Rupiah Berpotensi Melemah, Pasar Menanti Keputusan Suku Bunga BI
Rupiah dibuka stagnan di Rp17.992 per dolar AS. Analis memprediksi pergerakan kurs dipengaruhi keputusan suku bunga BI dan The Fed.
Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita merespon soal beredarnya informasi anggota Badan Intelijen Strategis Tentara Nasional Indonesia (BAIS) yang ditangkap anggota Brimob di tengah kerumunan masa aksi demonstran. /Antara.
Harianjogja.com, JAKARTA—Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita merespon soal beredarnya informasi anggota Badan Intelijen Strategis Tentara Nasional Indonesia (BAIS) yang ditangkap anggota Brimob di tengah kerumunan masa aksi demonstran.
Menurut Tandyo, pihak terkait seharusnya tidak membongkar identitas anggota intelijen yang tertangkap.
"Begitu ini ditangkap kemudian keluar seperti itu, harusnya yang menangkap itu tidak menyebarkan itu, karena kan intelijen," kata Tandyo kepada awak media di gedung DPR, Jakarta Pusat, Senin.
BACA JUGA: Gunungkidul Buka Peluang Kerja Sama Olah Sampah dengan Kota Jogja
Menurut Tandyo, anggota intelijen memang bertugas untuk mencari informasi tertentu. Salah satu upaya yang lumrah dilakukan seorang intelijen yakni menyamar dan masuk ke dalam kelompok tertentu untuk mendapatkan informasi yang diincar.
"Bila ada informasi yang mencurigakan silahkan konfirmasi langsung ke pihak kepolisian terdekat," ujarnya.
Dalam konteks ini, Tandyo menilai seorang intelijen lumrah bergabung dengan para peserta demonstran demi mencari informasi yang diinginkan.
"Saya sampaikan ya, namanya orang memberikan informasi itu kan kita harus masuk di dalam ya, itu kita ikut mereka, kegiatan mereka," kata Tandyo.
BACA JUGA: PDIP Minta Maaf Terkait Deddy Sitorus dan Sadarestuwati Disorot Publik
Namun, saat awak media kembali bertanya untuk memastikan yang ditangkap Polri beberapa waktu lalu adalah anggota BAIS, Tandyo enggan berkomentar.
Sebelumnya, viral foto di beberapa akun media sosial yang menunjukkan anggota Brimob Polri menangkap seorang pria diduga anggota Bais. Dia diduga ditangkap saat sedang bersama dengan massa menjalankan aksi demonstrasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Rupiah dibuka stagnan di Rp17.992 per dolar AS. Analis memprediksi pergerakan kurs dipengaruhi keputusan suku bunga BI dan The Fed.
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian, Kamis 22 Oktober 2026. Simak daftar harga jual dan buyback semua ukuran.
BGN DIY mengevaluasi uji coba MBG prasmanan di Sentolo dan Turi. Perluasan layanan masih menunggu kesiapan teknis dan arahan pusat.
Persik Kediri menjamu PSS Sleman pada pekan keenam Super League. Simak jadwal, prediksi pemain, performa, dan suasana duka suporter.
Jepang mewajibkan skrining TBC bagi WNI yang akan tinggal jangka menengah hingga panjang. Simak jadwal, prosedur, biaya, dan pengecualiannya.
PSM Makassar menjamu Persebaya Surabaya pada 22 Oktober 2026. Simak jadwal, prediksi pemain, performa terkini, dan rekor pertemuan kedua tim.