6 Aplikasi AI yang Bisa Bikin Notulen Rapat Otomatis
Enam aplikasi AI ini dapat membantu membuat notulen rapat, transkripsi, rangkuman, dan action items secara otomatis.
Ilustrasi kobra./Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Banjir yang melanda Daerah Otonomi Guangxi Zhuang, Tiongkok, memicu situasi darurat baru setelah sekitar 900 ular berbisa dilaporkan lepas dari sebuah peternakan yang rusak akibat terjangan air pada Selasa (7/7/2026). Kondisi ini menambah risiko keselamatan warga yang masih berupaya menghadapi dampak banjir di sejumlah wilayah terdampak.
Peternakan ular yang berada di kawasan persawahan di Desa Dengwei, Hengzhou, mengalami kerusakan berat setelah hujan lebat yang dipicu Topan Maysak menyebabkan banjir besar. Kandang-kandang tempat pemeliharaan ular dilaporkan hancur sehingga ratusan reptil tersebut keluar dari area peternakan.
Sebagian ular yang lepas diketahui merupakan jenis berbisa, termasuk kobra. Keberadaan hewan-hewan tersebut di tengah kawasan yang masih tergenang air meningkatkan kekhawatiran masyarakat setempat, terutama warga yang belum sepenuhnya dapat meninggalkan daerah terdampak banjir.
Pemerintah setempat langsung mengerahkan tim khusus untuk melakukan pencarian dan penangkapan ular. Dikutip dari Red Star News, pejabat setempat, Wu Zhi, mengatakan tim beranggotakan 10 orang diterjunkan ke lokasi dengan perlengkapan berupa jaring dan tongkat setrum guna mengamankan ular yang berkeliaran di area banjir.
Selain melakukan pencarian, aparat juga meminta warga membatasi aktivitas di luar rumah selama proses penanganan berlangsung. Imbauan tersebut diberikan untuk mengurangi risiko kontak langsung dengan ular yang belum berhasil ditemukan.
Video yang beredar di media sosial menunjukkan sejumlah ular berenang di antara genangan air dan puing-puing yang terbawa banjir. Rekaman tersebut menarik perhatian publik karena memperlihatkan bagaimana bencana alam dapat memunculkan ancaman tambahan di luar kerusakan infrastruktur dan gangguan aktivitas masyarakat.
Laporan yang beredar juga menyebut adanya warga yang mengalami gigitan ular saat banjir berlangsung. Namun, hingga kini belum ada informasi resmi mengenai jumlah korban maupun kondisi terbaru mereka.
Banjir yang dipicu cuaca ekstrem dalam beberapa hari terakhir telah menyebabkan gangguan di berbagai wilayah Guangxi. Lepasnya ratusan ular berbisa menjadi tantangan tambahan bagi petugas yang masih fokus pada proses evakuasi, penanganan dampak banjir, dan pemulihan kondisi di daerah terdampak.
Peristiwa ini juga menyoroti pentingnya mitigasi risiko pada fasilitas peternakan hewan berbahaya yang berada di kawasan rawan bencana. Kerusakan kandang akibat banjir dapat memunculkan ancaman baru yang berpotensi membahayakan masyarakat sekitar jika tidak diantisipasi melalui sistem pengamanan yang memadai.
Hingga Selasa malam waktu setempat, proses pencarian dan penangkapan ular masih berlangsung. Aparat terus melakukan pemantauan di kawasan terdampak sembari memastikan keselamatan warga yang masih berada di sekitar lokasi banjir.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Enam aplikasi AI ini dapat membantu membuat notulen rapat, transkripsi, rangkuman, dan action items secara otomatis.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 23 Agustus 2026 dari Stasiun Yogyakarta menuju Palur lengkap dengan waktu di setiap stasiun.
Komdigi menyalurkan Starlink ke Nagekeo untuk menjaga konektivitas posko bencana dan fasilitas kesehatan pascagempa NTT.
Prabowo meminta edukasi bahaya karhutla diperkuat hingga masyarakat bawah. Pemerintah juga menyiapkan alat berat untuk buka lahan tanpa membakar.
OMC di kawasan IKN dimulai dengan penyemaian 800 kg garam untuk memicu hujan dan menambah cadangan air di tengah musim kemarau.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 23 Agustus 2026 tersedia dari pagi hingga malam. Simak jadwal lengkap Yogyakarta-Palur di sini.