Trump Ancam Sanksi Bank China yang Masih Bekerja Sama dengan Iran
Trump membuka opsi sanksi AS terhadap bank China yang masih bekerja sama dengan Iran di tengah meningkatnya tekanan ekonomi Washington terhadap Teheran.
Kantor KPK - Antara
Harianjogja.com, JAKARTA—Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita dokumen dan sejumlah uang dari rumah pribadi serta rumah dinas Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, Sofyan Franyata Hariyanto (SF Hariyanto), terkait penyidikan dugaan pemerasan penambahan anggaran di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau.
“Penyidik mengamankan beberapa dokumen yang berkaitan dengan perkara dugaan tindak pemerasan terkait penambahan anggaran di Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (PUPRPKPP) Riau,” ujar Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (15/12/2025).
Budi Prasetyo menjelaskan uang yang disita berasal dari rumah pribadi SF Hariyanto.
“Penyidik juga mengamankan sejumlah uang dari rumah pribadi milik Wakil Gubernur Riau yang saat ini menjabat sebagai Pelaksana Tugas Gubernur, yakni uang tunai dalam bentuk rupiah dan mata uang asing,” katanya.
Ia menyebut mata uang asing tersebut berupa dolar Singapura. Namun, KPK belum mengungkapkan jumlah uang yang disita karena masih dalam proses penghitungan.
Sebelumnya, pada 3 November 2025, KPK mengonfirmasi penangkapan Gubernur Riau Abdul Wahid dan delapan orang lainnya dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkait kasus dugaan korupsi di Pemerintah Provinsi Riau.
Pada 4 November 2025, KPK mengumumkan Tenaga Ahli Gubernur Riau, Dani M. Nursalam, menyerahkan diri ke lembaga antirasuah tersebut.
Selain itu, KPK pada tanggal yang sama mengonfirmasi telah menetapkan tersangka pasca-OTT, meski belum menyampaikan detail identitasnya kepada publik.
Pada 5 November 2025, KPK secara resmi mengumumkan penetapan Gubernur Riau Abdul Wahid (AW), Kepala Dinas PUPRPKPP Riau M. Arief Setiawan (MAS), serta Tenaga Ahli Gubernur Riau Dani M. Nursalam (DAN) sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pemerasan di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau tahun anggaran 2025.
Kasus dugaan korupsi di Pemerintah Provinsi Riau ini terus dikembangkan KPK, termasuk penelusuran aliran uang dan peran pihak-pihak terkait, guna memperkuat pembuktian dalam proses penyidikan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Trump membuka opsi sanksi AS terhadap bank China yang masih bekerja sama dengan Iran di tengah meningkatnya tekanan ekonomi Washington terhadap Teheran.
Festival Mustika Rasa di Jogja mendorong kedaulatan pangan melalui pemanfaatan bahan lokal dan lebih dari 1.000 resep kuliner Nusantara.
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa
Simak jadwal lengkap KA Bandara YIA. Kereta beroperasi sejak dini hari hingga malam untuk mendukung mobilitas penumpang.
Menteri LH Moh Jumhur Hidayat menyebut industri kendaraan listrik berperan penting dalam upaya Indonesia mengejar target net zero emission 2060.
BPJS Ketenagakerjaan menargetkan kepesertaan pekerja informal mencapai 20% pada 2026 melalui strategi 3R dan penguatan literasi jaminan sosial.