Tribun VIP Ambruk Saat Drift di Purwokerto, Polisi Periksa 10 Saksi
Polresta Banyumas memeriksa sedikitnya 10 saksi untuk mengusut ambruknya tribun VIP Drift Speed Fest yang melukai sekitar 83 penonton.
Beras - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA - Satgas Pangan Polri melakukan pengawasan terhadap 63.688 pasar guna mencegah adanya produk beras bermasalah, seperti mutu yang tidak sesuai standar, di tengah masyarakat.
“Satgas Pangan Polri juga melakukan tindakan-tindakan preventif yang tentunya melakukan pengawasan dan mengawal kurang lebih 63.688 pasar yang harus diawasi,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko di Jakarta, Jumat.
Puluhan ribu pasar tersebut, kata dia, terdiri dari sekitar 9.000 pasar tradisional dan sekitar 53.000 lebih ritel modern.
Trunoyudo mengatakan langkah pengawasan ini merupakan wujud nyata Polri dalam menangani kasus beras bermasalah dari hulu ke hilir dengan tidak hanya melaksanakan penegakan hukum.
“Maka dari itu, pemantauan dan pengawasan tentu tetap dilakukan,” ucapnya.
BACA JUGA: 18 Agustus 2025 Ditetapkan Sebagai Hari Libur, Siap-siap Ada Long Weekend
Lebih lanjut, Trunoyudo mengatakan bahwa Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo memastikan stok pasokan beras di lapangan tidak akan terganggu dengan adanya penanganan kasus beras tak sesuai mutu.
“Sehingga kemudian masyarakat juga tetap mendapatkan beras sesuai dengan yang dibutuhkan oleh masyarakat,” imbuhnya.
Diketahui, Satgas Pangan Polri tengah menangani kasus produsen beras yang memproduksi beras tidak sesuai dengan standar mutu yang telah ditetapkan.
Pada Jumat ini, Satgas Pangan Polri menetapkan tiga tersangka kasus dugaan pelanggaran standar mutu beras.
Ketiganya merupakan karyawan produsen beras PT FS, yaitu KG selaku Direktur Utama PT FS, RL selaku Direktur Operasional PT FS, dan RP selaku Kepala Seksi Quality Control PT FS.
Modus operandi yang dilakukan para tersangka adalah melakukan produksi dan memperdagangkan beras premium tidak sesuai standar mutu SNI Beras Premium Nomor 6128:2020 yang ditetapkan Permentan Nomor 31 Tahun 2017 tentang Kelas Mutu Beras dan Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 2 Tahun 2023 tentang Persyaratan Mutu dan Label Beras.
Adapun PT FS merupakan salah satu dari empat produsen beras nakal yang naik ke tahapan penyidikan.
Sementara itu, tiga produsen beras lainnya yang saat ini masih dalam tahap penyidikan adalah PT PIM, toko SY, dan PT SR.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Polresta Banyumas memeriksa sedikitnya 10 saksi untuk mengusut ambruknya tribun VIP Drift Speed Fest yang melukai sekitar 83 penonton.
BMKG memprakirakan cuaca DIY pada Selasa 28 Juli 2026 didominasi berawan dan cerah berawan. Suhu udara berkisar 19-31 derajat Celsius di lima kabupaten/kota.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya hari ini berdasarkan data resmi KAI Access.
Pemkab Kulonprogo menargetkan pengadaan tanah kas pengganti Kalurahan Palihan rampung Oktober 2026 setelah tim dibentuk dan audit selesai.
Hari Jadi ke-222 Klaten diperingati 28 Juli. Bupati terdahulu menyampaikan doa dan harapan agar Klaten semakin maju dan sejahtera.
Pemkab Gunungkidul menyusun Perbup Insentif dan Disinsentif Kendali Ruang untuk mendorong investasi berkelanjutan sekaligus menjaga lingkungan.