bahan Peledak di Myanmar Tewaskan 45 Orang
Ledakan gudang bahan peledak pertambangan di Myanmar menewaskan lebih dari 45 orang dan melukai sekitar 70 korban lainnya.
Bupati Gorontalo Utara Thariq Modanggu turun langsung memboyong BPBD, Dinas Sosial dan organisasi perangkat daerah lainnya, dalam upaya percepatan penanggulangan kedaruratan banjir bandang di Kecamatan Biau pada Selasa (26/5/2026). ANTARA/HO-Humas Pemkab Gorontalo Utara
Harianjogja.com, GORONTALO—Penanganan banjir bandang di Kabupaten Gorontalo Utara terus dipercepat. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan kebutuhan logistik ribuan warga terdampak tetap terpenuhi melalui pendirian dapur umum di lokasi bencana.
Dapur Umum Jadi Prioritas Penanganan Darurat
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa dapur umum menjadi salah satu langkah utama dalam fase tanggap darurat.
Melalui fasilitas ini, makanan siap saji didistribusikan secara berkala kepada warga terdampak banjir bandang akibat luapan Sungai Didingga.
"Penanganan di lapangan dilakukan secara terpadu oleh BPBD Kabupaten Gorontalo Utara bersama unsur TNI, Polri, Tagana, relawan, serta berbagai pihak terkait," katanya, Selasa (2/6/2026).
Status Tanggap Darurat Resmi Berlaku
Upaya percepatan penanganan diperkuat dengan penetapan status tanggap darurat bencana banjir oleh pemerintah daerah.
Status tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Bupati Gorontalo Utara Nomor 116/V/2026 yang berlaku selama 30 hari, mulai 26 Mei hingga 24 Juni 2026.
"Dengan status ini, seluruh sumber daya dapat dimobilisasi secara maksimal untuk mempercepat penanganan korban dan pemulihan wilayah terdampak," paparnya.
Kronologi Banjir Bandang Sungai Didingga
Berdasarkan laporan Pusdalops BNPB, banjir bandang terjadi pada Selasa, 26 Mei 2026, akibat hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah hulu hingga hilir.
Luapan Sungai Didingga menyebabkan genangan air setinggi 40 hingga 200 sentimeter yang menerjang permukiman warga di Kecamatan Biau.
Lima desa terdampak meliputi Desa Biau, Desa Bualo, Desa Omuto, Desa Didingga dan Desa Luhuto.
Total warga terdampak mencapai 2.817 jiwa, menjadikan bencana ini salah satu yang terbesar di wilayah tersebut dalam beberapa waktu terakhir.
Kerusakan Rumah dan Infrastruktur
Dampak banjir bandang tidak hanya menyebabkan genangan, tetapi juga kerusakan fisik yang cukup parah.
Data sementara mencatat 3 rumah hanyut terbawa arus, 20 rumah mengalami rusak berat dan 826 rumah terdampak genangan.
Selain itu, material kayu dan lumpur tebal masih menutupi sejumlah area permukiman warga, meski air telah surut.
Kondisi Terkini: Air Surut, Pemulihan Dimulai
Per Senin, 1 Juni 2026, BNPB melaporkan bahwa genangan air di seluruh wilayah terdampak telah surut sepenuhnya.
Meski demikian, proses pemulihan masih berlangsung, terutama pembersihan lingkungan dari sisa lumpur dan material yang terbawa arus banjir.
Warga bersama relawan mulai melakukan gotong royong membersihkan rumah dan fasilitas umum agar aktivitas dapat kembali normal.
BNPB Pastikan Kebutuhan Warga Terpenuhi
BNPB menegaskan komitmennya untuk terus memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi selama masa tanggap darurat.
Selain logistik makanan, bantuan lain seperti air bersih, layanan kesehatan, dan dukungan psikososial juga terus disalurkan.
Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mempercepat pemulihan pascabencana ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Ledakan gudang bahan peledak pertambangan di Myanmar menewaskan lebih dari 45 orang dan melukai sekitar 70 korban lainnya.
Ketegangan di Papua Selatan uji nilai Pancasila. Proyek food estate dinilai abaikan masyarakat adat dan keberlanjutan.
Metode 30-30-30 viral diklaim bantu hidup sehat, tapi belum terbukti efektif turunkan berat badan menurut ahli.
BEM UGM resmi berubah jadi SEMA UGM, hapus Pemilwa dan dorong sistem meritokrasi dalam gerakan mahasiswa.
Karhutla di Riau capai 15.031 hektare hingga Juni 2026. BNPB dan BMKG peringatkan potensi El Nino picu kebakaran meluas.
Kasus leptospirosis di Bantul capai 123 hingga Mei 2026, enam pasien meninggal akibat terlambat ditangani.