Airlangga Sebut Insentif EV Dikaitkan dengan Kendaraan Nasional
Pemerintah mengkaji insentif kendaraan listrik yang akan dikaitkan dengan pengembangan mobil dan motor nasional untuk memperkuat industri EV.
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka./Antara
Harianjogja.com, JAKARTA—Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka berkeliling Pasar Induk Senen, Jakarta, Selasa, untuk meninjau aktivitas pasar tradisional sekaligus menyapa sejumlah pedagang dan mendengar keluhan-keluhan mereka secara langsung.
Gibran, di hadapan para pedagang itu, kemudian berjanji bahwa pemerintah melindungi para pedagang kecil dan memastikan para pedagang mendapatkan peluang untuk terus tumbuh dan berkembang.
"Pemerintah tidak hanya berfokus pada menjaga stabilitas harga bahan pokok, tetapi juga memastikan bahwa pedagang kecil mendapat perlindungan dan peluang untuk berkembang," kata Wapres Gibran sebagaimana dinarasikan oleh Sekretariat Wakil Presiden saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.
Dalam kunjungannya itu, Wapres Gibran mendengar langsung testimoni beberapa pedagang yang tetap bertahan di tengah gempuran e-commerce dan ritel-ritel besar. Diki, salah satu pedagang di Pasar Senen, menyebut pasar tradisional seperti Pasar Induk Senen tetap menjadi pilihan banyak pembeli karena kualitas barang-barang yang dijual.
BACA JUGA: Dinkes Sebut Hanya 1 SPPG di Gunungkidul Mengantongi SLHS
“Kalau ke pasar tradisional kan bisa milih sendiri, kalau online kan kadang-kadang nggak tahu ya (perbandingan kualitas dengan gambar). Namanya ibu-ibu kan pengen yang bagus, yang segar, kalau online nggak tahu, nggak bisa milih,” kata Diki sebagaimana dikutip dari siaran resmi yang sama.
Sementara itu, salah satu pembeli yang ditemui pada sela-sela kunjungan Wapres Gibran di Pasar Induk Senen, Mentiria, mengungkap hal yang sama dengan Diki.
Mentiria menilai nyaman berbelanja di Pasar Senen. "Kita langsung lihat sendiri ya berapa harganya. (Saya mau, red.) masak sayur bening seperti ini, ini sangat simple ya, murah. Ini sayur ubi jalar, vitaminnya sangat bagus," katanya.
Sekretariat Wakil Presiden menjelaskan kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke Pasar Induk Senen menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga keberlangsungan pasar tradisional, yang bukan hanya sebagai tempat membeli barang-barang kebutuhan, tetapi juga menjadi simbol ketahanan ekonomi kerakyatan di tengah persaingan usaha yang semakin modern.
Wapres Gibran pada pekan pertama bulan ini (3/9) juga berkunjung ke sentra kue subuh di Pasar Senen Jaya 1 dan Pasar Senen Jaya 2. Gibran berkeliling pasar sambil menyapa para pedagang dan membeli aneka cemilan yang dijajakan.
Wapres, dalam kunjungannya itu menegaskan, pentingnya menjaga keberlangsungan ekonomi kerakyatan.
BACA JUGA: Dinas Kesehatan Didesak Segera Terbitkan SLHS dalam 2 Pekan
Sekretariat Presiden, dalam siaran resmi yang sama, menjelaskan kunjungan ke Pasar Senen merupakan bukti nyata perhatian pemerintah untuk memastikan perekonomian dan aktivitas masyarakat kembali pulih.
"Kunjungan ini menjadi bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap pemulihan aktivitas ekonomi masyarakat, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya solidaritas nasional dan penguatan roda ekonomi rakyat pascademonstrasi," demikian siaran resmi Sekretariat Presiden.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pemerintah mengkaji insentif kendaraan listrik yang akan dikaitkan dengan pengembangan mobil dan motor nasional untuk memperkuat industri EV.
Polresta Jogja mulai memeriksa lima tersangka baru kasus Little Aresha Daycare. Total tersangka kini mencapai 32 orang dengan 157 korban anak.
Sekolah Nasional Terintegrasi mulai berjalan di 17 kabupaten/kota pada tahun ajaran 2026-2027 untuk memperluas pemerataan mutu pendidikan.
YIA baru dimanfaatkan sekitar 25% dari kapasitasnya. DIY mempercepat pengembangan koridor Joglosemar untuk mendongkrak wisatawan.
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri tetap di peringkat kedua dunia usai menjuarai China Open 2026 dan mempertahankan gelarnya.
Sebanyak 412.119 batang rokok ilegal dimusnahkan di DIY. Temuan rokok ilegal tercatat meningkat 10-20 persen dibandingkan tahun sebelumnya.