100 Imigran Tewas di Ceuta, Spanyol Desak Solidaritas Uni Eropa
Sedikitnya 100 imigran dilaporkan tewas dalam krisis migrasi di Ceuta. Spanyol meminta solidaritas Uni Eropa untuk mengatasi situasi tersebut.
Bantuan air bersih dari Kementerian PU/Antara-Kementerian PU
Harianjogja.com, JAKARTA—Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus memperkuat penanganan dampak musim kemarau dan El Nino dengan menangani 492 titik kekeringan di berbagai wilayah Indonesia. Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga ketersediaan air bersih bagi masyarakat sekaligus memastikan produktivitas sektor pertanian tetap terjaga.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan air memiliki peran strategis sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan sehingga penanganan kekeringan harus dilakukan secara cepat, terukur, dan terpadu.
"Di tengah dunia yang terus berubah dan penuh ketidakpastian, air menjadi fondasi yang sangat penting bagi pembangunan berkelanjutan. Karena itu, penanganan kekeringan harus dilakukan secara cepat, terukur, dan terpadu agar kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi dan produktivitas pertanian tetap terjaga,” kata Dody di Jakarta, Jumat.
Penanganan Kekeringan Jangkau 492 Lokasi
Sebagai bagian dari upaya menghadapi dampak El Nino, Kementerian PU menerapkan berbagai langkah mulai dari penanganan darurat, pengelolaan sumber daya air secara adaptif, hingga memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
Berdasarkan data hingga 5 Agustus 2026, penanganan telah dilakukan di 492 lokasi di seluruh Indonesia.
Rinciannya meliputi:
105 lokasi sawah untuk menyelamatkan 22.210 hektare areal pertanian.
387 lokasi permukiman yang menyediakan layanan air bersih bagi 155.228 jiwa.
Dari seluruh lokasi tersebut, 442 lokasi telah selesai ditangani, sedangkan 50 lokasi lainnya masih dalam proses penanganan.
Pulau Jawa Jadi Wilayah Terbanyak Ditangani
Sebaran penanganan kekeringan dilakukan di berbagai wilayah Indonesia dengan cakupan layanan yang berbeda sesuai kebutuhan.
Di Pulau Sumatra, Kementerian PU menangani 31 lokasi, menyelamatkan 177 hektare sawah, serta menyediakan air bersih bagi 3.368 jiwa.
Sementara itu, Pulau Jawa menjadi wilayah dengan penanganan terbanyak, yakni 305 lokasi. Upaya tersebut berhasil mendukung penyelamatan 12.875 hektare sawah dan memenuhi kebutuhan air bersih bagi 125.540 jiwa.
Di wilayah Kalimantan, Bali, dan Nusa Tenggara, penanganan dilakukan pada 81 lokasi, dengan cakupan 801 hektare sawah serta pelayanan air bersih bagi 15.900 jiwa.
Untuk wilayah Sulawesi, Kementerian PU menangani 49 lokasi, menyelamatkan 7.799 hektare sawah dan menyediakan air bersih bagi 7.153 jiwa.
Adapun di Maluku, Maluku Utara, dan Papua, penanganan dilakukan pada 10 lokasi, mencakup 618 hektare areal sawah dan pelayanan air bersih bagi 3.267 jiwa.
Melalui berbagai langkah tersebut, Kementerian PU berupaya menjaga ketersediaan air selama musim kemarau sekaligus meminimalkan dampak kekeringan terhadap kebutuhan masyarakat dan sektor pertanian di berbagai daerah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sedikitnya 100 imigran dilaporkan tewas dalam krisis migrasi di Ceuta. Spanyol meminta solidaritas Uni Eropa untuk mengatasi situasi tersebut.
Gempa M4,4 mengguncang selatan Kuta, Bali. BMKG mencatat sebelumnya gempa juga terjadi di Bogor dan Pangandaran tanpa laporan kerusakan di Garut.
Manchester United mengumumkan rekap transfer musim panas 2026. Enam pemain baru direkrut, sementara 12 pemain meninggalkan Old Trafford.
Becak listrik di Jogja dinilai nyaman oleh pengemudi dan penumpang. Perawatan rutin disebut menjadi kunci agar kendaraan tetap optimal.
Hingga Jumat (7/8/2026), Dompet Dhuafa Cabang Yogyakarta melalui Disaster Management Center (DMC) terus mengoptimalkan pendistribusian air bersih
Cadangan devisa Indonesia bertahan di US$145,3 miliar hingga akhir Juli 2026. BI menyebut posisi ini menjaga stabilitas rupiah dan ketahanan ekonomi.