Kredit Mobil Baru dan Bekas Melemah, OJK Soroti Dampak PHK
OJK mencatat pembiayaan mobil multifinance turun 3,61% hingga Mei 2026. Dampak PHK dinilai menjadi salah satu tantangan industri pembiayaan.
Ilustrasi seseorang flu/Freepik\r\n
Harianjogja.com, SEMARANG—Dinas Kesehatan Jawa Tengah mengungkap temuan satu kasus superflu akibat virus Influenza A (H3N2) subklad K dan menegaskan penyakit tersebut bukan virus baru.
Gejala superflu umumnya menyerupai flu biasa, seperti demam tinggi, nyeri otot, sakit kepala, dan radang tenggorokan. Kelompok rentan seperti lansia dan penderita komorbid diminta meningkatkan kewaspadaan.
Pakar dari Fakultas Kedokteran UNS menegaskan virus H3N2 pernah memicu wabah global pada 1968 dan terus bermutasi hingga kini, sehingga kemunculan varian baru merupakan hal yang lazim dalam dunia kesehatan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Jateng, dr. Irma Makiah, mengonfirmasi adanya temuan tersebut. Namun, ia enggan membeberkan identitas pasien, termasuk asal daerah dan usia.
“Iya, ada satu kasus. [Terdeteksi] akhir tahun 2025. [Asal dan usia?] Ya rahasia to, intinya, sudah enggak apa-apa, sudah aman,” kata Irma kepada Espos, Rabu (7/1/2026).
Irma membenarkan bahwa penanganan dan pemeriksaan sampel superflu dilakukan di RSUP dr. Kariadi Semarang. Rumah sakit tersebut merupakan salah satu rumah sakit sentinel di Jawa Tengah untuk pemantauan penyakit menular.
Tak Perlu Panik
Meski ada temuan kasus superflu, Irma menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan. Ia menekankan pentingnya menjaga kewaspadaan serta daya tahan tubuh agar tidak mudah terserang virus.
“Waspada perlu, tapi tak usah panik. superflu bukan terminologi medis. Penularan memang cepat, tapi risikonya tak seberbahaya Covid-19,” jelasnya.
Dari sisi gejala, superflu tidak jauh berbeda dengan flu pada umumnya. Penderitanya dapat mengalami demam tinggi, nyeri otot, sakit kepala, hingga nyeri tenggorokan.
“Segi penularan, rentan untuk HIV/AIDS, orangtua. Komorbid, tergantung kondisinya, kalau imunitasnya bagus, ya aman,” ucapnya.
Bukan Virus Baru
Sebelumnya, Guru Besar Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Tonang Dwi Ardyanto, juga meminta masyarakat tetap tenang dan tidak bereaksi berlebihan.
Ia menegaskan bahwa superflu bukan virus baru. Influenza A H3N2 pernah menyebabkan wabah besar pada 1968, lalu mengalami mutasi hingga muncul varian baru.
“Sebetulnya ini bukan sesuatu yang baru. Virus Influenza A H3N2 ini pernah menimbulkan wabah besar tahun 1968. Namun virus ini bermutasi dan menyesuaikan diri, sehingga muncul kembali dengan varian baru,” ujar Tonang.
Pemahaman yang tepat mengenai superflu dan Influenza A H3N2 diharapkan dapat mencegah kepanikan serta memperkuat kesiapsiagaan kesehatan masyarakat Jawa Tengah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Espos
OJK mencatat pembiayaan mobil multifinance turun 3,61% hingga Mei 2026. Dampak PHK dinilai menjadi salah satu tantangan industri pembiayaan.
Pemkab Kulonprogo mengeluhkan minimnya keterlibatan dalam program MBG dan menyoroti sebaran SPPG yang belum merata di wilayahnya.
Kabupaten Bantul akan memasok 250 ton sampah per hari untuk mendukung operasional PSEL Piyungan yang ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2028.
Xpeng melakukan recall 33.473 unit X9 di China akibat potensi kebocoran pada suspensi udara depan. Perbaikan gratis akan dimulai pada 28 Agustus 2026.
" kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya DPRD Sleman mempelajari strategi komunikasi publik yang diterapkan Pemerintah Kota Surabaya,"
Pemkab Banyumas menunggu hasil investigasi Polresta Banyumas terkait ambruknya tribun VIP Drift Speed Fest di Purwokerto. Korban sementara mencapai sekitar 90 o