Limp Bizkit Gelar Konser di Malaysia Akhir 2026, Satu-satunya di Asia
Limp Bizkit akan konser di Malaysia 9 Desember 2026, jadi satu-satunya lokasi di Asia. Simak jadwal dan info tiketnya.
Ilustrasi kekeringan - Foto dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, JENEWA—Laporan terbaru dari Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) menunjukkan bahwa sklus air global semakin tidak stabil, beralih dari kekeringan parah ke banjir yang merusak.
Berdasarkan laporan "State of Global Water Resources 2024", WMO menyoroti meningkatnya beban pada sumber air tawar dan dampak berantai perubahan iklim terhadap masyarakat dan perekonomian.
Laporan WMO tersebut mengungkapkan bahwa hanya sekitar sepertiga wilayah sungai di seluruh dunia yang mengalami kondisi "normal" tahun lalu--menandai tahun keenam ketidakseimbangan berturut-turut.
BACA JUGA: BPBD Gunungkidul Mulai Salurkan Bantuan Air Bersih ke Warga
Lembah Amazon dan Afrika bagian selatan mengalami kekeringan parah, sementara Afrika bagian tengah dan timur, Eropa Tengah, dan sebagian Asia menghadapi kondisi yang lebih basah daripada rata-rata.
Sekretaris Jenderal WMO Celeste Saulo dalam laporan tersebut mengatakan bahwa air menopang masyarakat, menggerakkan perekonomian, dan menopang ekosistem.
"Namun, sumber daya air dunia berada di bawah tekanan yang semakin besar, dan--pada saat yang sama--bencana terkait air yang lebih ekstrem semakin berdampak pada kehidupan dan mata pencaharian," ujar Saulo.
Gletser di seluruh dunia kehilangan 450 gigaton es pada 2024, menandai penyusutan yang meluas selama tiga tahun beruntun.
Hal tersebut setara dengan mengisi 180 juta kolam renang Olimpiade dan berkontribusi sekitar 1,2 milimeter terhadap permukaan laut global, meningkatkan risiko bagi ratusan juta orang di wilayah pesisir, menurut laporan tersebut.
Peristiwa cuaca ekstrem juga memperparah krisis tersebut. Zona tropis Afrika mengalami hujan lebat yang menewaskan 2.500 orang dan membuat empat juga orang mengungsi.
Eropa mengalami banjir terparah sejak 2013, sementara Brasil mengalami banjir dahsyat di selatan dan kekeringan berkepanjangan di Amazon, yang memengaruhi hampir 60 persen wilayahnya.
"Informasi yang andal dan berbasis sains menjadi lebih penting daripada sebelumnya karena kita tidak dapat mengelola apa yang tidak kita ukur," kata Saulo.
"Investasi berkelanjutan dan peningkatan kolaborasi dalam berbagi data sangat penting untuk menutup kesenjangan pemantauan. Tanpa data, dapat menimbulkan potensi berbahaya," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Limp Bizkit akan konser di Malaysia 9 Desember 2026, jadi satu-satunya lokasi di Asia. Simak jadwal dan info tiketnya.
Tanjung Verde lolos 32 besar Piala Dunia 2026 usai tahan Arab Saudi 0-0. Debutan ini bikin kejutan besar.
Agenda wisata Jogja 27-30 Juni 2026 penuh event seru, mulai ARTJOG, Pasar Kangen hingga festival lifestyle. Simak rekomendasinya.
Fadli Zon dorong Lengger Banyumas go internasional. Festival budaya dinilai berdampak besar bagi pariwisata dan UMKM.
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian hari ini bervariasi. Simak daftar lengkap harga dan buyback terbaru.
UGM dorong penggunaan bahan alami untuk praktikum kimia murah, aman, dan mudah diterapkan di sekolah.