Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen, Daya Beli Dinilai Masih Kuat
Ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen pada triwulan I-2026. Menkeu Purbaya menyebut konsumsi rumah tangga jadi penopang utama daya beli.
Logo SEA Games Thailand 2025
Harianjogja.com, JAKARTA—Kontingen Indonesia memastikan posisi runner-up SEA Games 2025 dengan perolehan medali yang tidak terkejar pesaing, menandai capaian terbaik Merah Putih saat berlaga di luar negeri.
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menegaskan bahwa kontingen Indonesia resmi mengunci posisi runner-up SEA Games 2025, setelah mengoleksi 91 medali emas, 111 perak, dan 129 perunggu hingga Jumat (19/12/2025) malam.
Posisi runner-up tersebut dipastikan tidak terkejar, karena Indonesia unggul atas Vietnam yang berada di peringkat ketiga dengan 86 medali emas, 79 perak, dan 110 perunggu. Meski masih terdapat perebutan medali pada hari terakhir, Sabtu, secara matematis perolehan emas Indonesia tidak mungkin terlampaui.
“Posisi runner-up ini merupakan capaian bersejarah, mengingat terakhir kali Indonesia menempati peringkat kedua saat tidak menjadi tuan rumah terjadi pada SEA Games 1995,” kata Erick dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu (20/12/2025).
Erick merujuk SEA Games 1995 di Chiang Mai, Thailand, ketika kontingen Indonesia finis di peringkat kedua klasemen akhir dengan 77 medali emas, 67 perak, dan 77 perunggu. Capaian tersebut menjadi patokan prestasi terbaik Indonesia di luar kandang sebelum SEA Games 2025.
Dari sisi perolehan emas, hasil SEA Games 2025 juga melampaui rekor medali emas Indonesia saat berlaga di luar negeri. Rekor sebelumnya tercatat pada SEA Games 1993 di Singapura, ketika Indonesia mengoleksi 88 medali emas, 81 perak, dan 84 perunggu, sekaligus keluar sebagai juara umum.
“Dalam beberapa edisi SEA Games sebelumnya, ketika tidak menjadi tuan rumah, Indonesia rata-rata berada di peringkat tiga atau empat,” ujar Erick.
Menurut Menpora, keberhasilan mengunci posisi runner-up SEA Games 2025 tidak terlepas dari dukungan Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk janji pemberian insentif tambahan sebesar Rp1 miliar bagi atlet peraih medali emas.
Erick menilai kebijakan tersebut menjadi dorongan psikologis dan motivasi tambahan bagi atlet, sekaligus memberi sinyal kuat bahwa prestasi olahraga nasional mendapat perhatian serius negara.
“Insentif ini memberi kepastian bagi atlet untuk masa depan mereka, sekaligus mendorong kepercayaan orang tua terhadap profesi atlet sebagai pilihan karier yang layak,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen pada triwulan I-2026. Menkeu Purbaya menyebut konsumsi rumah tangga jadi penopang utama daya beli.
Gunungkidul perketat pengawasan hewan kurban 2026 dengan 120 petugas dan pemeriksaan SKKH di pasar hewan.
BPBD Bantul siapkan Rp20 juta untuk antisipasi El Nino. Potensi kekeringan dan kebakaran mulai dipetakan sejak dini.
Prabowo kunjungi Museum Marsinah Nganjuk, soroti sejarah buruh Indonesia dan perjuangan hak pekerja serta penghormatan pahlawan nasional.
BNNP DIY perkuat pencegahan narkoba dengan kearifan lokal dan sinergi masyarakat untuk wujudkan Yogyakarta bersih narkoba.
Kompetisi 76 Indonesian Downhill 2026 hadir lebih ekstrem di Bantul. Trek baru lebih curam, cepat, dan menantang rider elite.